Peta Kampus Telkom University Bandung (tahun 2017) dari UKM Al-Fath. Semoga bermanfaat bagi kamu yang sekarang menjadi MABA di kampus ini. Selamat ya sudah masuk di kampus full teknologi.
seen from Bosnia & Herzegovina
seen from Russia

seen from Italy

seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from Germany
seen from Japan

seen from Italy

seen from United States

seen from Italy
seen from Yemen
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from Italy
Peta Kampus Telkom University Bandung (tahun 2017) dari UKM Al-Fath. Semoga bermanfaat bagi kamu yang sekarang menjadi MABA di kampus ini. Selamat ya sudah masuk di kampus full teknologi.
Walaupun bukan kampus impian Walaupun pernah mengecewakan Namun suasan ketika berada disini adalah yang ku rindukan
FKB Celebration Day. It was gargeous event ever! I was becoming a member of publication and documentation devision. I wont forget how record Adera performance without tripod. -,-
Menyangkal Stereotipe Negatif pada Pandangan Pertama
Aulia Risyda Fauzi Jumat, 29 Januari 2016
Universitas adalah media kita menemukan orang-orang baru yang sebelumnya belum pernah kita temui dan belum pernah kita kenali karakternya. Saat memasuki perkuliahan pertama ada sedikit kekhawatiran yang sering terselip kedalam pikiran kita. Kekhawatiran bertemu orang-orang baru. Apakah mereka cukup baik? Apakah mereka tidak membully? Apakah orang-orang dari berbagai suku itu akan cukup menerima kekurangan saya? Dan hal-hal ini yang kadang secara sengaja atau tidak membentuk pola pikir kita dan membatasi pergaulan kita. Alhasil beberapa orang akan menghindari suatu kaum untuk berteman.
Fenomena ini biasa disebut dengan istilah streotipe negatif. Berkaitan dengan informasi yang berlimpah, kita sudah sering memberi penilaian terhadap suatu kaum berdasarkan presepsi kebanyakan orang yang belum tentu benar adanya. Stereotip atau mengeneralisasikan itu biasa diperoleh melalui interaksi kita dengan orang sekitar, membaca informasi yang tidak utuh atau pengalaman buruk pada seseorang yang sangat berkaitan dengan stereotip negatif yang beredar sehingga pengalaman kebetulan tersebut menjadi sesuatu yang sangat kita yakini yang kemudian hari diterapkan pada orang lain dengan golongan yang sama. Jika dibiarkan, hal tersebut bisa menjadi bentuk diskriminasi yang membatasi pergaulan kita kedepannya.
Menurut Prof. Bolten, orang yang mudah dipengaruhi oleh stereotipe yang beredar dimasyarakat menandakan pengalaman orang tersebut sempit. Cara agar orang dapat menangkal stereotipe adalah melawan isu tersebut, membuktikan dengan pengalamannya sendiri. Hal yang paling efektif untuk merealisasikan hal itu adalah pergi jalan-jalan ke berbagai tempat, daerah bahkan negara yang multikultural atau untuk menghemat biaya bisa juga dengan mengikuti organisasi-organisasi nasional atau internasional, menjadi relawan dan memperluas wawasan dengan banyak membaca buku atau media lain yang mampu memberikan gambaran nyata soal dunia yang kita prasangkai.
Woa! I am so glad have completed this news report! Mr. Wawan (my english teacher) so satisfied with my result. I thought iâve given my best and he accepted it! Alhamdulillaaaah
just a little note from my lecturing rutinity