7 Juni 2021
Hari itu cukup melelahkan karena udara panas yang menyengat tubuh terasa menguras tenaga. Belum lagi meeting dengan para petinggi perusahaan, membahas tentang program magang yang akan aku jalani. Sebagai mahasiswa semester akhir, tentu saja sibuk sudah menjadi makanan sehari-hari yang harus dijalani. Menyusun tugas akhir, kerja praktek, tugas besar dari semua mata kuliah cukup membuat kepala ini terasa pusing.
Namun di balik semua itu, aku bersyukur ada temanku yang selalu setia mensupport segala aktivitasku. Teman yang semenjak beberapa tahun lalu dekat dan selalu menjadi pendengar yang baik akan keluh kesahku. Postur tubuhnya tinggi dan lumayan berisi, terasa hangat ketika dia memelukku. Bahkan aku lebih menyukainya dibandingkan selimut favoritku haha.
Kebetulan meeting selesai siang hari dan aku tidak ada agenda lain selain meeting tadi. Aku iseng aja panggil temanku untuk menjemputku di salah satu mall di bilangan Depok, karena ya kami sudah setahun tidak bertemu. Rasanya rindu sekali tidak melihat wajahnya dan mendengar celotehannya secara langsung. Tidak butuh waktu lama, ia langsung mengiyakan untuk menjemputku. Padahal ia sedang ada kerjaan di kampus tetapi dia memilih untuk menjemputku.
Cukup lama aku menunggu di lobby mall. Sampai pada akhirnya sebuah mobil datang dan HPku berdering, "Cha, gue udah di depan". Aku lantas langsung menuju ke mobil lalu masuk ke dalamnya. Tentu saja aku duduk di sampingnya di kursi depan.
"Halo halooo apa kabar nih udah lama banget kita ga ketemu ya" ucapku membuka percakapan.
"Wahhh iya, apa kabar Cha?" jawabnya.
"Baik kok baik, hehehe" aku bingung mau jawab apalagi. Rasa awkward karena sudah lama tidak bertemu menyerangku tiba-tiba.
Beberapa saat setelah mobil berjalan, ia mengatakan sesuatu tetapi aku lupa apa, dan aku tidak setuju dengan perkataannya. Lantas secara refleks ia memegang tanganku dan bilang "Chaaa jangan marah dong, iya maaf ya Cha" ucapnya sambil mengelus-ngelus tanganku. "Duhh tangan gue dingin bgt ya ini" kataku spontan karena udara dari AC dan aku yang nerveous membuat tanganku dingin. "Ohhiya dingin banget, mana sini aku angetin" ucapannya berhasil membuatku baper.









