Teman Dekat: Alasan Orang Dewasa Sulit Berteman, Mengapa?
seen from Malaysia

seen from T1
seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from T1
seen from Portugal
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from T1
seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Australia

seen from Hungary
seen from Sweden
Teman Dekat: Alasan Orang Dewasa Sulit Berteman, Mengapa?
7 Juni 2021
Hari itu cukup melelahkan karena udara panas yang menyengat tubuh terasa menguras tenaga. Belum lagi meeting dengan para petinggi perusahaan, membahas tentang program magang yang akan aku jalani. Sebagai mahasiswa semester akhir, tentu saja sibuk sudah menjadi makanan sehari-hari yang harus dijalani. Menyusun tugas akhir, kerja praktek, tugas besar dari semua mata kuliah cukup membuat kepala ini terasa pusing.
Namun di balik semua itu, aku bersyukur ada temanku yang selalu setia mensupport segala aktivitasku. Teman yang semenjak beberapa tahun lalu dekat dan selalu menjadi pendengar yang baik akan keluh kesahku. Postur tubuhnya tinggi dan lumayan berisi, terasa hangat ketika dia memelukku. Bahkan aku lebih menyukainya dibandingkan selimut favoritku haha.
Kebetulan meeting selesai siang hari dan aku tidak ada agenda lain selain meeting tadi. Aku iseng aja panggil temanku untuk menjemputku di salah satu mall di bilangan Depok, karena ya kami sudah setahun tidak bertemu. Rasanya rindu sekali tidak melihat wajahnya dan mendengar celotehannya secara langsung. Tidak butuh waktu lama, ia langsung mengiyakan untuk menjemputku. Padahal ia sedang ada kerjaan di kampus tetapi dia memilih untuk menjemputku.
Cukup lama aku menunggu di lobby mall. Sampai pada akhirnya sebuah mobil datang dan HPku berdering, "Cha, gue udah di depan". Aku lantas langsung menuju ke mobil lalu masuk ke dalamnya. Tentu saja aku duduk di sampingnya di kursi depan.
"Halo halooo apa kabar nih udah lama banget kita ga ketemu ya" ucapku membuka percakapan.
"Wahhh iya, apa kabar Cha?" jawabnya.
"Baik kok baik, hehehe" aku bingung mau jawab apalagi. Rasa awkward karena sudah lama tidak bertemu menyerangku tiba-tiba.
Beberapa saat setelah mobil berjalan, ia mengatakan sesuatu tetapi aku lupa apa, dan aku tidak setuju dengan perkataannya. Lantas secara refleks ia memegang tanganku dan bilang "Chaaa jangan marah dong, iya maaf ya Cha" ucapnya sambil mengelus-ngelus tanganku. "Duhh tangan gue dingin bgt ya ini" kataku spontan karena udara dari AC dan aku yang nerveous membuat tanganku dingin. "Ohhiya dingin banget, mana sini aku angetin" ucapannya berhasil membuatku baper.
Something that I wanna drop here is about
f r i e n d s h i p.
Start!
Kalian punya sahabat? Kalian punya teman dekat? Atau punya circle?
Nah, disini aku pengen sharing perihal 3 hal itu. Karena sejauh ini alhamdulillah aku bisa bedain tiga hal itu. Ternyata se-ez itu buat ngebedain. Tapi, karena ini dari pandanganku, nanti balik lagi ke kalian. Disini aku bakal urutin dari yang (katanya) paling sakral.
ㅡsahabatㅡ
Sahabat ini (katanya) bisa ngerti satu sama lain. Cemburu satu sama lain ketika yang satunya punya temen baru. Mereka juga biasanya punya perasaan yang sama, sharing satu sama lain bahkan seaib-aibnya. Biasanya mereka kaya kembar tapi tak sedarah. Orangtua mereka juga biasanya udah saling kenal. Biasanya orang yang sahabatan itu 2-3 orang. Kalo lebih pun dia diangka ganjil. Tapi ngga lebih dari 10.
Di selama hidupku layk....... 20 tahun hidup ya. Aku bener-bener ngga punya sahabat. Karena, jujur aku sendiri susah banget klop sama orang buat satu frekuensi itu ngga segampang itu. Pun orang lain ngga semua bisa nerima kekurangan & jokes aku gitu. Jadi, aku belum pernah tau ngerasain punya sahabat, yaaaaa sejauh ini hanya menyaksikan yang ada di sekitar aja. Jadi ya..... Selama penjabaran masih pake kata biasanya.
ㅡteman dekatㅡ
Hmm. Mirip dikit sama sahabat? Beda jauh? Kalau menurutku cukup beda ya. Karena sahabat itu biasa saling sharing segala hal kan, kalo temen deket? Yaudah gitu, kenal sebagai teman dan deket gitu. Jadi, istilahnya kayak kamu temenan sama dia, udah satu frekuensi tapi ngga saling cemburu kalau temen kita punya temen yang lain. Kalau kalian pernah jawab suatu pertanyaan dengan jawaban "kenal, deket malah" itu termasuk dia udah jadi close friend list kamu. Biasanya nih, hal yang di sharing itu cukup terbatas. Peluang ngomongin satu sama lain dibelakang masih ada.
Aku punya temen deket, alhamdulillah walaupun ngga banyak, tapi mantaplah bisa saling sharing/bantu kalau ada apaan. Pun sekedar share jokes juga. Atau mabar deh mabar. Atau curhat mungkin. Sejauh ini dari jaman SMP yang bertahan bisa dihitung jari lah. Kalau ngga ada kontak ya ngga tau siapa yang sombong, aku mungkin, atau dia, atau keduanya. Aku punya temen deket selalu memaklumi kedeketan temenku sama orang lain, selagi aku ngga jadi butter peanut. Ngga masalah sih, jadi saling melengkapi aja. Tapi, beneran deh ngga pernah rasanya punya temen deket awet. Yaaaa sepah dibuang aja udah. Jadi susah.
ㅡcircleㅡ
Circle itu ada karena satu frekuensi, satu jokes, satu bahasan. Bisa lebih dari 10 orang, bisa juga kurang. Orang-orang dalam satu circle ini pasti bakal selalu diskusi dalam satu lingkaran ini. Pantas ngganya suatu lingkaran, kita sendiri yang pilih, kita sendiri yang punya kriteria. Circle!=Geng. "geng" just let it flow, "circle" can be whenever. Percaya, ngga percaya, circle biasanya dibentuk pas kuliah/kerja. Kenapa? Intinya titik pusing orang dan ketika orang-orang tersebut mulai bertemu orang banyak. Disitulah mereka diskusi, bertukar pikiran, apakah yang mereka pikirkan itu sama atau engga. Ya kalau misalkan emang bahasannya perdakjalan bakalan sama orang yang berpikiran dakjal-dakjal aja. Disimpulkan dari situ, mereka tuh sebenernya punya frekuensi, amplitudo, dan sinyal yang sama ngga sih coba coding dulu di MatLab, kalau iya berarti cocok untuk join circle itu. Kalau engga ya jangan berani-berani, nanti jadi makan hati.
Aku hidup 20 tahun alhamdulillah ada 3 circle yang bertahan aku harap selalu bertahan. Xixixi. Circle pertama, pas SMA. Circle kedua-ketiga, pas kuliah. Mungkin bakal ada circle keempat, karena aku ada di lingkungan yang beda dari jurusan. Kedua lingkaran ini kebentuk karena satu frekuensi. Awal-awalnya ya iya sih kaya kurang sreg sama yang ada. Tapi karena kekurang sreg-an itulah yang membuat lama-lama kita bisa dapetin apa yang kita mau. Prosesnya ngga instan, ada sinis-sinisnya dulu. Jadi, kalau lagi slow pasti ada waktu buat diskusi, di diskusi inilah arus dan tegangan diuji, kalau sebanding yaaa ikutin sampai akhir. Yang selama ini kutau, circle bakal jarang main, lebih sering nongkrong & diskusi santuy sambil ngopi/makan bakso. Sejauh ini, punya circle yang isinya orang-orang beda. Tiap satu orang punya pikiran yang berbeda dalam berpendapat. Asik parah. Tapi, sayang, pasti selalu ada yang lemot, bahkan kadang aku bermain peran di yang lemot sampe harus ngulang cerita/topik sampai aku mudeng.
Aku sejauh ini lebih memilih untuk berada di suatu circle daripada bersahabat. Aku dalam memecahkan masalah biasanya butuh orang banyak. Sama satu orang doang itu, kurang. Butuh yang netral diantara kami yang berbicara melalui hati vs. yang berbicara secara logis. Fyi, aku lebih gampang nganggap mereka yang di circle-ku adalah saudara. Jadi gini sih circle=saudara, itu udah pasti. Kenapa ga sahabat? Tbh nih sahabatan is such a bullshit thing in my life like euw. So, i don't get it. Jadi, ya menurutku tetep feeling blessed banget kalo udah bisa kenal sama orang. Baik kenal-kenal aja atau deket atau bahkan circle. Kita nih manusia sosial yang mana membutuhkan timbal-balik. Seikhlasnya kamu sama apa yang udah kasih ke orang, itu juga butuh balikannya. Buat yang sadar aja, kalau ngga sadar juga ya semoga lekas sadar.
pilih teman
seperempat abad tersadar bahwa teman adalah salah satu sosok yang amat mempengaruhi kehidupan dan pikiran.
ketika menyadari apa yang dimiliki terlalu luas tanpa menyadari potensi yang dimiliki tak ada yang tuntas walaupun itu banyak. hanya samar-samar, hanya permukaan luar saja. seperti lapisan luar bumi atau lapisan luas cangkang telur atau air laut yang hanya terlihat dari atas. potensi itu tak dalam sedalam lautan atau tak sedalam isi telur berwarna kuning yang tersembunyi, atau bagian terdalam bumi.
kebingungan yang terjadi, karena apa yang akan bisa ku berikan untuk bahagia pada diri ini dan sekitar serta dapat menjadi amal juga dipertanggung jawabkan dengan totalitas.
lalu apa hubungannya dengan teman. karena teman akan mengingatkan mimpi kita saat kita terpuruk dan akan bangga hingga ikut serta, ketika kita melakukan kebaikan. bukan memberikan pendapat yang berakibat fatal dan akhirnya menjadi berubah ke arah yang tak baik.
ingatan itu masih teringat sangat jelas, sebuah gedung yang tinggi dan melihat sekitar. ia mengatakan kepadaku... "jangan terlalu baik, nanti kamu akan di bodoh bodohi"
secara tidak sadar atau bahkan sadar, hal itu menjadi sebuah doktrin yang tak baik pada usia mencari jati diri dikala sebelum seperempat abad.
padahal, hal yang mudah adalah berpositif dalam berfikir agar bertumbuh menjadi pribadi yang baik, sebab ketika baik akan kembali kebaikan. jika tidak, itulah ujian dan perlu dihadapi dengan tenang juga bijak.
kemungkinan salah satu hal yang membelenggu, berakibat pada tak kembali semangat dan berani untuk berkenalan dengan orang baru. ada benteng yang tebal dan kuat serta terkadang orang yang mulai dekat tak bisa untuk masuk, hanya bagian dekat lapisan permukaan.
ketika menyadari perlu memotongnya sebuah pendapat pada lingkaran kehidupan diri, butuh effort besar dan kekuatan untuk melupakan.
pilihlah teman yang membuat kamu bertumbuh, menjadi diri sendiri dan tak takut untuk bertemu di kala situasi apapun untuk bercerita atau hanya sekedar mengabarkan.
明天,你會回來巴厘島呢 Safe Flight for tommorow, Nad ! Moga kita bisa bertemu kembali @nadyahb_ #picsart #closefriend #temandekat #seatmate #友達 #like #likes #follow #followers #followme #instalike #instafollow #instafriends #hashtag #hashtags #edit #edits https://www.instagram.com/p/BzrT8tdHqBa/?igshid=1mk25lmry4i0k
Meski saya dan @nadyahb_ hanya teman dekat, tapi mereka susah sekali untuk stop bilang "aet" dan "cie" ke saya soal hubungan saya dengan Nadya karena kalau saya suruh stop mereka bilang "aet" dan "cie" soal hubungan saya dengan Nadya untuk selamanya, mereka pasti akan tersinggung, sakit hati, kecewa, marah, ngamuk, emosi. "Suatu saat, mereka akan sadar dan tahu sebenarnya" "Aku sedang menunggu kamu pulang ke Bali, Nad" #temandekat #bukanpacar #bukanpacaran #bukanpacargw #bukanpacarsaya #temanakrab #bali #balinesewoman #closefriend #notmygirlfriend #友達 #朋友 (at Bali) https://www.instagram.com/p/BzoxaCCn9kJ/?igshid=1umq5fbqc9vl2
LIHATLAH SIAPA TEMAN DEKATNYA #teman #temandekat #sahabat is.gd/GPDte is.gd/GPDig is.gd/GPDtwit www.galeriposterdakwah.com https://www.instagram.com/p/Bs4FZxghqXx/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=y8rjvve3wgc5
LIHATLAH SIAPA TEMAN DEKATNYA #teman #temandekat #sahabat is.gd/GPDte is.gd/GPDig is.gd/GPDtwit www.galeriposterdakwah.com