.. Batam, 03 Agustus 2017 .. Tentang senja, tentang baskara yang membayang petang di garis pesisir cakrawala, tentang berjalan diatas pasir yang ditelan deburan ombak kecil yang menganga, tentang perjalanan kita yang telah kehabisan masa, namun masih kukenang dalam cerita, dalam setiap do'a yg kugemuruhkan menembus bumantara. .. Ada kalanya aku bungkam, tatkala merasa terusir oleh malam. Bukankah aku telah meminta jeda barang sejenak? Biar kubereskan sisa ingatan yang berkecamuk dalam benak. Toh hari ini adalah hari lahirnya, kekasih halalku yang sekarang berkalang tanah hilang nyawa, Dan aku tidak sedang membasahi mata, oleh kata ketika, saat dimana kau berlarian manja memecah tawa, tepat di bibir pantai penuh aroma pekat jingga, mengayun sore penuh warna, dalam biasan janji yang pernah kita sepakati untuk selamanya bersama. .. Lalu kini aku dapat memahami sulitnya jatuh cinta pada hal yang sama dengan keadaan yang berbeda, maksudku begini, aku pernah jatuh cinta pada matahari yang terbenam dilangit sore kala bersamanya, kenyataannya adalah, setelah ketiadaannya, mataharinya tetap sama, tenggelam dengan indah tapi tidak lagi bermakna. .. Maka senja, aku tak pernah menyalahkan kehadirannya, senja tetaplah senja yang dinanti banyak manusia, setidaknya aku masih meng'angan'kan kembalinya guratan ceria, Mengulang hari penuh makna, bersamanya, tidak dalam dunia pastinya. .. Kelak, jika kau izinkan, mungkin aku akan beristirahat, sedikit membenahi diri, tetap membesarkan 'mereka', masih dengan perasaan yang sama, hingga beranjak dewasa, .. Lanjut di kolom komentar.. .. #temukanide #nulisyukbatch2 #nulisyuk #komunitasmenulis #kumpulan_puisi #phapud #pengelanakata #bedadunia #sajakrindu #prosanusantara #penulisamatir














