Karena tumblr lebih dari sekedar laman biru berisikan rangkaian kejadian yang diceritakan, pikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan, atau perasaan yang enggan diungkapkan.
Tumblr adalah rumah; tempat berkeluh kesah.
Dear Bapak Mentri yang saya hormati meski tak saya kenali secara pasti, pornografi itu sulit diberantas, Pak. Benar yang dikatakan oleh Kak Tami di lamannya; yang harus dihilangkan itu bukan situsnya, tapi pola pikirnya. Bapak juga pasti tahu kalau pornografi ngga hanya ada di tumblr. Memblokir tumblr hanya akan memindahkan (atau menambahkan) konten pornografi ke media sosial lain.
Di saat facebook terlalu sibuk membicarakan perihal ke-Tuhan-an dan menebar kebencian atau twitter yang terus-menerus menceritakan tentang kegaulauan dan instagram yang terlalu sering memunculkan pencitraan. Tumblr menghadirkan tempat untuk menepi, Pak. Di sini, di situs ini, kami berusaha mengenali diri sendiri, kami menulis apa yang ada dalam imajinasi atau apa-apa yang kami sukai. Dari tumblr, kewarasan kami tetap terjaga. Jadi, kalau boleh meminta, blokir situs yang lain aja? ;)))














