Senja di sini, di Senin tanggal19 yang kebetulan jatuh di bulan Oktober 2015. Apa kata mereka:
“Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, hanya dapat dirubah bekntuknya”
Begitu bukan kira-kira bunyinya? Yaa bukan menerutku, aku hanya mencoba mengambil literatur dari sana. Kau sudah tau apa itu pasti, kau sudah tau. Hukum kekekalan energi, yang juga merupakan bagian dari hukum ke 1 Termodinamika. Memang benar ternyata, bahkan itu berlaku untuk juga kau, dan tentu aku, sebagai manusia.
Manusia, jika dikatakan merupakan sekumpulan energi yang saling bersatu, dan membentuk sebuah individu, tidak begitu berlebihan menurutku. Sebab apa? Sebab pastilah kau sudah tahu, bahwa terciptanya manusia atas keinginan dua manusia sebelumnya yang senang dan haruslah tegang di malam pertama setelah ijab kabul, dan dalam ruang yang gelap, yang disebut kamar pengantin. Selanjutnya, sudah pernah dijelaskan bukan oleh guru biologi kau? Yaa. kira-kira di kelas 11 mengenai reproduksi, kau harus tau, kecuali kau bolos saat itu. Kalau kau lupa, kemari ku ingatkan.
Yaa, setidaknya kau tau, bahwa proses awalnya setelah di ruang yang gelap itu, ada manusia satu yang harus mengantarkan sebuah paket yang bernama sperma kepada sel telur manusia lainnya. Jika kau tau, proses spermatogenesis atau dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah pembentukan sperma, kau juga pasti tau, bahwa tidak mungkin sperma ini muncul tiba-tiba. Yaa, benar butuh beberapa bahan seperti protein dan enzim-enzim lain yang prosesnya juga tidak langsung muncul tiba-tiba. Semua itu menurutku tergantung dari apa yang kita makan. Nutrisi yang terkandung dalam makanan lah yang nantinya akan membentuk senyawa-senyawa yang dibutuhkan oleh si sperma. Baik itu berupa sayuran, buah-buahan atau daging-dagingan.
Lalu, kau juga pasti tau apa yang terjadi setelah pengiriman oleh manusia satu. Yaa, salah satu sel sperma akan berhasil masuk ke sel telur si manusia lainnya. Sehingga, proses pembentukan terjadi lagi di sel telur. Untuk itu, pasti membutuhkan nutrisi juga sehingga, tidak berlebihan kalau aku mengkopas tulisan sebelumnya yakni: Nutrisi yang terkandung dalam makanan lah yang nantinya akan membentuk senyawa-senyawa yang dibutuhkan oleh si sperma. Baik itu berupa sayuran, buah-buahan atau daging-dagingan. Proses itu kemudian dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 5 dengan detail.
Lalu, ketika kau mati, haruslah bilang apa. Kau pasti dikubur dalam tanah. Kau akan membusuk, karena memang lah sudah seharusnya. Kau menjadi makanan mikroorganisme dalam tanah, dan tak lebih kau menjadi bahan organik dalam tanah yang akan digunakan sebagai makanan dari hewan-hewan dalam tanah, dan atau kau menjadi nutrisi bagi tumbuhan, dan kemudian hewan dan tumbuhan itu akan bertumbuh lagi, dan bermanfaat bagi yang lain, setidaknya begitu.
Berarti pula benar bukan hukum 1 Termodinamika tersebut, bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan hanya bisa dirubah bentuknya saja. Yang mana bahwa, sebelum kau lahir, salah satu bagian dari badanmu adalah salah satu bagian dari yang lain, misalnya hewan, tumbuhan, tanah, air, udara atau manusia lain sampai kau dimakan oleh si manusia satu dan dikirimkan ke manusia lainnya, sehingga ditiupkan ruh kedalamnya oleh Sang Maha-pencipta. Lalu ketika kau mati, dan Ruh mu kembali dipanggil Sang Maha-pencipta, maka salah satu bagian badanmu yang lain akan menjadi bagian dari bentuk lain pula, bisa jadi hewan, tanah, air, udara, tanaman, daun, batu, dan atau menjadi manusia lain. begitulah ku kira sampai hari kiamat.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Maha benar Allah dengan segala firmannya
Jatinangor, 19 Oktober 2015 18.44 WIB.
Ditulis dalam keadaan panik, karena belum selesai laporan, dan masih harus ujian, serta lapar karena belum makan,