BANGKIT
Aku pernah mengagumi sekagum-kagumnya
aku pernah bahagia sebahagianya sang penari
aku pernah menggenggam dan tak terlepaskan
aku perna mencintai sampai “menggila”
namun juga,
Aku Pernah jatuh sejatuh-jatunya,
aku pernah putus asa hingga gila
aku pernah menagis hingga meraung-raung
aku pernah kehilangan akal sehat
namun kini,
Aku bangkit meluruskan badan ku
aku tegar menengadahkan pandangan
aku berdiri tegak di atas masa lalu
aku tersenyum menyambut masa depan
“hingga pada akhirnya kisah pahit menjadi pengalaman berharga untuk bangkit melanjutkan mimpi”












