Jangan Pergi.!
sebab Aku yang belum baik
Kamu. . .
Yah.. Kamu. . .
Kamu yang kelak yang akan mengisi ceritaku dikemudian hari. Mengenggam tanganku, mengucap betapa beruntungnya kamu memilikiku. Tak ada aksara yang mampu terucap dari bibirku namun degup jantungku mewakili kalimatku.
Kamu yang berbahagia dan menggantungkan asa tentangku, tentang perempuan yang tepat untukmu, tentang perempuan yang akan menemani dan kamu cintai hingga akhir hayat. Menyombongkan diri bahwa betapa beruntungnya kamu sebab memilihku.
Kemudian aku khawatir...
Aku tak sesempurna harapan itu bahkan jauh dari semua itu. Aku, perempuan yang jauh dari kata baik. Aku, tak seindah yang kamu gambarkan. Aku tak sesempurna cinta yang semestinya.
Jangan pergi!
Setelah kamu tahu aku tak sesempurna harapmu dan tak sebaik inginmu.
Namun,
Aku perempuan yang bersedia kamu sempurnakan. Aku yang akan senang hati menyuguhkan kesetiaan untuk menemanimu hingga akhir hayat. Aku yang penuh harap dapat kamu tuntun untuk menjadi baik meski jauh dari kata "lebih baik".
Meski kutahu,
Laki-laki baik untuk wanita baik, lantas jangan tinggalkan aku sebab perkara itu. Aku ingin menjadi "baik" dengan tuntunanmu.
[06/11]
-D.J











