Ku pikir ceritanya tlah usai (2)
Saat itu, aku benar-benar sendirian dalam mencintainya. Bahkan mungkin ia tak pernah menyangka aku mencintainya sebegini dalam. Sebegini menderita, sebegini tulus menunggu dalam ketidakpastian selama 7 tahun lamanya.
Semua kenangan tentangnya menyerangku dengan dahsyat, menyerangku bertubi-tubi hingga ku rasa aku kekurangan oksigen. Tak ada satu pun kenangan yang terlewatkan. Tak satu pun!
Semua cerita, puisi, prosa, lagu, suasana bahkan semua hal sepele berkaitan dengannya muncul begitu saja di kepalaku bak cuplikan. Aku menegang kala itu, rindu yang selama ini tak ku rasai lagi tumbuh begitu saja, menguasaiku mengambil alih otak dan tubuhku, aku menggigil hebat merindukannya.
Bagai orang demam di sepertiga malam, aku menggigil menggigiti lidah. Aku lemah seketika tak mampu berbuat apa-apa, bernafas sekali pun. Sungguh, pertahanan yang susah payah ku bangun selama ini jebol begitu saja. Menggoyahkanku, menggetarkan hatiku. Aku menangis.
Tak ingin orang lain melihatku, aku meninggalkan tempat itu.
Ku ambil roda duaku, berdo’a agar aku selamat sampai di rumah. Aku benar-benar menggigil waktu itu, lututku lemah bak jelly, bahkan susah payah aku menuju roda duaku.
Hal yang ku sadari pertama kali saat itu adalah...
Betapa (masih) berpengaruhnya ia dalam hidupku.
Ku pikir kisah tentangnya tlah lama usai,
Berakhir sendiri seperti berakhirnya pesta pernikahannya.
Selama ini aku hanya ‘sok’ tegar dalam merelakannya, selama ini aku hanya berlari dari tentangnya, selama ini aku hanya..pengecut!
Saat itu pula aku tersadar, betapa banyak hati yang sudah ku lukai, sebab selalu beranggapan semua yang datang, rindu yang menghampiri adalah murni! tulus!
Semua itu ilusi, hanya kamuflase dari pertahananku,
Nyatanya, sejak sembilan tahun yang lalu, dia masih di sini! Masih di hatiku, menduduki tempat tertinggi.
Arrrrghhhh.. aku menghitung 2 tahun itu lagi, setelah berniat melupakannya. Ku pikir hatiku tlah bebas dua tahun ini, nyatanya aku tak menjadi diriku lagi setelah memutuskan untuk berhenti.
Ia adalah pusat duniaku, ia adalah alasanku untuk tetap ceria, alasanku untuk tumbuh cantik dan dewasa, ia adalah alasanku melanjutkan hidup, yah! nyatanya ia adalah alasan keberadaanku di dunia ini.
Jadi, siapakah aku sebenarnya selama dua tahun terakhir ini?