إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Dokter merupakan sebuah profesi yang sering didambakan setiap orang. Ketika bertanya kepada anak-anak, “Nak, kalau besar mau jadi apa?” Mungkin masih banyak yang akan menjawab menjadi dokter. Dalam benaknya mungkin dokter adalah pekerjaan yang mulia karena bisa membantu orang lain khususnya dalam bidang kesehatan. Memang benar, profesi dokter adalah profesi yang mulia. Mulia karena pekerjaannya berhubungan erat dengan manusia. Allah berfirman dalam Q.S. Al Maidah ayat 32
“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”
Namun, tidak menutup kemungkinan pekerjaan yang mulia ini justru menyeret ke neraka. Baik itu karena masalah niat, melalaikan dari Allah, dan lain-lain. Na’udzubillah.
Muda menjadi fase yang sangat penting dalam perjalanan seorang muslim. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” HR al-Bukhari (no. 1357) dan Muslim (no. 1031).
Imam Abul ‘Ula al-Mubarakfuri berkata:
“(Dalam hadits ini) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhusukan penyebutan “seorang pemuda” karena usia muda adalah masa yang berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah (tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya nilai ketakwaan dalam diri orang tersebut”.
Dokter muda adalah istilah bagi mahasiwa yang telah lulus lulus menjadi sarjana kedokteran kemudian mengikuti pembelajaran di rumah sakit pendidikan. Waktu pembelajarannya kurang lebih sekitar dua tahun. Kehidupan dokter muda bagi sebagian orang penuh penderitaan, kesabaran, kekecewaan, kesedihan, senyum tawa, diam, kebahagiaan dan lain-lain. Banyak hal-hal positif tetapi banyak juga hal-hal negatif. Niat mulia untuk membantu sesama dihadapkan dengan godaan lawan jenis, harta, jabatan dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah wadah atau kegiatan di mana dokter muda dapat berjalan lurus dalam menempuh pendidikan profesinya sesuai Al Quran dan As-Sunnah.
Alhamdulillah, sudah terbentuk timsus 99 sejak tahun 2016 oleh sebagian dokter muda RSDM. Timsus 99 ini berusaha berperan dalam dakwah di kalangan dokter muda RSDM, Surakarta. Melalui berbagai program yang kami buat atau adakan kami ingin berusaha menjaga dokter muda supaya tidak melupakan agamanya.
Untuk mencapai tujuan dakwah yang mulia ini, kami banyak didukung oleh pihak kepala prodi dr. Maryani, para dokter staf pengajar di RSDM –hafidzahumullaahu ajma’in dan pihak lainnya- yang tidak dapat kami tuliskan satu persatu. Harapannya –dan kami berdoa kepada Allah- supaya dakwah sunnah ini dapat banyak bermanfaat dan tersebar ke wilayah lainnya di Indonesia.
Diantara program kami adalah mengadakan kajian rutin setiap dua pekan di rumah sakit, berdakwah melalui media sosial seperti dalam website kajiandoktermuda.tumblr.com dan akun instagram:@kajiandoktermuda.
Kami menyadari program-program yang kami susun di atas masih banyak kekurangan dan membutuhkan saran dan koreksinya. Kami mengajak muslimin seluruhnya untuk berpartisipasi dan berlomba-lomba menanam saham dakwah nan indah ini, sesuai kemampuan yang kita miliki, ikhlas semata mengharap ridho-Nya.
Demikian risalah ini kami sampaikan, semoga Allah senantiasa meneguhkan kita di atas kecintaan dan keridhoanNya, dan semoga Allah mengumpulkan kita di surgaNya, untuk melihat wajah-Nya.