(torments you until you fall in love with me)

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia

seen from Japan

seen from China
seen from China
seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Russia

seen from United States
(torments you until you fall in love with me)
Now you can get a base to create your own kiat!
I tried to do a pretty complete base so you can customize it to your satisfaction, plenty of options to choose from!
Get this base at my Ko-Fi site!
Ong Theng Kiat ~ Effective Business Ideas - Ong Theng Kiat - Digital Marketing Useful Guides To Promote Your Business (on Wattpad) https://www.wattpad.com/1109706822-ong-theng-kiat-%7E-effective-business-ideas-ong?utm_source=web&utm_medium=tumblr&utm_content=share_reading&wp_uname=ongthengkiat&wp_originator=PA3SWKNJZuRjH0ZYcE6zDBslCWlpOD6LSW%2B%2FgclUaiFQfrCEDdUR4V6FitnScKksOvfHpWdcngpAoGTGPoIKe58u4gbu9TCbKKkt4%2FqkqwIOi0GSFqNhR5cd0yPMsSEJ Ong Teng Kiat :- In practical life, the term Business Development Strategies has progressed into a couple of uses and use. In this age, the tasks of business engineer are particularly moved and intriguing. It has a wide application pack starting from IT specialists to engineers, from displaying the leaders to approaching clients. Ong Theng Kiat
Kiat PT KTB Menjaga Gairah Pelanggan di Saat Pandemi https://is.gd/7RV1XL #nitnot #otomotifIndonesia #nitnotsaja #otomotif #sewamobil #daftarotomotifIndonesia #urusstnk #layananotomotif #jasaperpanjangSTNK #pembiayaanotomotif #yukliburan
KiAT - Contemplate
Hi, I am back to tell you about my another part of work I am currently working on. Now I am expanding my work fields into sound and music territory. But it doesn’t mean that I have left all illustrate work behind. I am sure that it will be new illustrate of mine comes out to update here soon. But right now I am working on music and art alongside each other.
For my music part I use my alias as KiAT. And here is one of the latest work I published called “Contemplate”. All sound and animate are made by me. And the motion is all hand draw.
Membongkar Kebohongan Mitos Menulis Itu Gampang
Jika ditanya kapan pertama kali belajar menulis, rata rata manusia modern akan menjawab bahwa mereka mulai belajar pada kisaran usia 6-7 tahun atau pada awal masa masa Sekolah Dasar. Bahkan beberapa orangtua masakini yang ambisius dan nggak ngerti metode Montessori bisa memaksa mengajarkan anaknya pada usia yang lebih dini dari itu.
Tapi belajar menulis aksara dengan menulis gagasan adalah dua perkara yang sangat berbeda. Menulis gagasan bukan sekedar menorehkan huruf demi huruf untuk menjadi kata lalu menyambungnya sebagai kalimat dengan tepat dan jelas, tapi juga tentang bagaimana merumuskan isi kepala.
Bacaan dengan 2-3 lembar panjang halaman berisi 800-1000 kata yang kamu baca sambil boker, atau menunggu datangnya jemputan Abang Ojol, atau sambil mengusap usap rambut basah di depan kipas angin sehabis keramas, bisa jadi merupakan hasil pergumulan penulisnya selama berjam jam.
Jangan ditanya berapa gelas kopi yang diminum atau berapa batang rokok yang dihisap. Apalagi kok tanya berapa kali pencet tombol undo dan scroll bolak balik dari atas ke bawah, dari bawah ke atas lagi untuk sekedar memastikan tidak ada kata yang terlewat atau kesalahan penulisan berikut kapitalisasi dan tanda baca yang dibuat. Sumpah, pokoknya jangan. Soalnya unfaedah juga sih kalo ditanya.
Saya jadi ingat, dulu saat masih menjadi mahasiswa, saya pernah ikut kelas penulisan kreatif yang diajarkan oleh Mas Seno Gumira. Disitu dengan pongahnya beliau berkata :
“Menulis itu gampang. Pokoknya tulis aja apa yang ada di kepala kamu. Gak usah pake mikir…!!!”
“Gampang rambutmu gondrong kuwi, mz”, batinku…
Omaigot, sengefens ngefens nya saya sama Mas Seno. Saya berani bilang kalo ungkapan belio itu absurd dan nggak masuk akal. Kalimat semacam itu cuma sekedar motivasi penuh bullshit bagi jiwa jiwa yang labil, persis kayak bacotnya Mario Teguh. Tapi ya saya beraninya cuma ngomong dalam hati.
Sebab meskipun ndableg, gini gini saya juga dulunya pernah ngaji kitab Akhlaq Lil Banin. Dalam kitab itu disebutkan bahwa seorang murid pantang membantah apa yang diajarkan oleh gurunya. Murid harus bersikap sami’na wa atho’na. Mendengar dan mengiyakan. Perkara nanti si murid melakoni atau tidak, itu urusan lain. Hehe…
Lha gimana, Mas Seno bisa ngomong gitu soalnya situ kan femes, udah bikin banyak buku, dosen merangkap rektor sebuah kampus dengan riwayat pendidikan professor, udah gitu rambutnya gondrong dan banyak ubannya pula. Kurang berwibawa apa coba belio ini. Situ mau ngomong teori paling ndobos sekalipun, saya cuma bisa ngangguk angguk. Saya sadar siapalah diri saya ini. Saya hanyalah seonggok debu di antara 18 yuta subscriber Atta Halilintar.Saya ini fana dan tak berdaya…
Sementara di belahan dunia lain, seorang penulis fiksi kontemporer bernama Neil Gaiman konon pernah berfatwa :
“Being a writer is a very peculiar sort of job. It’s always you versus a blank sheet of paper and quite often the blank piece of paper wins”.
Tuh kan, seorang Neil Gaiman aja bilang betapa sulitnya menjadi penulis. Sebab meskipun sama sama berstatus sebagai penulis fiksi kontemporer, Neil Gaiman lahir di Inggris dan bicara pake Bahasa Inggris. Sementara Mas Seno itu cuma lahir di Amerika dan bicara pake Bahasa Indonesia. Dan kita sama sama tahu, bahwa dulu Inggris menjajah Amerika dan juga Indonesia. Jelas saya lebih percaya omongan penjajah ketimbang yang dijajah. Inggris bisa jadi penjajah karena mereka lebih adidaya dan dominan. God save The Queen…!!!
Mungkin kamu bisa bayangkan, jangankan kok bicara soal kerangka dan struktur penulisan yang baik dan benar, untuk memulai kalimat pertama aja susahnya Naudzubillah.
Para penulis itu seringkali harus melewati ritual nyalain laptop – duduk – ngelamun – nulis – hapus – ngabisin quota buat browsing referensi - nulis lagi – sok mikir - hapus lagi – rebanan gegoleran di kasur sambil kakinya ngisik isik sprei – duduk depan laptop – bikin kopi – duduk ngelamun – nulis setengah halaman – jalan jalan di taman – jajan tahu bulat digoreng dadakan - duduk ngadep laptop lagi lalu pencet CTRL+A kemudian delete. Gitu gitu aja terus sampe undur undur jadi jalan maju, tapi tulisan gak kelar kelar.
Itu baru problem kreatif penulisan. Belum lagi urusan mau diapakan dan dikirim kemana setelah tulisan jadi biar bisa dapat honor. Tentu akan jadi bukan masalah kalau hanya untuk konsumsi pribadi.
Tapi jika memang berniat untuk dikirim ke sebuah platform media daring, keputusan ini harus diikuti dengan langkah dan strategi yang lebih hati hati. Karena kebanyakan redaktur media itu malas dan manja mensyaratkan penulis sudah harus melakukan penyuntingan dasar yakni dengan memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, mulai dari tanda baca, besar kecil huruf, penggunaan istilah asing dan hal hal mbelgedes lainnya.
Bahkan sampai di titik ini, saya masih belum juga menemukan cara untuk menutup tulisan ini.
Nah makanya, dengan kesulitan sedemikian besar dan honor yang nggak seberapa, sebagai penulis amatir, saya hanya berusaha mengingatkan kepada para amatir lainnya agar membuang jauh jauh impian untuk menjadi penulis. Percaya deh, profesi penulis itu tidak ada dalam daftar menantu idaman. Profesi ini juga gak menjamin kalo kamu bakal jadi kaya. Kalo mau kaya jangan jadi penulis. Mendingan nyupang babi ngepet. Atau setidaknya ternak lele aja.
Perlu diwaspadai, jangan pula percaya pada iming iming kutipan yang berbunyi : “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Prek lah. Dobol thok pokoknya…
Mumpung sempat, sebelum film film yang diangkat dari novel Pramoedya itu dirilis dan linimasa media sosial jadi bertabur kata kata mutiara yang terdengar bombastis dan heroik padahal menyesatkan itu. Mari kita kita bergandeng tangan dan kuatkan tekad untuk menjadi peternak lele.
Mungkin seorang peternak lele tidaklah abadi, tapi setidaknya dia bisa dapat bathi…
Kiat-kiat Menjadikan Anak Penghafal Alquran
Kiat-kiat Menjadikan Anak Penghafal Alquran
Ulangi terus selama 1 bulan. Jadi dalam waktu 1 bulan 1 juz diulang sebanyak 150 kali. Maka waktu yang diperlukan untuk menamatkan memperdengarkan Al-Quran sebanyak 30 juz hanya 30 bulan, yaitu 2,5 tahun. Ketika anak kita usianya 2,5 tahun dia sudah mendengarkan Al-Quran 30 juz sebanyak 150 kali.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2Um9FSc
Melihat 3 Hal untuk Menentukan Seseorang itu Layak atau Tidak Menjadi Pendamping Hidup
Memilih pendamping hidup bukanlah perkara sepele. Karena pendamping bukan sekadar patner tapi jua seseorang yang akan menemani kita sepanjang waktu, saat suka, duka, sedih, bahagia, gelisah, resah, kecewa, lara, dan berbagai macam perasaan yang mendera.
Dia yang akan berproses bersama kita menempuh jalan yang panjang, menggandeng tangan tatkala melangkah, menjadi sandaran ketika lelah, jadi kemudi saat hilang arah. Bila jatuh dia mengulurkan tangan untuk bangkit kembali, bukan meninggalkan. Bila di puncak dia mengingatkan agar jangan terlena, bukan membuat semakin lalai. Dia mampu menjadi bahu saat air mata berderai, dia tempat bercerita saat gulana menyesaki dada. Membantu dalam kebaikan dan bagai alarm saat dalam kekhilafan.
Berikut ini ada tiga hal penting untuk menilai seseorang, apakah dia layak untuk kita pilih sebagai pendamping atau justru sebaliknya. Tiga hal yang menjadi komponen utama kepribadian seseorang.