Akhir-akhir ini lagi diingatkan banget tentang kematian, mulai dari berita kematian yang muncul, hingga diberi kesempatan untuk ikut kajian dengan tema serupa. Mungkin inilah saatnya untuk kembali diingatkan, bahwa hakikat dari hidup ini adalah untuk 'kembali' ke kehidupan kita setelah kematian.
Akhir-akhir ini pula merasa begitu banyak hal yang terjadi kepadaku, yang senantiasa aku doakan agar segala hal yang terjadi dapat membuatku bersabar dan bersyukur atas segala ketetapanNya. Begitupula doaku agar senantiasa 'diingatkan' ketika mulai jauh dariNya.
Bagi aku yang jarang banget sakit dan sekalinya sakit ga lama, maka kali ini rekor sakit terlama yang aku rasakan. Sakit yang obatnya hanyalah tenang dan menerima sakit tersebut hingga nanti ia akan pergi dengan sendirinya. Bisa jadi lebih cepat, bisa jadi lebih lama penyembuhannya. Bagiku, ini adalah sebuah peringatan yang Ia berikan untukku yang selama ini 'terlena'.
Jawaban atas doa-doaku yang meminta untuk jangan pernah meninggalkan diriku terlena dan terjerembab ke dalam dosa yang terus menerus. Mengingatkan bahwasanya sakit yang dirasa hanyalah sepersekian sakitnya dari apa yang akan dirasakan kelak di neraka. Bahwa sakit yang Ia berikan merupakan ujian bagiku dan apakah aku dapat melaluinya.
Selama 2 bulan ini diajak untuk mengingat kembali nikmat kulit yg normal, tangan yang dapat beraktifitas dengan baik, serta tubuh yang tidak mudah lelah sebelumnya.
Selama 2 bulan ini diingatkan kembali untuk bersyukur bahwasanya masih memiliki tubuh yg lengkap, sehat fisiknya serta waktu istirahat yg lebih banyak.
Namun, saat melihat tangan ini lagi, ketika ia mulai terkelupas satu per satu dan kembali digantikan dengan kulit baru, serta luka karena lipatan kering saat bergerak, membuatku sadar bahwa inilah kafaratku di dunia..
Inilah yang harus aku rasakan dan semoga meringankan hukumanku di akhirat kelak..
Inilah yang harus aku terima sebagai bentuk Allah kabulkan doaku untuk senantiasa kembali padaNya..
Inilah yang harus aku syukuri karena sakit ini membuatku senantiasa mengingat akan datangnya kematian yang dapat hadir kapan saja..
Maka ketika rasa sakit ini mulai merambah ke tempat yang belum terkena sebelumnya, disitulah aku yakin bahwa semua ini akan berlalu..
Semua ini hanyalah ujian yang begitu kecil jika dihadapkan dengan ujian orang lain..
Bahwasanya apa yang kini menjadi rasa sakitku merupakan ujian yang aku pasti sanggup melaluinya..
Nulis di sini karena udah lama ga ngeluh tanpa ada manusia yang mendengarkan, mencoba merefleksikan diri dan menjadi Izzati sendiri tanpa gelar/peran yang ada kini. Karena udah cukup lelah ketika sakit ini datang, maka peran Izzati yang lain harus senantiasa menguatkan untuk dapat terus menjalani peran.
Udah lama ga nulis jadi canggung plus berantakan.. semoga suatu saat nanti bisa nulis lagi dengan lapang.. 😂
Serasa dikuliti satu per satu 😂
Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah...