Akhirnya Ngomongin Pemilu
Er, lu pilih siapa? Er lu golput ya? Lu cebong apa kampret?
Emang entah kenapa gue selalu menerima pertanyaan, "lu pilih siapa?" "Kalo si A gimana er, kalo si B?" Mulai dari pemilihan ketua OSIS pas masih sekolah, pemilihan ketua DEMA, pilgub, sampe pilpres 😂
Dari dulu gue emang gak pernah tertarik untuk masuk dan terjun langsung ke dalam politik praktis. Puyeng gue. Penuh drama. Cukup drama Korea aja lah yang memenuhi hidup gue. Gue pun gak pernah secara eksplisit "memamerkan" pilihan politik gue. Makanya temen-temen gue pada kepo kali ya, si Erika diem-diem bae. Dan mungkin juga ada dari mereka yang mikir si Erika masih waras lah, rada netral bulan timses, jadi bisa ditanyain.
Baiklah mari lanjutkan ...
Sejak 2014, suasana politik di Indonesia tuh makin lama makin bikin penat. Hoaks di mana-mana. Orang-orang pada berantem cuma gara-gara beda pilihan politik. Gampang banget bilang orang auto kafir, auto dosa, auto masuk neraka, auto komunis, auto anti pancasila. Sentimen SARA dimainin terus. Hashhhhh gini amat sih.Udahan dongg!!
Then, I’ll give you some tips for the election day! Biar ga pusing karena isu-isu tadi
1. Cari informasi valid sebanyak mungkin
Seperti yang sudah gue bilang sebelumnya bahwa dari pemilu 2014 suasana politik sudah semakin gak enak, banyak hoaks dan kampanye hitam. Jadi, bagi kalian yang ingin mencari informasi terkait capres-cawapres ataupun caleg (iya jangan lupa kalian juga harus nyoblos caleg!) carilah sumber yang terpercaya dan tolong jangan tanya sama fans fanatik salah satu calon karena biasanya mereka udah ga rasional gaes haha ciri-ciri fanatik gimana? tidak menerima kritik, gampang termakan hoaks, bagi mereka lawan adalah musuh yang selalu salah, emosian dan cenderung menonjolkan kejelekan lawan dibanding kebaikan calon yang didukung. Kalau ada temen kalian yang gini, gak apa-apa tetep temenan aja, tapi ga usah didengerin.
Salah satu website yang bisa kalian buka adalah pintarmemilih.id, di situs ini kalian bisa mencari data terkait visi-misi capres-cawapres, caleg, dan partai perserta pemilu. Meski masih info-info dasar tapi ini bisa jadi langkah awal yang baik untuk mengenal calon yang akan kita pilih. Di situs ini juga ada panduan bagaimana cara untuk memilih 17 April nanti.
Nah, setelah mengenali info-info dasar, mulailah cari informasi lainnya, mulai dari latar belakang hingga rekam jejak. Karir sebelumnya gimana? Pencapaiannya apa saja? Pernah kesangkut kasus ga? Kasus apa? Ingat ya sumbernya yang VALID, jangan dari broadcast ga jelas sumbernya di media sosial atau postingan yang banyak tanda seru sama capsloknya, sudah jangan dibaca yang kaya gitu sih. Situs-situs berita dalam dan luar negeri bisa dijadikan referensi, loh kok luar negeri juga? Agar kita tahu dari semua presfektif untuk berita-berita yang memang menarik perhatian dunia. Selain itu kalian juga boleh coba baca-baca bagimana pemilu di negara-negara lain, ya biar cukup tahu aja kalau politik musingin itu ga cuma di negara lu doang haha
Tambahan: Gue kasih tau situs berita yang saat ini paling sering gue baca setiap harinya deh ada dua sekarang favorit gue, BBC dan Tirto.
2. Jangan pilih mantan koruptor! Lihat juga latar belakang dan rekam jejak partainya
Ingat jangan pilih calon-calon yang pernah terlibat kasus korupsi ya, kalau caleg nih bisa dilihat di sini. Bagaimana pun juga nama-nama tersebut sudah pernah terbukti menyalahgunakan wewenang dan jabatannya. Mau keulang lagi?
Sedangkan untuk capres-cawapres ehm memang tidak ada ya yang mantan “pemakai rompi orange”, tapi kalian bisa cari-cari bagaimana pandangan mereka terhadap korupsi. Selain itu, karena mereka juga memiliki bisnis coba cari tahu selama ini rekam jejak bisnisnya bersih atau tidak hehe ya memang sulit sih, tapi dicoba saja cari dulu.
Untuk memilih caleg kalian juga mesti memperhatikan visi-misi yang diusung partainya, karena badan legislatif itu bekerja secara kolektif tidak individual. Perhatikan isu apa yang akan mereka perjuangkan nantinya, bagaimana pandangan umum partainya, apa program yang ditawarkan, masuk akalkah? Pentingkah? Tepat sasarankah?
3. Bantu ciptakan suasana yang lebih baik dan kondusif
Gimana caranya? Balik lagi ke hoaks, jangan percaya hoaks dan jangan sebarkan hoaks. Sepertinya mudah sih, tapi coba deh tengok kiri kanan masih banyak kok yang percaya, karena gak jarang yang provokatif bikin hoaks itu seorang tokoh yang dipercaya masyarakat atau setidaknya dipercaya netizen. Jadilah netizen cerdas, jangan percaya begitu saja apa kata “influencer”, dan oiyaa banyak netizen yang bikin drama sendiri, ya orang posting apa terus komentarnya apa, nah jangan terbawa provokasi komentar-komentar seperti itu gaesss.
4. Hargailah perbedaan
Ini tuh penting dan sangat mendasar tapi sering dilupakan. Coba berapa banyak keluarga yang ga harmonis gara-gara beda pilihan? Berapa banyak tetangga yang gak saling sapa lagi? atau yang paling banyak adalah netizen yang berantem ga jelas di medsos.
Guys, gue punya teman, sahabat malah, bagi gue keluarga dia itu panutan. Kenapa? Pilihan politik dalam satu rumah itu beda, beda banget, tapi tetap kompak sebagai keluarga. Gak pernah tuh gue lihat temen gue update status berantem sama emaknya, yang ada malah update foto dengan simbol yang berbeda. NAH gitu dong netizeeen, enak kan lihatnya.
Hargailah teman, kawan, sahabat, keluarga yang beda pilihan. Masa gara-gara pemilu doang silaturahmi jadi rusak :( nga lucu ah kalian :(
Bagi gue sih termasuk hargai orang yang golput. Golput itu adalah pilihan, itu hak orang, pilihan masing-masing. Ketika melihat orang memilih golput, harusnya kita instropeksi diri, berarti ada kelompok yang merasa diabaikan dan tidak dihargai kepentingannya, ada kelompok yang tidak puas dengan kondisi politik dan pemerintahan sekarang.
Jadi elu pilih siapa er? RAHASIA hahaha
Lagi pula gue sekarang sudah jadi bagian dari ASN, harus netral dihadapan publik daan ya pilihan gue adalah untuk merahasiakn pilihan poltik gue, itu hak gue dong! Lagi pula kan pemilu katanya pas gue belajar di SD sih luberjurdil :)) Yang pasti akan ada yang tidak gue pilih hahaha *yaiyalaah err
Baiklah terakhir dari gue, pilihlah sesuai hati nurani kalian, karena sesungguhnya tidak pernah ada yang bisa adil dan mengakomodir semua keinginan publik, akan selalu ada kelompok yang tidak puas, hanya Tuhan yang bisa berbuat adil.
Selamat menyongsong 17 April 2019! Gue kasih bocoran juga nih, akan banyak diskon guyss !! haha










