Ibu Hamil pun Butuh Tomkins!
Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris, “You can’t really understand another person’s experience until you’ve walked a mile in his/her shoes.” Kebenaran ungkapan ini baru saja saya rasakan setelah selama 8 bulan terakhir merasakan pengalaman hamil. Selama ini, saya hanya “sekedar tahu” tentang suka duka kehamilan dari ibu saya, kerabat saya, dan teman-teman saya yang pernah hamil. Namun, baru kali inilah saya benar-benar memahami bagaimana perjuangan seorang ibu dalam misinya membawa calon manusia baru agar dapat dilahirkan dengan sehat dan selamat di muka bumi ini.
Salah satu tantangan yang dirasakan ibu hamil yang baru benar-benar saya pahami sekarang adalah berbagai kendala yang kami hadapi terkait memilih alas kaki, khususnya di bulan-bulan terakhir kehamilan. Pada masa ini, perut kami semakin membesar, sehingga panggul dan kaki kami kadang tidak kuat untuk menahan berat yang harus kami bawa ke mana-mana. Tidak jarang, kaki-kaki para ibu hamil pun jadi membengkak. Sepatu-sepatu cantik yang dulunya terlihat bagus dan terasa nyaman dipakai ke mana-mana pun mendadak menjadi sebuah siksaan tersendiri bagi banyak ibu hamil. Memang sepatu-sepatu perempuan itu kan identiknya ramping-ramping dan imut-imut ya. Tapi, untuk kenyamanan pergerakan ibu hamil, kadang sepatu-sepatu feminin ini tidak dapat digunakan dengan maksimal selama masa kehamilan.
Saya pun merupakan salah satu dari banyak ibu hamil yang merasakan kendala dalam memakai sepatu-sepatu feminin ini. Memang, saya tidak memiliki sepatu yang ramping dan berhak tinggi, karena memang postur tubuh saya yang tidak terlalu langsing tidak memungkinkan saya untuk memakainya. Hehe. Akan tetapi, saya juga memiliki sebuah wedges, sebuah sandal berhak, dan dua buah flat shoes feminin. Sejak saya menikah, saya tidak memiliki sepatu lain selain keempat sepatu itu karena mobilitas saya yang terbatas sebagai ibu rumah tangga dan sekali-kali sebagai dosen ini juga tidak menuntut saya memiliki sepatu-sepatu yang sporty.
Namun, siapa yang sangka, setelah hamil, saya makin merasa sulit menggunakan wedges dan sandal berhak yang saya miliki. Beberapa bulan terakhir, saya paling merasa nyaman menggunakan flat shoes saja. Saya pikir tadinya, saya bisa bersabar saja menggunakan flat shoes. Toh, setelah melahirkan, saya bisa dengan bebas pakai wedges dan sandal berhak lagi. Akan tetapi, flat shoes ternyata juga tidak cukup untuk saya.
Setelah bulan ketujuh kehamilan, dokter menyarankan saya banyak bergerak. Saya dianjurkan untuk berjalan keliling komplek perumahan paling tidak tiga puluh menit dalam sehari. Awalnya, saya mencoba menuruti saran dokter dengan berjalan beberapa menit menggunakan flat shoes. Namun, perjalanan saya tidak terasa begitu nyaman karena jalan di sekitar komplek perumahan saya masih berliku-liku, mengalami beberapa kerusakan, dan belum diaspal. Kalau hanya beberapa menit saja, mungkin saya tahan berjalan dengan flat shoes dalam keadaan hamil di tengah jalanan yang terjal itu. Namun bagaimana saya dapat melakukannya selama 30 menit? Saya pun berpikir, “flat shoes saja tidak cukup.”
Pada saat memasuki bulan kedelapan kehamilan, saya mulai berpikir untuk mencari sepatu sporty yang bisa menemani saya berjalan pagi demi menjaga kesehatan kehamilan saya. Seperti halnya ibu-ibu lain, saya melakukan observasi dulu sebelum membeli. Beberapa merk saya teliti. Sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah merk yang waktu masa saya sekolah dulu belum jadi pertimbangan saya untuk memilih sepatu-sepatu sporty. Awalnya, ketika menjelajah situs resminya di www.tomkins.id, saya merasa “wah, ini sepatu untuk anak muda.” Tentu saja, karena dari model-model sepatunya, kita mendapatkan kesan “trendi, kasual, dan gaul.” Namun, saya yang belakangan menyukai warna merah muda, mulai “naksir” dengan berbagai model sepatu Tomkins untuk wanita yang banyak dihiasi dengan warna pink.
Karena sudah terlanjur suka dengan model-model sepatunya, saya memutuskan membeli Tomkins. Saya ingin meminimalisasi penggunaan kartu kredit, jadi saya hanya menggunakan situs resmi Tomkins sebagai referensi model dan harga saja, bukan untuk pembelanjaan online. Alhamdulillaah, harga-harga yang terpapar di situs Tomkins pun terjangkau dan cocok dengan kantong saya. Saya pun tidak ragu untuk mencoba mencari lokasi store Tomkins terdekat yang bisa saya akses langsung.
Tidak sulit menemukan Tomkins di pusat perbelanjaan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jabodetabek. Saat itu, saya dengan cepat menemukan deretan Tomkins di salah satu Department Store. Awalnya, saya ingin memilih beberapa model untuk perempuan seperti Sorority dan Ratchet. Namun, ketika mencobanya langsung, ukuran yang ada kurang pas untuk saya. Sepertinya kondisi tubuh saya yang semakin besar saja pasca hamil ini memaksa saya memilih sepatu model laki-laki saja biar aman. Haha. Pilihan saya pun jatuh pada “Runner Grey Red.” Memang warna merah di sepatunya itu bukan pink, tapi warna merah di sepatu tersebut juga mirip dengan warna fuschia yang sangat saya sukai. Selain itu, perpaduan warna merah dan abu-abu di sepatu itu juga terlihat elegan dan cocok untuk laki-laki dan perempuan. Selain karena saya merasa cocok dengan model dan warnanya, saya juga merasa nyaman ketika mengenakan Runner tersebut. Model sepatu seperti ini sangat cocok dibawa berjalan di arena yang terjal seperti jalanan di daerah komplek rumah saya.
Alhamdulillaah, akhirnya sekarang saya sudah bisa membawa pulang Runner Grey Red seperti yang saya pos di foto-foto di atas. Semoga sepatu ini bisa menemani saya jalan-jalan pagi demi menjaga kesehatan kehamilan saya. Terbukti, ternyata bukan hanya anak muda dan anak sekolah saja yang butuh Tomkins. Ibu-ibu hamil pun ternyata butuh Tomkins! Sepatu yang satu ini memang sangat well-recommended!
http://www.twitter.com/mytomkins
http://facebook.com/mytomkins
dan tentunya www.tomkins.id