**Jejak Kesenian Topeng Kalipare: Dari Kejayaan hingga Nyaris Punah**
Di dusun Kopral, Sukowilangun, Kalipare, Kabupaten Malang, sebuah warisan budaya bersejarah nyaris terkikis oleh zaman. Topeng Kalipare, kesenian Wayang Topeng yang telah berdiri sejak tahun 1917, kini hanya tersisa dalam kenangan. Abu Yamin, dikenal sebagai Mbah Wiji, merupakan tokoh kunci dalam kelahiran kesenian ini, belajar seni wayang topeng dari Ki Tjondro Suwono di Polowijen, sebelum mendirikan Grup Topeng Kalipare.
Di era penjajahan, Mbah Wiji tidak hanya berperan sebagai dalang, tapi juga sebagai pejuang, menggunakan seni sebagai bentuk perlawanan. Ironisnya, dia pernah mengajari tari kepada serdadu Belanda, menunjukkan seni sebagai jembatan antarbudaya.
Puncak kejayaan Grup Topeng Kalipare terjadi pada tahun 1940 hingga 1950-an, sering diundang tampil di Jawa Timur, termasuk Pendopo Kabupaten. Namun, keemasan ini pudar pasca-kemerdekaan, dengan tahun 1960-an menjadi awal kesulitan, dan pada 1970-an, kesenian ini hanya sesekali tampil, hingga akhirnya hilang. ( Nasai )
















