seen from China

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Syria
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Switzerland
seen from Albania
seen from Australia

seen from Albania

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from Brazil

seen from Switzerland

seen from Germany
seen from United States
20241018 Belajar Sambil Berkreasi! Haini ini Belajar membuat Topeng Sendiri, Mengenal Bentuk, Warna dan Mengekspresikan imajinasi dengan tangan sendiri. Seru dan Penuh Makna!
Bring the rich culture of Java into your home with this mystical allure: hand-carved and hand-painted Wayang Topeng mask. This classic work of art is crafted with love and craftsmanship by local artisans, where hand-eye coordination reigns supreme. A beautiful decorative element that embodies the tradition and preservation of lost art.
**Jejak Kesenian Topeng Kalipare: Dari Kejayaan hingga Nyaris Punah**
Di dusun Kopral, Sukowilangun, Kalipare, Kabupaten Malang, sebuah warisan budaya bersejarah nyaris terkikis oleh zaman. Topeng Kalipare, kesenian Wayang Topeng yang telah berdiri sejak tahun 1917, kini hanya tersisa dalam kenangan. Abu Yamin, dikenal sebagai Mbah Wiji, merupakan tokoh kunci dalam kelahiran kesenian ini, belajar seni wayang topeng dari Ki Tjondro Suwono di Polowijen, sebelum mendirikan Grup Topeng Kalipare.
Di era penjajahan, Mbah Wiji tidak hanya berperan sebagai dalang, tapi juga sebagai pejuang, menggunakan seni sebagai bentuk perlawanan. Ironisnya, dia pernah mengajari tari kepada serdadu Belanda, menunjukkan seni sebagai jembatan antarbudaya.
Puncak kejayaan Grup Topeng Kalipare terjadi pada tahun 1940 hingga 1950-an, sering diundang tampil di Jawa Timur, termasuk Pendopo Kabupaten. Namun, keemasan ini pudar pasca-kemerdekaan, dengan tahun 1960-an menjadi awal kesulitan, dan pada 1970-an, kesenian ini hanya sesekali tampil, hingga akhirnya hilang. ( Nasai )
Mengapa setelah ku jalani hidup ini tahun demi tahun, dewasa demi dewasa, aku merasa yang ku pelajari dari semuanya hanyalah mempertebal topeng. Tersenyum padahal diri sedang layu, tertawa padahal hati sedang ngilu, mengucap tidak apa padahal jiwa sedang hancur.
Ada beberapa orang yang senang menertawai kesengsaraan orang lain. Kamu, jangan begitu, ya. Karena kamu bisa sengsara, dan ada orang lain lagi yang bisa menertawaimu.
Dancing memories of Wayang Wong
Topeng
di luar sana ia tak pernah menampakkan sedihnya, namun di kamar tidurnya, di malam-malam dengan pikirannya yang berisik, tangisnya tak bisa ia tampik. lalu pagi datang, ia memasang kembali topeng pura-puranya agar seolah dunianya tak terlihat berantakan.
View On WordPress