Harapan tiap mau naik kereta, semoga ketemu orang yang dikenal di dalem sana. Dari kurun waktu 3 tahun bolak balik, akhirnya doanya terjawab juga. Segerbong sama kakak baik, tanpa sengaja.
seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from China
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States

seen from Singapore
Harapan tiap mau naik kereta, semoga ketemu orang yang dikenal di dalem sana. Dari kurun waktu 3 tahun bolak balik, akhirnya doanya terjawab juga. Segerbong sama kakak baik, tanpa sengaja.
N G A N J U K akhir perjalanan kuliner ada di Nganjuk....sudah deket Malang nih, tapi jangan lupa mampir ke kota kelahiran bapak dulu... . dan tak lupa makanan favenya itu pecel, suka ama pecelnya, karena pedeees...sedeeep dan encer coweeeer tapi tetep berasa waktu dimaem, btw...tahu ama tempe gorengnya juga enak lho biasanya ibu nyempetin beli mentahnya untuk diolah di rumah. . Tahu n tempenya iku kempes2 enak ngono lho rasane, ga iso dicritakno...digoreng karo minyak sithik lho yo matenge wapik. . balik ke pecel ya, disni biasanya menunya itu pecel pake nasi sama pecel opak (nasinya diganti krupuk goreng pasir itu lho). harganya muraaaaah bingits, sudah makan kenyang, masih bungkus 1/2 kg bumbu pecel, gorengan 10 cuma habis 50rban doang, enak banget kan nek kulineran ndek ndeso. . dan akhirnya perjalanan dari jakarta selesai. alhamdulillah..bapak ibu sehat semua, barang bawaan juga aman terkendali, jastipan juga aman, isi dompetnya yang giliran ga aman...😁😁😁... . . #lebaran2019 #triptojakarta #triptobandung #travelingnyabona #kulinernganjuk #ngajuk #pecel #pecelnganjuk #salad #traditionalsalad #indonesiakuliner #memomobona #like4likes #picoftheday (di Sonoageng Prambon) https://www.instagram.com/p/By7i9Pzp-0Z/?igshid=1bej1ivhwvli8
Balik Malang . berangkat pagi, waktu nasha masih tidur, biar ibu dan aku ga sedih pisah ma nasha...😁😁 . langsung masuk tol dan kluar di cirebon...hmmmm...nyampai di cirebon, sepanjang jalan jualan empal gentong, nasi jamblang dan nasi lengko. perut udah waktunya diisi, tapi pengen makan yang engga santan, karena selama lebaran santan melulu. . akhirnya nemu donk, warung biasa banget, jualannya lalapan lamongan gitu, tapi ternyata waktu qt masuk mereka jualan macem², akhirnya pesen sate kambing, sup iga & ama apa ya 1 lagi lupa, sejenis sup juga. . dan oh mai got, itu sate harga 75rb, kayak di resto bener, pdhl warung biasa pinggir jalan lho..makan bertiga kena 250rb, sedheng tu yg jualan, ngalah²in cafe kekinian ..tapi aq kok ya diem aja, dan pembeli yang baru dateng sempet dnger juga waktu si Ibu warung notalin makananq, dan mereka sempet kaget juga karena aq sempet nanya ulang habisnya berapa... . jian...mengambil kesempatan dalam kesempitan itu orang ya... . waktu nyampe malang, aq dikasi tau kalo ada warung viral juga karena harganya mahal, nah...sama tuh ama warung yang aq ceritain ini...sama² mahalnyoo.. . . #kulinercirebon #triptojakarta #triptobandung #travelingnyabona #picoftheday #lebaran2019 #like4likes #memomobona (di Pertigaan Kanci - Cirebon) https://www.instagram.com/p/By5Uszknfwv/?igshid=8k0efr56kkes
Afternoon Busway
Jakarta, 28 Juni 2011
Yang aku ingat waktu itu, busway penuh sesak. Terlalu penuh. Dan kondektur masih saja memaksakan penumpang masuk. Ku lihat arloji di tanganku. Jam pulang kerja.
Busway makin penuh. Lututku lemas. Aku sudah berdiri sejak beberapa jam yang lalu dan kini di dalam busway pun aku masih harus berdiri, dengan keadaan seperti ini.
Entah aku yang terlalu pendek atau orang-orang ini yang terlalu tinggi, aku merasa tenggelam di lautan orang dan kekurangan udara. Mataku mulai buram. Gelap. Aku merasakan lututku semakin lemas, kepala bagian belakangku sakit, dan udara yang aku hirup seperti semakin terbatas.
Aku terhuyung di tengah padatnya busway yang luar biasa. Seperti ingin menjatuhkan diri di lautan orang itu. Namun, tangan seseorang menahanku. Bukan bukan. Bukan seseorang. Dia pacarku.
Walau tangannya sudah menahanku, lututku sudah terlalu lemas untuk menopang tubuhku. Aku kembali terhuyung beberapa kali. Dia menarik bahuku dan merapatkan badanku ke badannya. Aku tertunduk lemas dipelukannya dan sepintas mendengar dia berbicara dengan seseorang. Entahlah, aku tidak ingat apa yang dia bicarakan. Hanya saja aku tau dan aku ingat bahwa dia berusaha melindungiku yang bodoh karena bisa-bisanya melemah di saat-saat seperti itu.
"Gue tuh khawatir ndut, khawatir! Takut elu kenapa-kenapa"