Selimut rindu untuk Ramadhan
Ahlan Ramdhan, Welcome holy moon.
Tak terasa, Ramdhan akan menghampiri kita. Tak terasa waktu mengalir begitu cepat, kita ingat kembali setahun kemarin kita berkumpul keluarga merayakan hari raya ummat Islam.
Yah, idul Fitri. Ketika dikatakan seperti itu dibenak kita, berkumpul bersama dengan keluarga, tetangga ataupun sahabat untuk menjalin ukhuwah atau hablum minannas.
Tapi, coba sejenak berfikir. Tak semua orang ketika dikatakan merayakan idul Fitri hati mereka berbunga-bunga , hati mereka bahagia.
Iyaa, mereka yang para sebagian orang tersebut bukan tak bahagia telah usai melewati bulan ramadhan. Mereka bahagia.
Tapi, dibalik kebahagiaan mereka, ada rasa sedih. Yaitu selimut kerinduan.
Kerinduan apa lagi, kalau bukan rindu bersama orang tua mereka Bersama ayah mereka, bersama ibu mereka yang telah menutup usia.
Kita yang belum kehilangan orang tua, mungkin belum bisa merasakan sakitnya ditinggal orang terkasih. Tapi mari, setidaknya kita memposisikan diri kita bagaimana jika Ramadhan tahun ini tak lagi bersama.
Anak yatim, piatu ataupun yatim piatu sangatlah berharap ketika takbir dikumandangkan mereka masih bersama ibu bapaknya. Memeluk mereka, mencium mereka dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Momen yang pernah terbangun, akan terbayang kembali ketika Ramadhan tahun ini dipeluk mata.
Bahagia memang sederhana.
Sesederhana ayah membangunkan makan sahur.
Sesederhana ibu memasakkan menu buka puasa
Sesederhana mencium mereka usai sholat.
Kebahagiaan memang sederhana, saking sederhana ia tak mampu dibeli dengan uang. Sampai tak jarang kita selalu meneteskan air mata kerinduan akan momen-momen itu.
Untuk kalian yang masih punya orang tua.
Bahagiakanlah ibu bapakmu.
Muliakanlah mereka.
Mohon maaf atas perkataan dan perbuatan yang menggores hati ibu bapakmu.
Sebelum waktu berkata lain, sebelum malaikat maut menjemput mereka.
Sebelum semuanya terlambat, karena penyesalan itu ada diakhir.
Untuk kalian yatim,piatu atau yatim piatu.
Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha.
Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.
Kalian tangguh, kalian mampu dengan ujian ini. Ingat, kalian tidaklah sendirian. Jauh dibawah kalian masih ada orang-orang yang lebih besar ujiannya.
Selimut rindu yang membalut diri kalian, singkirkanlah sejenak dengan berkumpul bersama keluarga. Kita masih punya adik,kakak,tante, paman, sepupu ataupun kerabat kita.
Jikalaupun kalian merasa sendiri, kalian tidaklah sendiri. Ingat, ada Allah sang pemegang hati. Dekapkan mereka dengan doa disujud-sujud kalian. Sampaikan bahwa kalian ingin bertemu kembali di kehidupan selanjutnya. Dan dengan kehidupan yang sebaik-baiknya kehidupan.
-thecrysanthemum
















