#Tugas2 #KJDB1 #KelasJagoDesain #CaraMudahBelajarCanva https://www.instagram.com/p/CBfnMYphdTT/?igshid=6yviikfkhc61

#batman#dc#dc comics#bruce wayne#dick grayson#tim drake#batfamily#batfam#dc fanart





seen from Türkiye
seen from Argentina
seen from Finland
seen from Austria
seen from China

seen from United States
seen from Poland
seen from United States
seen from Costa Rica
seen from United States
seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from Saudi Arabia

seen from China
seen from Yemen
seen from United States
seen from Germany
#Tugas2 #KJDB1 #KelasJagoDesain #CaraMudahBelajarCanva https://www.instagram.com/p/CBfnMYphdTT/?igshid=6yviikfkhc61
"petarung yang kalah itu biasanya adalah petarung yang sudah berpikir tak pantas menang" -Napoleon Bonaparte- Karena menurut saya, orang yang tidak pernah mencoba maka tidak akan pernah tau apa yang akan di dapat. Baik itu kesuksesan maupun kegagalan, sesuatu yang hasilnya baik harus di lewati dengan perjuangan yang keras, dan orang yang selalu berpikir "saya tidak bisa" maka akan membuahkan hasil yg terucap dari katanya sendiri "yaitu kegagalan" mending mencoba dari pada tidak sama sekali, menang kalah itu biasa, sukses dan gagal itu wajar, selama ada usaha dan doa. Berfikirlah kita pantas untuk menjadi pemenang karena kesempatan itu di miliki oleh semua orang. -1471880- #tugas2 #vlog
Deret pada Qbasic
Klik untuk melihat hasil codingannya (x)
karakter
Mungkin sekitarnya lebih mengenal dia dengan panggilan pak g, bukan karena dia sudah tua, bahkan ia pun seorang gadis normal dengan tinggi semampai dan anggun. Mempunyai nama lengkap ganiar darmawanti serta jiwa optimis yang tinggi, suka menolong dan sangat baik etos kerjanya menjadi muasal nama panggilan itu. Pak g adalah mahasiswi tahun pertama sebuah universitas negeri yang dikenal punya sistem ospek paling keras dan dengan jangka waktu paling lama se antero nusantara. Dalam balutan ospek itu, banyak pula kakak tingkat yang sering iseng pada angkatan yang dalam masa pelatihan, seperti memberi pertanyaan yang sama sekali tidak ada jawabannya, penugasan yang tidak masuk akal, pun jam-jam kumpul yang sering kali tak dapat dinalar. Dalam setiap kegiatan itu pak g selalu ada dan menjadi tameng bagi angkatannya. Para kakak tingkat dibuat-nya selalu berfikir keras ketika pak g ada di setiap situasi pengkondisian. Bagi angkatannya dia adalah cahaya, karena tanpanya, yang ada hanyalah kemarau sunyi.
Untuk project yang baru bisa di cek ya https://www.instagram.com/titikkomapro/ 😄 #Tugas1 #Tugas2 Fighting 💕 (at Sumbersari Malang)
Coming Soon for New Project... Stay Tune in my IG 😄 Sub unit @titikkomapro #DashotUMM2017 For #Tugas1 & #Tugas2 @labikomumm @komunikasiumm @ummcampus @ummstory64 @mahasiswaumm
Character
Tugas 2
Kenny seorang mahasiswa berusia 23 tahun. Kurus cungkring yang memiliki watak santun, sopan, dan ramah. Kemeja santai polos menjadi pakaian khas-nya sehari-hari. Wajah nya selalu segar dengan sifat yang tenang dan cerdas dengan logat jawa sedikit medok selalu membuat hari-hari temannya menjadi lebih lembut. Bermain music khusus-nya drum merupakan hobi nya sejak kecil. Novel-novel klasik adalah buku favoritnya yang selalu dia bawa untuk mengisi waktu senggangnya. Tidak memilki pekerjaan tetap karena masih ingin menikmati nyamannya dunia.
Permasalahan
Setelah menyiapkan stick drum dan topi di tas nya, rokok di kantongnya dia siap berangkat ke studio. Lalu tak lama kemudian Hp-nya berdering menandakanrapat yang akan dimulai 30 menit lagi. Terdiam di pintu rumah memikirkan bagaimana dia bisa lupa tentang rapat itu. Wajah panik dan bingung seakan-akan membuat waktu berjalan elbih cepat. 2 misscall dari teman band nya seakan membuatnya harus datang ke studio dengan segera untuk latian, tetapi di sisi lain dia juga tidak bisa absen untuk rapat tersebut. Tak lama kemudian dia kembali ke dalam, menyeduh teh dan duduk tenang seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Sifat yang tenang seperti biasa membuatnya selalu bisa mencari jalan meskipun tidak ada jalan.
Kicauan Twitter: Informasi yang Tidak Penting
Ruang publik atau public sphere menurut Habermas adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada seluruh realitas kehidupan sosial yang memungkinkan masyarakat untuk bertukar pikiran, berdiskusi serta membangun opini publik secara bersama. Ruang publik tidak hanya diasosiasikan pada keberadaan ruang sosial secara fisik, namun juga menyangkut institusi sosial beserta saluran komunikasi yang memungkinkan publik untuk dapat menyalurkan opini atau pendapatnya secara bebas tanpa tekanan dari negara.
Pemahaman ruang publik dapat diartikan juga sebagai penciptaan ruang sosial di antara negara (state) dan masyarakat (civil society), di dalamnya setiap warga negara dapat terlibat dalam pertukaran pikiran dan berdiskusi bersama untuk membicarakan urusan publik tanpa harus berada dalam kontrol dan intervensi negara maupun kekuatan ekonomi.
Penempatan ruang publik di media seharusnya diposisikan steril dan netral dari berbagai tekanan yang mempengaruhinya agar dapat menjalankan fungsi ruang publiknya secara ideal. Namun dalam kenyataannya hal itu tidak dipraktikan dengan baik apalagi di Indonesia.
Contoh kasus:
Pada tahun 2013 lalu melalui twitternya Farhat Abbas menghina Ahmad Dhani tak becus dalam mengasuh anak-anaknya. Farhat juga berkomentar sinis soal Dhani yang mengaku bangkrut akibat harus menanggung korban kecelakaan. Namun Ahmad Dani tidak meladeni hal-hal seperti itu. Tersulut emosinya, Al dan El pun menantang Farhat untuk naik ke ring tinju. Gerah dengan ocehan Farhat Abbas, dua putra Dhani, Al dan El geram. Dua putra Dhani yang sudah lama menekuni ilmu bela diri itu mengaku siap pasang badan melawan Farhat begitu mengetahui sang ayah dimaki Al dan El menantang Farhat Abbas untuk duel di atas ring tinju karena kesal ayah mereka dihina.
Kasus di atas termasuk dalam jenis masalah ruang publik yakni, trivialiasi. Banyak pemberitaan yang muncul yang memberitakan kasus tersebut dari mulai di televisi, media cetak, media baru (internet), dan bahkan menjadi topik perbincangan yang populer di media sosial. Padahal kasus tersebut sangat tidak penting dan tidak layak untuk diinformasikan di ruang publik kepada khalayak banyak. Kasus Farhat dengan anak-anak Dhani ini sebenarnya masalah pribadi yang bisa diselesaikan dengan cepat dan tenang tanpa harus di-blow up ke media. Terlebih mereka juga merupakan public figure yang mencari sensasi agar lebih terkenal. Media yang menjadikan kasus ini sebagai headline berita nampaknya masih kurang paham kegunaan dari ruang publik.
Tak heran bila kasus trivialisasi ini sudah sering terjadi di Indonesia. Kasus-kasus sepele dan tidak penting justru malah mendapat ruang yang lebih untuk diberikan kepada khalayak ketimbang kasus-kasus yang informatif. Hal ini menyebabkan khalayak akan bingung dengan terpaan informasi yang diterimanya.
Sumber:
http://www.tribunnews.com/topics/farhat-abbas-vs-anak-ahmad-dhani