Seperti hujan yang turun tanpa kompromi. Pesona lugumu menghapus semua kenangan hingga yang tersisa hanyalah saat ini dan dirimu. Jadi boleh aku mengucap 'terima kasih' ? Sebab keraguan itu luruh bersama jatuhnya dirimu yang semakin deras. Tapi tetap saja aku dan kau bukan siapa-siapa. Keraguan boleh tiada, tapi kepastian juga harus segera. Maka maafkan aku yang di sini sini saja karena tidak bisa apa-apa. Seperti hujan yang datang tiba-tiba. Seketika kau hadir di hidupku, mewarnai hari-hari yg mulai sunyi. Tak ada kata yg kau ucap, tak ada bait yg kau kirim, tp pesan itu sampai padaku: berlarilah bersamaku, merintik di dedaunan, terserap ke dlm tumbuh-tumbuhan, atau mengalir ke samudera. Kau rayu aku dgn kelembutan, dan aku menyerah. Aku ingin hanyut dgnmu tp tak bisa. Maka biarkanlah saja aku menjadi bunga, yg turut menyicipi segarnya tetesanmu meski barangkali tak ikut hanyut ke laut. Adakah kau merasakan ketakberdayaan itu?




















