Pasca amnioreduksi atau penyedotan cairan berlebih dari rahim ku (lebih tepatnya dari plasenta Aluna), terjadi kontraksi hebat yang bisa mengakibatkan kelahiran spontan. Berbagai cara dokter lakukan untuk mempertahankan bayi ku yang baru berumur 26 minggu ini agar tetap dalam kandungan, agar berat nya cukup, agar mereka mempunyai tingkat kehidupan yang tinggi nantinya. Bayi dengan berat 490 gr dan 550 gr kemungkinan hanya 26% hingga 28% tingkat hidupnya. Ya Allah.. dada ini terasa sesak dan ternyata obat anti kontraksi yang diberikan dokter tidak mampu menahan kontraksi yang terjadi. Hilang sebentar tapi muncul lagi. Begitu seterusnya. Mulai dari pembukaan 1 cm, pembukaan 3 tebal, hingga 4 ke 5 dokter akhirnya menyarankan melahirkan hari itu juga. Adalah 9 Maret 2017 lalu, saya melahirkan bayi kembar saya. 26 minggu. Prematur. Normal. Bahagia. Beberapa menit kemudian, bayi kedua saya meninggal.. hancur rasanya hati ini. Bayi ku yang malang kini menjadi malaikat kecil disana. Ditambah rasa penyesalan yang mendalam karena tidak sempat menimang dan mencium Aluna, ya aku memberikan nama untuk bayi kembar kedua ku yaitu Fadhiah Aluna Dwitomo yang berarti Keturunan Dwitomo yang terlindungi/dilindungi (Allah), dan benar saja Allah sangat melindungi Aluna, Allah sangat menyayangi Aluna. Mungkin aku sudah sedikit menyiapkan hati untuk menerima kenyataan jika suatu saat Aluna harus di ikhlaskan, karena sebelumnya Aluna sudah divonis ada kelainan ketika masih berada dalam rahimku oleh dokter. Aluna menderita hidrops fetalis yaitu kelebihan cairan ketuban akibat kelainan genetik/kromosom, ketidakcocokkan darah antara ibu dan janin bayinya..ya aku pun kurang faham dengan istilah-istilah dokter atau penjelasan dokter, pikiran ku kacau waktu itu, cuma ingin menangis sejadi-jadinya waktu tau salah satu bayi kembar ku bermasalah, satu kalimat dokter yang aku mengerti adalah "kita selamatkan yang masih normal/sehat, kita fokus agar yang tidak normal ini tidak membahayakan saudara dia yang normal." ya Allah, dunia serasah runtuh..💔💔💔 Saudaranya Aluna, atau kakaknya Aluna aku beri nama Alana, Fathiah Alana Dwitomo yang berarti Putri pertama Dwitomo yang adil. Alana sehat dan diupayakan oleh dokter anak agar selamat mengingat Alana dan Aluna yang lahir kurang bulan dan kurang berat badan normal. Yah, harapan terakhir ku ada pada Alana. Selang 3 hari Aluna pergi, 3 hari pasca melahirkan, aku diijinkan pulang karena keadaan mulai membaik. Alhamdulillah aku bisa melihat dedek Alana. Menjeguk dedek Alana di ruang NICU, ya Allah hati ini kembali hancur melihat selang terpasang disana sini di tubuh Alana, ditubuh sekecil itu, ya Allah pasti sakit, cuma bisa menangis melihat bayi sekecil itu harus berjuang..ya Allah kuatkan hati hamba.. tak disangka, malam sehabis pengajian buat Aluna, suamiku ditelpon dokter yang mengabarkan keadaan Alana mulai menurun, ada pendarahan di otak. Astaghfirullah.....apa lagi ya Allah, saya gak kuat.... Sesampainya di RS, Alana sudah gak ada, Alana pergi, ya Allah.. aku hanya bisa menangis memeluk mencium Alana sebanyak banyaknya. Satu hal yang aku sadari adalah ternyata Alana menunggu ku, Alana bertahan selama itu dari sakitnya akibat selang-selang infus hanya untuk aku, biar bisa melihatnya, Alana menunggu ibunya melihatnya, Alana mungkin sudah gak kuat menahan sakit. Sebelum Alana pergi menemani Aluna adiknya, Alana sempatkan menunggu ibunya melihat dia..sungguh Alana menjadi kakak yang adil bagi Aluna dan anak yang adil bagi ku, bayi sekecil itu mempunyai batin yang kuat terhadap aku dan adiknya. Inilah kehancuran sempurna bagi ku. Semua impian dan harapan selama 5 bulan hancur ketika memasuki bulan ke 6 dan hancur sehancur hancurnya hanya dalam 2 minggu. Hanya 2 minggu, dalam 2 minggu dimana mulai divonis hidrops-kontraksi-amnioreduksi-kontraksi-melahirkan-meninggal-hancur. 5 bulan dan hancur perlahan dalam 2 minggu. Inilah aku yang sekarang. Hancur. Rapuh. Kacau. Lemah ditinggal cinta pertama ku. Sayap-sayap ku hilang, pergi menemani 2 malaikat kecilku. Semangatku hilang. Arahku hilang. Seperti berjalan dengan satu kaki. Pincang. Seperti ingin menyusul mereka ke sana. Ya Allah, kuatkan hamba.. Maafin mama sayang.. maafin mama karena gak bisa pertahanin kalian dalam rahim mama.. maafin mama karena buat kalian sengsara ketika lahir.. maafin mama nak.. maafin mama.. mama sayang kalian.. mama kangen kalian.. kalian baik-baik ya disana, saling jaga, saling sayang, doain mama sama bapak disini.. kita pasti ketemu disana, nanti, ketika Allah melihat mama cukup disini.. mama akan menunggu saat itu, saat saat mama akan memeluk mencium kalian sepuas mama.. kalian harus bahagia disana, begitupun mama disini.. mama hanya bisa berdoa disini, mengirimkan Al-Fatiha, menitipkan salam rindu untuk kalian melalui Allah.. Allah pasti lebih menjaga kalian disana dari pada mama, Allah lebih sayang kalian.. jadilah anak sholeha disana sayang, doain mama sama bapak disini sayang, i love you my twin angels.. mama rindu kalian..👼🏻👼🏻❤️ Hari ini tepat seminggu Alana pergi dan seminggu 3 hari Aluna pergi👼🏻💓