UII Memilih
Kontestansi Pemilihan Rektor
Bukan suatu yang kebetulan, pemilihan rektor berbarengan dengan tahun politiknya Indonesia (Pileg, Pilpres dan Pilkada)
Perhelatan telah dimulai dan bergulir, tinggal menunggu kesepakatan bersama (tanpa) kecenderungan pribadi dan kepentingan yang tak penting
Dimulai dengan menetapkan bakal calon rektor, daftar pemilih tetap, penjaringan bakal calon rektor terpilih di fakultas, pemilihan calon rektor di fakultas dan rektorat dan sekarang telah sampai pada tahap penyampaian rencana aksi calon rektor dan pemilihan calon rektor terpilih dalam rapat senat universitas.
Perwakilan mahasiswa, yang terdiri dari Dewan Perwakilan Mahasiswa dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa baik ditingkat fakultas maupun universitas memiliki hak suara. bahkan untuk perwakilan tingkat fakultas memiliki 2 hak suara, pada penjaringan bakal calon rektor terpilih di fakultas dan pada pemilihan calon rektor di fakultas dan rektorat. Sekitar lebih dari 100 mahasiswa memiliki kesempatan yang sangat langka ini. kenapa langka? karena perlehatan ini tidak diadakan setiap tahun dan tidak semua mahasiswa mendapatkannya.
Kontestansi ini adalah hal baru yang tak baru
Mungkin memang demikian ini atmosfer #uii memilih, tak berbeda dari yang biasanya
Entah karena diriku yang tak mau tahu atau memang tak ada yang luar biasa padanya, hanya biasa -biasa saja. Baik dalam kontestansi pilrek maupun pemilwa (harusnya) menggairahkan, namun tidak di UII, bagiku
Entahlah, pada akhirnya aku harus berdamai atau tidak dengan kondisi ini
Ah, tapi, inikan soal persepsi
Tak kenal dengan para calon, itu hal klasik, tapi bukan alasan untuk bersembunyi menikmati kesunyian, menyerah pasrah dengan keadaan
Memilih pemimpin dan menggunakan hak suara harus dengan bijaksana, menimbang dan memperhatikan, karena akan dipertanggungjawabkan
Pemimpin itu bukan sekedar oang yang paling banyak gelarnya, bukan pula yang paling banyak dan keren karyanya, bukan tak melihat sama sekali, hanya saja bukan parameter satu-satunya.
Setiap keluarga UII, saya yakin, semuanya punya mimpi untuk UII, semuanya ingin merawat UII, mencintai UII dan memperjuangkan UII. Tentunya dengan kapasitas dan peran masing-masing. Karena untuk berperan bukan karena posisi dan jabatan tapi karena kapasitas. Bisa saja, berperan dengan jabatan dan posisi, tapi jika tanpa kapasitas, maka hanya kan bertemu dengan kehancuran, entah saat ini atau nanti. Right Man in the Right Place ( seseorang dengan kompetensi yang tepat berada di posisi yang tepat) karena amanah tidak akan salah memilih pundak
Ingat, kita sedang dalam kontes pemilihan pemimpin bukan penguasa
Memilih pemimpin dengan hati, bukan karena nafsu pribadi
Pemimpin adalah teladan, dan kepemimpinan yang paling efektif adalah dengan keteladanan. Menjadi penggeraknya yang agresif , menjadi pengusungnya yang paling tekun, menjadi penyebarnya yang paling luas dalam memberikan teladan
Universitas Islam Indonesia, aku tahu, bukan tempat biasa, ada Indonesia diujungnya dan ada Islam ditengahnya.
Semoga pemimpin selanjutnya adalah mereka yang mau menjadi otaknya UII, hatinya UII dan tulang punggungnya UII, bukan mereka yang haus jabatan juga posisi.
Untuk menjalankan peran itu, ketaqwaan yang utama
Terus doakan UII, karena disinilah kita diajarkan arti berjuang dan perjuangan juga hidup dan kehidupan
Proses masih terus berlanjut, selipkan doa untuk UII
Semoga Allah meridhoi UII
#tunaikan amanahmu 2018-2022

















