K A D E R I S A S I #Part 1
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal : 60)
Kaderisasi itu dunia penuh imajinasi
Kaderisasi itu masa lalu saat ini dan nanti
Kaderisasi itu proses belajar mengajar dan mengalami
Kaderisasi itu perkara hati
Butuh perjuangan untuknya
Butuh kesabaran yang lebih panjang dari umurnya
Butuh keyakinan yang kokoh yang tak goyah
Butuh keberaniaan yang bijaksana
Aku, yang terjebak dan terjerat
Tanpa wacana, tak terencana
Berkali-kali mencoba keluar dari perangkap, namun akhirnya kembali jatuh lagi pada waktu yang lainnya, pada ruang yang tak sama dan pada kondisi yang berbeda
Jika ini adalah jalan yang salah, aku tak mengapa, semoga tak salah tujuan dan dapat sampai kepadanya dengan selamat. Ya boleh salah jalan tapi jangan salah tujuan
Namun, kini aku telah jatuh dan cinta untuk kesekian kalinya dan aku rela untuk jatuh cinta seterusnya
“to raise the quantity, to develop the quality, and to built up the competence”
diantara yang utama, pokok dari yang pokok yaitu 7 Fungsi Kaderisasi
Bagaimana ke tujuh itu bisa sampai tujuan dengan selamat. Satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menguatkan, harus kenal, paham dan saling menanggung, katanya kaderisasi itu sebuah sistem yang sistematis, jika satu bagian ada yang sakit, maka sakitlah ketujuhnya, runyamlah masa depan. Untuk cara, percayakan dengan hati, karena hati hanya bisa ditaklukan oleh hati.
Manusia sebagai subjeknya, institusi sebagai sarananya, dan peradaban sebagai karyanya. Mimpi akan tetap menjadi mimpi tanpa pelakonnya juga tanpa sutradaranya. Manusia yang dinamis, perlu keahlian, kesungguhan dan keyakinan untuk menaklukannya. setiap kita adalah batu bata peradaban. Dengan kaderisasi, menjadikan batu bata penyusun yang kuat dan megokohkan, tak rapuh oleh angin dan badai dunia. Jangan biarkan karyamu lenyap bersama panjangnya usiamu. Yang terpenting dalam karya, ada penerus yang melanjutkan, mendekatkan dengan tujuan. Karena peradaban adalah karya dengan kerja-kerja panjang, kerja-kerja yang menguras, melelahkan namun menenangkan. Menyiapkan SDM penerus, penyambung peradaban adalah bagian dari proses dalam karya. Mungkin tak semua orang menyukainya namun semua orang membutuhkannya.
menjadi seseorang yang hidup untuk yang lain, menekan segala egosentris diri
bagaimana berjuang hingga aku menjadi sosok yang kuat menguatkan, yang tak lemah dan melemahkan, yang terinspirasi menginspirasi, yang menumbuhkan mengembangkan
ikhlas dalam menerima semua ketentuanNya, tak mengedepankan suudzan namun berpikir positif
tentang ketekunan dan kesabaran dalam menanti kemenangan, karena kemenangan adalah kepastian
untuk berani bermimpi besar dan memiliki cita sebanyak mungkin, tak hanya diri tujuannya melainkan banyak dan lebih banyak lagi
untuk bisa peduli dan peka terhadap kondisi dan keadaan orang lain, bukan yang pura-pura tak peduli dengan dalih tak kenal, karena kita adalah saudara
untuk membalas keburukan dengan kebaikan, bukan melupakan keburukan yang datang, tapi mengikhlaskannya
tentang keyakinan bahwa Allah selalu ada dan dekat
menjadi sosok yang lebih berarti karena hidup hanya sekali dan tak akan terulang kembali
tentang arti cinta dan mencintai
tentang kekuatan agar aku tak mudah menyerah, mengalah dan menyalahkan keadaan
untuk senantiasa tersenyum dimanapun,kapanpun meskipun hatiku sedang mendung
agar dunia ada pada genggamanku bukan pada hatiku
“Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, ketaatan, keteguhan, totalitas, dan kepercayaan”