Kenapa hari itu gak beraniin diri aja ya bilang makasih ke Ayah dan Ibu... Bukan gengsi, tapi lebih ke gak mau udahannya jadi canggung. Karena kalau kata2 makasih tuh keluar dari aku sudah dapat dipastikan diiringi banjir air mata. 9 hari kemarin itu merupakan hari paling berkesan dalam hidup 29 tahun ini, hari yang sudah dimimpikan sejak lama. Akhirnya Allah panggil juga ke rumahNya, dan bonusnya ditemenin sama 3 orang tersayang. Foto pertama diambil oleh Ibu, makanya burem haha. Menyempatkan jalan-jalan terakhir ke sekitar Maktabah (Perpustakaan yang konon dulu tempat lahir Rosulullah) setelah tawaf wada dan solat subuh terakhir kali di depan Kabah. Foto kedua juga diambil oleh Ibu, menggambarkan sekali ya sehari-hari aku gitu deh, nempel mulu ke ayah, apa aja diocehin, minta ini itu, nanya a-z, dll.
Jalan-jalan di kompleks ini yang dulunya area tempat tinggal Rosullah bersama Sayyida Khadijah, sambil bayangin kalau kita hidup di zaman kenabian, kita setiap hari mesti deh cari2 alasan, nanya persoalan ini itu, alibi untuk ketemu Rosulullah, masyaa Allah :”) Dari segala tempat yang jadi impian untuk kudatangi, aku berdoa ke Allah tolong untuk pengalaman pertama umroh, aku gak mau sendiri, aku mau merasakan indahnya bersama dengan yang tersayang.
Semoga ada kesempatan lagi untuk pergi ke Baitullah, dengan segala kondisi yang lebih baik :) Aamiin
















