Kesundulan
Juni 2018 menjelang akhir ramadhan beberapa kali test pack hasilnya sama, garis dua. Sempat denial berharap semua ini hanyalah mimpi #eaaa. Mungkin ini jawaban dari pertanyaan aku ke akang di awal bulan juni yang ingin anak kembar, iya kembar beda 1 tahun. Ulang tahun akang, ku kasih kejutan, garis dua, lagi, sama seperti tahun lalu. Di bulan Juli periksa ke dokter ternyata usia kandunganku sudah 9 minggu.
Jangan tanya bagaimana perasaanku, campur aduk. Terutama memikirkan nanti gimana cibiran orang? Komentar orang? Kalo orang lain komen "kasian si mahreen nanti lagi belajar jalan eh udah ada adiknya", rasanya ku sedih sekaliii karena ya memang ku kasian sama kaka. Suka merasa ga maksimal dalam mengasuhnya karena alasan ada "si adik". Tapi harusnya itu ga jadi alasan, toh setiap orang tua pasti melakukan upaya dan usaha terbaik dalam pengasuhan anak-anaknya, bagaimanapun kondisinya. Ku pun begitu yang harus menempuh dan menjalani setiap pilihan yang kurasa itu adalah terbaik.
Akang selalu ngingetin untuk jangan mikirin apa kata orang, mereka juga ga ngasih makan atau biayain kita kan (aku lupa akang bilangnya gimana pokonya ya gitulah jangan terlalu mikirin apa kata mereka). Juga akang ngingetin ini rezeki dari Allah, kami dipercaya untuk merawat dan mendidik titipin-Nya. Alhamdulillah. Karena (mungkin) aku juga rada lempeng orangnya, untuk urusan komentar2 dari orang ku ga ambil pusing, dibawa santai, senyumin aja kalo ada komen yang agak gimanagimana gituu 😎 menjaga kewarasan, ibu hamil kudu happy kaaan.
Jadi selama kehamilan kemarin berusaha menikmati lika-liku repotnya hamil sambil ngasuh, hamil besar pun masih gendong-gendong Kaka. Juga ga mikirin nanti repotnya ngurus dua bayik, yang penting mah jalani dan syukuri 😊











