manis yang berjarak
jika kebanyakan orang menatapmu dengan kedua pupil mereka maka tidak denganku, aku menatapmu dengan satu pupil lainnya yang tertutup oleh tulang yang tersusun yang dilapisi oleh kulit.
jika kebanyakan orang merasa lucu dan selalu tertawa akibat candamu maka tidak denganku, tak jarang aku merasakan hangat nya hatimu ditengah leluconmu. Aku tersenyum dengan hati yang meminta semesta tolong berikan hangatnya hati itu, manis nya senyum itu, dan lawak nya candaan itu hanya tersisa untukku bukan lagi yang lain , ya hanya aku dan usia senja kita di teras rumah klasik dengan secangkir kopi dan segelas air putih yang di sajikan bersama pisang goreng hangat














