Mungkin teman-teman bertanya-tanya dengan judul di atas. Apa kaitannya dengan topik America Now, acara interaktif radio VOA Indonesia dengan radio Sonora, pekan ini? Memang tidak ada. Judul di atas, “Tambah Usia, Banyak Cerita” (many years, many stories) adalah tagline atau slogan dalam rangka 75 tahun usia Voice of America, VOA. Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita dan gambar menyambut ulang tahun ke-75 VOA, yang perayaannya berlangsung Kamis 2 Maret lalu.
Meski baru sebentar bergabung, saya bangga bisa ikut menjadi bagian dari VOA dalam perjalanan usianya yang sudah cukup panjang. Ya, VOA mengudara untuk pertama kalinya pada 1 Februari 1942 melalui radio gelombang pendek. Siaran pertama berdurasi 15 menit ini dipancarkan ke Eropa untuk menangkis propaganda Nazi, sekitar tujuh minggu setelah Amerika resmi terjun ke kancah Perang Dunia ke-2.
Ketika itu, wartawan Amerika William Harlan Hale mengatakan, “Inilah suara yang disiarkan dari Amerika. Hari ini, dan pada jam yang sama setiap hari mulai sekarang, kami akan menyampaikan kepada Anda tentang Amerika dan perang. Beritanya mungkin baik atau buruk. Namun kami akan menyampaikan kebenaran.”
Kebenaran. Kata inilah yang kemudian menjadi landasan pedoman siaran VOA yang dituangkan dalam Piagam VOA. Piagam ini ditandatangani Presiden Gerald Ford dan disahkan menjadi undang-undang pada 12 Juli 1976. Dalam piagam itu antara lain disebutkan, VOA harus senantiasa menjadi sumber berita yang konsisten, andal, dan dapat dipercaya. Berita VOA akurat, objektif dan menyeluruh.
Seiring usianya, tak terhitung lagi berita yang telah dilansir maupun cerita kehidupan yang diliput VOA. Mulai dari kabar-kabar baik dan menyenangkan mengenai kemajuan dan pencapaian umat manusia dalam berbagai bidang, hingga perang, bencana, konflik dan tragedi kemanusiaan lainnya di berbagai penjuru dunia. Tak sedikit wartawan VOA yang harus berkorban nyawa sewaktu bertugas di daerah-daerah berbahaya itu.
GUGUR - Foto para wartawan VOA yang gugur dalam tugas diabadikan di salah satu dinding di dalam gedung kantor VOA. (foto: Adriana Sembiring)
Perubahan di dalam tubuh VOA sendiri pun tak sedikit. Diawali dengan siaran perdana dalam bahasa Jerman, VOA pernah mengudara dalam 50 lebih bahasa. Sekarang ini, VOA disampaikan dalam 47 bahasa, termasuk di antaranya siaran bahasa Indonesia. Diudarakan pertama kali dari studio sewaan di Kota New York, VOA kini memiliki kantor pusat yang lengkap dengan studio-studio radio dan televisi di Washington DC. Dan seiring perkembangan teknologi, VOA telah menjadi multimedia internasional yang membuat VOA dapat dinikmati melalui siaran radio, televisi, Internet dan media sosial. VOA kini menyiarkan berita dan berbagai acara lainnya di seluruh dunia melalui 2.500 afiliasi televisi dan radio - sekitar 300 di antaranya di Indonesia - dengan jangkauan pemirsa dan pendengar yang melampaui 236 juta orang setiap minggu.
KANTOR PUSAT - Gedung Wilbur J Cohen (kiri) di Washington DC menjadi lokasi kantor pusat VOA yang dilengkapi dengan studio-studio radio dan televisi. (Foto: Utami Hussin)
Acara puncak perayaan sendiri telah direncanakan sejak tahun lalu, Beberapa seksi siaran bahasa menyelenggarakan acara khusus. VOA Indonesia misalnya, pada 23 Februari lalu membuat acara spesial. Selain mengudara seperti biasa, Siaran Petang ketika itu juga menyajikan acara spesial Facebook Live, yang diselingi pemutaran ucapan-ucapan selamat yang kreatif dari radio-radio afiliasi kami.
EDISI KHUSUS - Tim Siaran Petang berinteraksi dengan para pendengar dari berbagai penjuru dunia melalui Facebook Live dalam rangka menyambut HUT ke-75 VOA. (foto: istimewa)
Acara puncaknya pada 2 Maret ini melibatkan semua divisi. Pada pagi hari di auditorium VOA, hadirin diingatkan lagi mengenai sejarah badan penyiaran Amerika ini. Ada pula kisah dari dan mengenai para jurnalis VOA, pemutaran video pesan-pesan ucapan selamat dari berbagai penjuru dunia, serta penampilan duta-duta VOA yang mengenakan pakaian khas atau tradisional dari seksi siaran bahasa yang mereka wakili.
KISAH - Sejumlah wartawan mendapat kesempatan menyampaikan kisah mereka dan menjadi duta VOA. (Foto: Adriana Sembiring)
Disusul kemudian dengan pemutaran film-film pilihan, di antaranya beberapa dokumenter hasil liputan mendalam reporter-reporter VOA. Pada siang harinya, berlangsung perayaan di sejumlah divisi yang memamerkan pernak-pernik dan budaya-budaya khas mereka. Saya dan rekan Adriana Sembiring menyempatkan diri mengunjungi perayaan di divisi Afrika, sambil tak lupa mencicipi macam-macam makanan khas Asia Tengah dan Selatan
PAMERAN BUDAYA - Seksi-seksi siaran bahasa di divisi Afrika serta Asia Tengah dan Selatan memamerka pernak-pernik budaya khas mereka. (Foto: Adriana Sembiring/Utami Hussin)
Bagaimana perayaan di kalangan VOA Indonesia sendiri?
Dalam acara syukuran ini, beberapa di antara kami berbagi cerita. Sajian berupa nasi tumpeng komplet beserta lauk pauknya, es teler, serta jajan pasar seperti getuk dan lupis kami nikmati dengan gembira bersama sejumlah alumni, mereka yang pernah bekerja bersama VOA Indonesia, yang menyempatkan diri datang untuk turut merayakan pertambahan usia VOA.
KOMPAK, MERIAH - Wartawan senior dan muda, para alumni, peserta magang, pimpinan dan staf VOA Indonesia berbaur memeriahkan perayaan HUT VOA dengan mengenakan baju khas daerah dan menikmati hidangan tumpeng. (Foto: istimewa)
Pesta semeriah ini boleh saja berakhir. Tetapi yang jelas VOA takkan berhenti menyuarakan kebenaran pada setiap berita yang disampaikannya. Juga, terus menyampaikan berita berimbang serta cerita-cerita mengenai Amerika Serikat dan rakyatnya. Namun, terkait dengan apa yang telah dicapai VOA dalam usianya yang ke-75, saya kutipkan judul lagu yang diperkenalkan Tony Bennett dan dipopulerkan Frank Sinatra, The Best is Yet to Come!