Mother's Fate 1. Membagi Hati "Kelak kau akan tahu gimana rasanya jadi ibu. Mungkin saat ini kau abaikan semua nasehatku. Percayalah, Tukiyem, apa yang kau lakukan padaku hari ini, someday, bakalan menimpamu dan membuatmu termehek-mehek! Camkan itu!" Mak Sertijab menghapus sisa-sisa bubur yang disemburkan Tukiyem ke wajahnya. Tukiyem membalas ucapan Mak Sertijab dengan menjangkau gelas di atas meja, lalu menumpahkan isinya ke lantai. "Teruskanlah, Tukiyem! Kau porak-porandakanlah rumah ini. Asal kau mau makan. Coba sini, buka mulutnya, Mak suapkan lagi, ya?" Tukiyem menggembungkan pipi dan berlalu menjauh. Dia menatap Mak Sertijab dengan tatapan marah. "Kalau kau tidak makan, nanti sakit! Terus emak dimarahin sama Bapak. Tukiyem mau emak nangis lagi?" Tukiyem berdiri mematung di sudut rumah. Menyembunyikan tubuhnya di balik gorden berwarna hijau pekat. "Ya, sudahlah! Emak mau cuci piring dulu. Kalau kau lapar, makan saja sendiri." Akhirnya Mak Sertijab meninggalkan piring berisi bubur di atas meja. Menyempatkan diri melap lantai yang basah lalu beranjak ke dapur. Dia mulai sibuk membersihkan dapur. Mencuci piring kotor dan merebus air sembari bersenandung kecil. "Ijaaab!" Selengkapnya kunjungi wattpad, ya? Btw, ebook Pelakor di Kolong Ranjang bisa dipesan di play store. Link cekdi bio aku. #wattpad2020 #wattpadstories #wattpadauthor #novel #noveltoon #ebook #playstore https://www.instagram.com/p/CA1ODrMpfLd/?igshid=12jf01ck86z03