Alhamdulillaah, get ready for a month training in Yongin Mental Hospital. Thanks to Dr. Kim and WHO Collaboration Centre Team for providing us a gorgeous warm place to stay at the end of winter! . Touch down Incheon Internasyenel Airport on Sunday 15.20 (2 jam lebih awal daripada Indonesia). Setelah sebelumnya diawali drama kelaperan dan tidur klesotan di KLIA2 Malaysia, tetep kagum karena bandara ini sepertinya didesain untuk foreigners yang harus stay a night karena connecting flight ada di hari selanjutnya. . Ngga repot ganti simcard atau beli paketan hengpon, karena public wifi cukup mudah diakses dan cukup banter buat update status dan ngabarin orang2 tersayang. Colokan juga tersebar di antara kursi tunggu, bener2 resource for everyone. Dua bandara baik di KL maupun Incheon seperti itu sih. . Guest house terletak satu lokasi di Psychiatric Rehabilitation Centre, tepatnya di lantai teratas gedung ini! Waow. Sekarang aja sepi karena hari Ahad. Kata Dr. Kim, during weekdays this place will be crowded, because we let our patients and staffs walk everywhere and interact each other actively. So you have to use your ID Card to recognize you from another patients. Dont worry, Dr. Kim, we are the only one who have a brown skin here, kata saya dalam hati. Hehe. . Terakhir, saya menyampaikan bahwa banyak sekali budaya Korea yang menginspirasi Indonesians youngsters, such as Jang Geum and K-Pop. Dr. Kim adores Jang Geum serial drama, bahkan di tahun 2003 beliau menulis esai tentang Jang Geum dari sudut pandang psikoanalisis. Waow banget, kaaann.. . Akhirnya Dr. Kim juga berkomentar tentang K-Pop. He don't have any idea either for the artists, because he can't distinguish their face one another. Nah lho.. . #MentalHealth #Psychiatry #yongin #yonginmentalhospital #whocc (at Yongin Mental Hospital)










