Ada pasien datang berobat sambil bawa majalah. "Ini bener fotonya Dokter?" . "Iya, Bu." Lalu beliau meminta penjelasan lebih lanjut terkait psikoterapi dan hipnoterapi. Beliau mengeluhkan putrinya yang banyak makan, tanpa bisa dikontrol, sampai berlebihan berat badan. . Beberapa hari sesudahnya, beliau datang bersama anaknya. Ternyata, Kakak ini mengalami sebuah trauma psikis, dan makan menjadi pelariannya. . Memang sih, hipnoterapi bisa menjadi solusi. Tapi harus hati-hati. Karena pada emosi tak stabil yang masih akut, hipnoterapi justru menjadi kontraindikasi. . Sehingga saya usulkan untuk menambahkan mood stabilizer agar emosinya lebih terkendali. Lalu disambung dengan relaksasi. . Alhamdulillaah, Kakak ini cukup responsif terhadap terapi. Tahap berikutnya adalah menjelaskan tentang dinamika emosi yang ia alami. . Pasien berhak mendapat informasi yang benar tentang apa yang terjadi pada dirinya. Tidak boleh sekedar asumsi-asumsi, apalagi dikaitkan dengan klenik-klenik dan fiksi-fiksi alam bawah sadar. . Kami lalu merencanakan pertemuan berikutnya untuk mendalami relaksasi dan sugesti. Ibu itu lalu bertanya, "Dokter ini benar yang dibilang majalah, usianya 31 tahun?" . "Yaa, lebih dikit, Bu." "Sudah menikah?" "Alhamdulillaah sudah, Bu." "Ooh, sudah, ya. Syukur deh." "Terimakasih, Bu." "Sama-sama, saya yang makasih, Dok. Oiya, saya masih boleh kontrolkan anak saya ke sini kan, Dok?" "Ya boleh lah, Buuu.." . Apa hubungan menikah dan kontrol, coba? 😅😅😅 #hipnoterapi #psikoterapi #psikiatri #mentalhealth #hipnosis (at Rumah Sakit Islam Jemur Sari)