Lupa
Aku terlalu mencari keluar dan lupa untuk bercengkrama sembari berbagi hangat didalam. Didalamku. Aku manusia perempuanku, sama seperti manusia lain yang menurutmu paling busuk ataupun suci. Karena kita manusia, kita bisa sesukanya bilang baik dan buruk, bukankah begitu? Ya..ya..ya..sebenarnya kita ini manusia atau sang maha paham perempuanku? Kita terlalu gemar seolah-olah, seolah-olah paling mengerti, seolah-olah paling benar..hehe..lucu memang manusia. Baik buruk itu dikepala, tidak ada yang buruk disemesta, yang ada hanya kurang pemahaman, sehingga yang baik tersamarkan. Bagaimana bisa suatu hal dikatakan buruk sementara jarak kita tidak pernah sebatas kulit ari dengan keburukan yang kita maksud? Perempuanku, mendekatlah..sini bersebelahan denganku, agar suaraku tidak hingar. Perempuanku, berulang sudah kita terlupa, lupa akan kita terlalu sering terlupa. Kutulis diruang bawah, disaat aku menunggumu dengan suka cita. Disaat perempuanku sedang berbahagia dengan dunianya. Yogyakarta, 15 November 2014.












