Ya Tuhanku..dingin sekali malam ini. Selimuti mereka yang tidur dipinggir jalan, didepan toko atau digang-gang kecil dengan kebahagian. Kumohon.
Yogyakarta, 11 Februari 2015.

Love Begins
Claire Keane
RMH
Game of Thrones Daily
KIROKAZE
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Keni
★
occasionally subtle

Product Placement
sheepfilms

No title available

@theartofmadeline

Game Changer & Make Some Noise

roma★
Lint Roller? I Barely Know Her
Xuebing Du
Monterey Bay Aquarium

tannertan36
Mike Driver
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Colombia
seen from Bolivia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Japan

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
@sengguhoramingkuh
Ya Tuhanku..dingin sekali malam ini. Selimuti mereka yang tidur dipinggir jalan, didepan toko atau digang-gang kecil dengan kebahagian. Kumohon.
Yogyakarta, 11 Februari 2015.
Ada beberapa kawan yang menanyakan, "Kenapa memilih nama KIRI,?"
Selain mempertanyakan, tidak sedikit dari mereka yang mengkhawatirkan akan nama ini. Kekhawatiran mereka pun ternyata beragam, ada yang khawatir jika kami dikira sebagai sekumpulan sparatis, kelompok yang terlarang, aliran politik yang tidak memihak kebenaran, hingga pergerakan diam-diam yang membahayakan. Tidak, tidak sama sekali. Yang diam-diam cukup maling saja. Sederhana saja kawan, kenapa KIRI,? Karena “kiri” dalam artian sebenarnya selalu menjadi sisi atau bagian yang sudah terlalu banyak menelan secara paksa akan predikat tidak baik, di-tiri-kan, hingga dijauhi, terutama di Negri kita yang tercinta ini. Tanpa mengurangi hormat kami sedikitpun mengenai tata cara, adat istiadat atau peraturan-peraturan lainnya, kami memaknai “KIRI,” sebagai suatu penyeimbang, singkatnya kiri penyeimbang bagi kanan. Seperti semesta yang luas ini dan seperti jiwa raga yang sesempit ini, semua butuh keseimbangan. Jika memang kanan adalah mayoritas, maka kami dengan senang hati menjadi minoritasnya. Pemahaman inilah yang berusaha kami sinergikan dengan pola pikir yang kami suarakan melalui musik kami. Mari dan silahkan bebaskan, asal tidak membutakan itu tidak menjadi masalah.
Yogyakarta, 1 Februari 2015. Hormatku.
Aku belajar dari kalian, bahwa anak manusia dengan kebodohannya, ketakutannya, dan keinginannya untuk mencari ruang yang aman akan merubahnya menjadi seonggok daging yang tak bernilai. Semenjak malam itu, kalian bukan lagi seorang teman, namun kalian adalah penjaga dendam dan amarahku. Ingatlah jika aku tak akan pernah jauh, karena aku sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat istimewa untuk kalian. Sesuatu yang seharusnya sudah kalian nikmati dihari kemarin.
Yogyakarta, 19 Januari 2015.
Karena kerja,kerja,kerja,sekolah,sekolah,sekolah memang sangat membosankan! Mari berlibur!
HEYHO!
Aku selalu percaya jika kita tidak melibatkan Tuhan, musik adalah Agama itu sendiri.
Yogyakarta, 10 Januari 2014.
Bahkan diamarahku pun hadir kesejukan, saat-saatku berdekatan denganmu. Maafkan aku, aku hanya manusia.
Yogyakarta, 4 Januari 2015.
Dulu aku mengira jika realita itu adalah apa yang aku lihat dan hadapi didepan, sekarang semua itu menjadi bagian terkecil. Bagian terbesarnya adalah, apa yang tidak terlihat dan ada dibelakangku. Dunia memang memerlukan pengecut, mari dipahami saja.
Yogyakarta, 19 November 2014.
Dungu sekali ketika waktu kita banyak terbuang untuk menghiraukan mereka-mereka yang kurang membangun.
Yogyakarta, 19 November 2014.
Sengkuni Everywhere
Disuatu pagi, dipekarangan rumah damai Ponokawan.
Gareng : Duhh..rokok seenak ini kok ya dilarang yo Gong?
Petruk : Welah! Ada pisang mateng! Ambil ah!
Bagong : Cewe seksi jugak dilarang kok..
Gareng : Kok dilarang?
Bagong : Dilarang masuk ndasmu, nanti kamu semakin malas kerja!
Gareng : Asem! Aku malas kerja tapi uangku banyak kok..jadi ya bebas..
Bagong : Sakpenakmu Reng..
Petruk : Wehehe..yang enak ya teh anget..
Bagong : Enak itu nyalahin orang lain Truk, atau kayak Semar itu..tidaaaarr tiduurr..
Petruk : Hahaa..
Semar : Welaaah..mbegeg ugeg ugeg sakdulito hmel hmel..aku ndak nyari apa-apa, jadi ya tidur ajaaa..
Gareng : Cangkemu lho Gong! Mulutmu! Kayak kamu bener aja!
Petruk : Ada kabar terbaru apa ya? Syahrini itu mau Nikah kapan?
Semar : Weeeee..hehehe..
Gareng : Kabar terbaru adalah..Ngastina lagi panas!
Petruk : Waaahh..berjemur aaahh..biar kayak seleb luaaaaar..
Bagong : Jelas panas, Sengkuni bayangannya semakin banyak kok..
Gareng : Kok iso???
Bagong : Makin banyak manusia-manusia yang licik persis Sengkuni tur rumongso iso, tapi ora iso ngerumangsani..
Gareng : Setubuh!
Bagong : Gah..
Gareng : Bener Gong..mulutmu bener! Sekarang ini jadi lahir para juri-juri dan hakim-hakim gadungan! Asu!
Bagong : Wedhuuuuuss..
Gareng : Lha yo to..cangkemu bener maneh kui Gong..tur banyak yang meng-wedhus-hitamkan orang lain!
Petruk : hahaha..Betul Romo?
Semar : Weeeehehee..jagad dewo batoro..
Lupa
Aku terlalu mencari keluar dan lupa untuk bercengkrama sembari berbagi hangat didalam. Didalamku. Aku manusia perempuanku, sama seperti manusia lain yang menurutmu paling busuk ataupun suci. Karena kita manusia, kita bisa sesukanya bilang baik dan buruk, bukankah begitu? Ya..ya..ya..sebenarnya kita ini manusia atau sang maha paham perempuanku? Kita terlalu gemar seolah-olah, seolah-olah paling mengerti, seolah-olah paling benar..hehe..lucu memang manusia. Baik buruk itu dikepala, tidak ada yang buruk disemesta, yang ada hanya kurang pemahaman, sehingga yang baik tersamarkan. Bagaimana bisa suatu hal dikatakan buruk sementara jarak kita tidak pernah sebatas kulit ari dengan keburukan yang kita maksud? Perempuanku, mendekatlah..sini bersebelahan denganku, agar suaraku tidak hingar. Perempuanku, berulang sudah kita terlupa, lupa akan kita terlalu sering terlupa. Kutulis diruang bawah, disaat aku menunggumu dengan suka cita. Disaat perempuanku sedang berbahagia dengan dunianya. Yogyakarta, 15 November 2014.
Kecemasan terlalu sering melahirkan hal baik. Mari bergerak, jangan terlalu santai, nanti kita tidak ada beda dengan batu.
Yogyakarta, 14 November 2014
KIRI
Kiri. Sebutan, bagian, atau apapun itu yang sejauh ini beridentitas kurang baik, kurang sopan, bahkan tidak pantas. Apa kecenderungan sudah bisa dibilang pasti? Tidak, itu nol besar. Sama halnya dengan orang kaya sudah pasti berbahagia, belum tentu. Jadi, mari kita lebih belajar memaknai sesuatu dengan 'benar-benar' dan camkan sebab-akibat didalamnya, bukan justru merunduk kepada kecenderungan tanpa kita mencoba lebih memahaminya terlebih dahulu, kecuali jika kau dungu. Kiri terlahir 10 November kemarin dengan jenis kelamin Punkrock, semoga kalian berkenan dan sama-sama terbangun.
Ya..aku memang minoritas, bahkan bagian terkecilnya. Tapi, apa aku salah jika aku kerap berkunjung ke malam-malam mereka sembari menerror jika hari esok sangat menakutkan?
Yogyakarta, 11 November 2014.
Ini bukan hari pahlawan teman, ini hari berduka. Lihat sekitar dan rasakan!Aku, kamu, kita dan mereka belum banyak berbuat!Yang salah bermunculan dan jaya. Yang benar menghilang dan diucapi terimaksih!Pagi ini aku muak sekali karena melihat dan mendengar formalitas-formalitas tai kucing. Untuk apa menuntut ilmu?
Yogyakarta, 10 November 2014.
Terlalu banyak bertemu dengan manusia yang memiliki semangat digaris awal, menggebu diawal, pegang kendali diawal, selanjutnya hingga garis akhir dia bukan lagi manusia, tapi kerbau, itu kata manusia yang lain. Jika pemilik segalanya mengijinkan, akan tiba masanya dimana aku akan melihat mereka seperti anjing yang mengais!
Yogyakarta, 8 November 2014.
Hantam mereka yang berjiwa namun diam!
Yogyakarta, 8 November 2014.
Jika keluhanku bisa bermuara diketawa-ketiwiku, berarti belajarku lumayan sah.
Yogyakarta, 6 November 2014.