Foto: Seorang anggota Polsek Ngampilan memantau aliran Sungai Winongo. Terlihat bangunan di kanan polisi adalah bekas Pabrik Aniem. Kiri polisi jalanan naik dan sederet dengan itu dahulu ada lincak bertuliskan RASPUTIN -- Rasakan Pukulan Tinju. (foto Polresta Yogyakarta)
YOGYAKARTA dahulu
RASPUTIN dan RANDU PAPAG
KETIKA saya masih Sekolah Dasar, seringkali bersepeda sekadar putar-putar. Yang paling senang adalah ketika melintasi Jembatan Serangan. Dari barat turunan tajam dan setelah melewati jembatan, ke arah timur, tanjakan tidak tajam tapi panjang. Sebelum masuk Jalan KHA Dahlan, sesekali terhenti, karena adanya kereta api yang akan melintas baik dari Stasiun Tugu ke arah Bantul maupun dari Bantul ke arah Tugu. Di ujung tanjakan, ada sebuah rumah yang di dalam halaman terdapat menara yang pada bagian atasnya terdapat sirine anti serangan udara atau oleh warga disebut "gauk" yang setelah zaman merdeka biasa dibunyikan sebagai penanda waktu berbuka puasa. Nah di pinggir jalan, tepatnya di trotoar (dahulu oleh media massa ditulis dengan trottoir -- belum ada padanan yang kemudian menjadi kaki lima atau pedestrian), terdapat lincak atau brak bambu. Di bagian sandaran terdapat tulisan "RASPUTIN" dengan gambar orang yang mengepalkan tangannya. Mirip orang demo sekarang. Ternyata kata Rasputin ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan Rasputin Uni Soviet. Rasputin di tempat ini ternyata akronim dari "Rasakan Pukulan Tinju" Selain ada RASPUTIN ada pula di tempat lain yang bertuliskan RANDU PAPAG dan ada pula-nama-nama lain yang kala itu cukup disegani. Ternyata itu nama-nama semacam 'genk' pada masa lalu. Kemudian apa dan bagaimana kiprah mereka di dunia per-genk-an? Maaf saya tidak tahu persis. Kalau pun ketemu "cah-cah gedhe' yang duduk di tempat itu biasanya tampil biasa saja, belum model gondrong atau saat itu disebut gombak atau rembyak. Paling hanya mengenakan gelang akar bahar, merokok dan kalaupun bertato, tidak terlalu besar. Mereka juga tidak berteriak-teriak. Siapa kah personel RASPUTIN, saya juga tidak tahu. ****
















