The Loop Residence, Pajangan, Bantul, Indonesia,
Courtesy: Alexis Dornier

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Yemen

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Canada
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States
The Loop Residence, Pajangan, Bantul, Indonesia,
Courtesy: Alexis Dornier
Hutan pinus mangunan
Hutan Pinus Mangunan adalah hutan pinus yang terletak di Sukorame, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebelum wisata ini dikenal banyak orang, hutan ini dulunya merupakan kawasan tandus. Karena tandusnya kawasan tersebut pengelola hutan pun melakukan penghijauan dengan menanam beberapa pohon diantaranya ada pohon pinus, pohon akasia, mahoni dan masih banyak lagi. Lama kelamaan karena penghijauan tersebut dilakukan oleh pengelola hutan akhirnya membuahkan hasil. Selain menjadi hutan lindung, kawasan hutan ini juga dijadikan sebagai objek wisata. Dan dibangun fasilitas pendukung agar membuat pengunjung merasa nyaman yaitu seperti toilet, mushola, gardu pandang, panggung dengan kursi-kursi yang dibuat dari kayu dan di tata dengan rapi.
Rute
Pengunjung dapat pergi ke destinasi ini dengan cara ke selatan, lalu menyusuri Jalan Imogiri Timur. Butuh waktu sekitar 45 menit sampai satu jam jika berkendara dari Malioboro, dan butuh waktu 35 sampai 45 menit jika berkendara dari Terminal Giwangan di Kota Yogyakarta.[1] Karena tempatnya yang jauh dari pusat kota dan berada di medan pegunungan, maka disarankan supaya mengunjungi Hutan Pinus Mangunan ini menggunakan kendaraan kecil saja seperti motor dan mobil roda empat.[2]
Fasilitas
Di Hutan Pinus Mangunan terdapat panggung yang lengkap dengan kursi-kursi kayu tersebut di buat berdasarkan alam sekitar dan menjadi ikon dari Hutan Pinus Mangunan. Wisatawan dapat menikmati indahnya alam dengan duduk-duduk santai di kursi kayu tersebut. Dengan duduk-duduk di kursi kayu tersebut dapat menghilangkan rasa penat dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Selain panggung, di hutan ini juga terdapat fasilitas yang lengkap diantaranya gazebo, gardu pandang, musholla, toilet, warung makan, taman bunga, sewa hammock, bahkan di hutan ini juga disediakan untuk tempat bercamping. Di hutan ini terdapat spot foto yang Instagramable dan bisa dimanfaatkan untuk mengabadikan momen dengan berfoto ria, tak heran banyak wisatawan yang memburu tempat ini.
Pantai Parangkusumo
Pantai Parangkusumo (bahasa Jawa: ꦥꦱꦶꦱꦶꦂ ꦥꦫꦁꦏꦸꦱꦸꦩ, translit. Pasisir Parangkusuma) merupakan tempat wisata yang terletak di Kapanéwon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Jaraknya kurang lebih 30 km di sebelah selatan Kota Yogyakarta. Pantai ini adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Yogyakarta bersama dengan Pantai Parangtritis. Pantai ini terletak di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok.
Pantai Parangkusumo memiliki pasir berwarna hitam dengan garis pantai yang luas, tak jauh dari pantai terdapat objek wisata Gumuk Pasir Parangkusumo, Gumuk Pasir adalah sebuah pasir yang terbang terbawa angin dan jatuh menjadi sebuah gundukan-gundukan pasir yang mirip sebuah gurun pasir, hal ini yang membuat Kabupaten Bantul dijuluki Sahara van Java.[1]
Pengunjung dapat menikmati pantai selatan Pulau Jawa dengan ombak yang keras. Di pantai ini juga terdapat petilasan yang dipercaya merupakan jejak sejarah Panembahan Senopati. Pada masyarakat Yogyakarta terdapat folklor tentang pertemuan Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul. penguasa Laut Selatan.
Aksesibilitas
Pantai Parangkusumo sangat mudah dijangkau, dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Terminal Parangtritis, atau menggunakan kendaraan apapun, baik motor, mobil ataupun menggunakan bus, karena di Pantai ini telah disediakan lahan parkir yang cukup luas. Pantai ini dapat dijangkau dari Kota Yogyakarta atau dari Kota Bantul.
Akomodasi
Karena Pantai Parangkusumo berdampingan dengan Pantai Parangtritis, maka tersedia banyak akomodasi yang ada sekitar pantai ini.
Rajasthani Handicrafts, culture, and tradition are the most distinguished and popular in India as well as across the globe.
kamis manis
karena hanya ada satu mata kuliah di pagi hari, hari ini. dosenku di pertemuan pertama tadi langsung memberi kuis dengan pertanyaan pertama berupa slogan-slogan kota—slogan masing-masing dari kota kita.
Sleman Sembada
Kulonprogo Binangun
Gunungkidul Handayani
Bantul Projotamansari
Jogja Berhati Nyaman
yang sangat kuhafal, sebab aku tinggal di salah satunya.
sampai
Klaten Bersinar
Cilacap Bercahaya
Magelang Kota Sejuta Bunga
hingga
Purworejo Berirama
tidak bisa kutahan senyumku, bersamaan dengan lirikan teman-teman di sampingku. tepat sekali kurasa tentang kota itu. slogannya mewujud—setidaknya—pada sepersekian penduduknya.
semoga, ya.
panjang umur semua slogan kebaikan di tiap kota.
Pinus Pengger, Terong, Bantul, Yogyakarta - Indonesia
The photographer Kassian Céphas on the beach in front of the hotel for government officals of Mancingan near Parangtritis, Kretek, Bantul. 1897
[::SemAp Twitter || SemAp::]
Remember guys, you don't need to be related by blood to be family. 👪 ini cuman beberapa cuplikan perjalanan waktu kita holiday ke Yogyakarta. meski pada awalnya, salah satu peserta tumbang. tapi alhamdulillah kita bisa sampai tujuan. . . . . . kamera by : @_davidkrnwn partner in crime : @arifpratama1403 @feny.ramadhani1 @titinwindar12 @_davidkrnwn . . . . . #dolanjogja #jelajahjogja #jogjateng #pantai #hutanpinus #bantul (at D.I.Y Yogyakarta)