Perjalanan dan perjuangan yang dimulai dari 2014 untuk menggenapi sirkuit 7 puncak dunia di setiap benua oleh para perempuan Indonesia yang bertajuk The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar Mahitala. . Kala itu terpilih 4 perempuan dengan waktu persiapan yang sangat singkat harus memulai untuk menggapai puncak Carstensz Pyramid di Papua. Sebuah pengenalan pendakian gunung-gunung tertinggi. Selang 1tahun kemudian bertahap mencoba&berlatih menggapai Kilimanjaro&Elbrus di Afrika&Russia dengan 3 personilnya. Selanjutnya diawal tahun 2016 mencapai Aconcagua di Amerika Selatan oleh 2 personilnya. Dilanjut akhir 2016 singgah dan mencapai puncak Vinson di Antartika. Dan dimusim panas 2017 berhasil mencapai puncak Denali di Amerika Utara. Semakin mantap dan mandiri untuk menjalankan sebuah determinasi. . Semangatnya masih sangat bergelora sampai saat ini untuk mencoba mendaki ke Puncak segala puncak, Mount Everest. 29 Maret 2018 dua perempuan ini akan melangkahkan kakinya untuk menyapa Chomolungma atau Sagarmatha sampai awal Juni nanti. Bukan hal yang mudah untuk bisa tetap menjaga dan mempertahankan semangat, fisik, dan mental dengan waktu hampir 2 bulan di daerah ketinggian. Akan sangat berdinamika serta banyak sesuatu hal yang baru akan didapat selama perjalanan. Hanya tinggal jalani dan melewatinya saja, dibuat mudah jangan dipersulit. Akan banyak tantangan dan kekhawatiran dalam diri, berkomunikasi kediri sendiri untuk tetap fokus dan mempertahankan perjuangan yang pernah terjadi. . Hanya doa yang bisa teriring untuk Mathilda Dwi Lestari dan Fransiska Dimitri Inkiriwang dari jauh. Biarkan semesta mendukung dan memberi jalan untuk menggapainya, malaikat akan selalu menemani perjalanannya. . Godspeed 💪👊 . #wissemu #everest