Pada lukisan jingga yang kau sebut senja. Tempat dimana orang-orang menyimpan dan membuang harapnya yang usang dan telah lama tersimpan. Tempat pelarian rindu-rindu yang tertahan bahkan tak terbalaskan. Juga tempat dimana mereka menyembuhkan luka-luka yang telah membusuk sekian lama.
Itulah alasan mengapa mereka menyukai lukisan jingga Tuhan yang menakjubkan. Senja, sebagai pembelajaran bahwa, keindahan/kesenangan di dunia tak berlangsung lama. Dan akan selalu ada luka disetiap cerita.
Pacitan, 14 Februari 2019
Suci Ardhani













