Trip photo dump

seen from United States

seen from Canada
seen from Hong Kong SAR China
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brunei
seen from China
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Venezuela
seen from Australia
seen from United States
seen from Austria

seen from United States

seen from United States
seen from Italy
Trip photo dump
#IndTravelIndonesia 1: Aceh
Setelah ditunda lama, akhirnya, ditulis juga.
Melanjutkan dari postingan ini, sebagai tulisan pertama dari seri #IndTravelIndonesia gw akan cerita gimana pengalaman gw berkunjung ke provinsi paling barat Indonesia, Aceh.
Tbh trip ini adalah pertama kalinya gw ke Aceh, Februari 2019, dan sampai sekarang belum kesana lagi. Gw masih ingat, waktu itu rasanya excited banget karena coy dikasih kesempatan (walaupun work trip) buat bisa pergi ke provinsi paling ujung ya gimana enggak happy! hehe.
Tiba di bandara Sultan Iskandar Muda sore waktu setempat, first impression gw pas sampe di bandara adalah "kok sepi banget". Tapi bandaranya emang beneran sepi banget deh, kata rekan kerja gw yang jemput sih flight gw emang flight terakhir di hari itu (padahal kan masih sore ya).
Lanjut ngobrol-ngobrol sebentar, sambil ngopi juga, terus yaudah gw langsung diantar ke hotel, pas di jalan dikasih liat juga (karena ngelewatin) salah satu lokasi pemakaman korban tsunami Aceh 2004, gede gitu lahannya. Btw gw booked hotel namanya Hotel Mekkah, di Aceh, yang sering disebut juga kota Serambi Mekkah, kalo kata temen gw di kantor "ini lo mau naik haji ya Ndra?" haha.
Seperti yang kita tau, Aceh kan satu-satunya provinsi di Indonesia yang menganut hukum syariat/hukum Islam, disana ada semacam Perda khusus atau yang biasa disebut Qanun. Nah, pas sampe lobby hotel, gw langsung liat ini:
...ya gitu, ada yang mau komentar? hehe.
Pas di Aceh ini gw coba hubungi beberapa teman yang emang tinggal disana, tapi sayang, enggak ada yang lagi free untuk bisa ketemuan, tapi gpp at least gw jadi bisa nanya-nanya rekomendasi tempat yang harus dikunjungi (di sela2 kerja tentunya hehe).
Nah, gw sempet kemana aja?
1. Museum Tsunami Aceh
Trivia: arsitek museum ini adalah kang Emil (yes, gubernur Jabar sekarang).
Museum ini masuk first list dari rekomendasi teman2 gw. Kalo mau tau apa aja isinya sebenarnya bisa googling sih, tapi intinya museum ini berusaha menggambarkan bagaimana situasi waktu terjadinya tsunami besar di Aceh, tepatnya Desember 2004, dengan banyak bagian/wahana di dalam museumnya.
Once I'm out of this museum, I feel terribly... sad. Beneran sedih yang sampe bengong lama, beneran enggak kebayang gimana situasi dan perasaan korban tsunami saat itu.
Bahkan pas baru masuk aja, langsung ada satu bagian kayak lorong panjang gelap kanan kirinya air ngalir dari atas, terus kita harus ngelewatin itu dengan ada juga suara-suara gemuruh dan sayup-sayup suara orang. Bagian ini bener-bener mencoba membuat pengunjung merasakan bagaimana suasana pas terjadinya tsunami. Mana gw pas lagi sendirian pula enggak ada orang lain, lumayan serem juga cuy jadinya, terus abis lorong ini ada bagian dengan banyak layar yang menurut gw disusun jadi kayak kuburan gitu.
Terus, ada bagian yang kayak di dalam suatu kubah, namanya Ruang Sumur Do'a atau Chamber of Blessing, disini nama-nama semua korban tsunaminya dipasang di dinding, dengan sambil diputar lantunan ayat suci Alquran + ada lafadz Allah di langit-langitnya. Haru banget rasanya.
Dan masih banyak bagian lain, pokoknya keluar dari sini gw jadi banyak bengong dan merenung, bahkan pas abis salat di Masjid Baiturrahman aja gw masih bengong mikirin semua itu.
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk hidup.
2. Masjid Baiturrahman
This is for sure the most beautiful mosque I've ever seen in life.
Bagus banget, ornamen serba putih, gede halaman luas, dan modern juga ada eskalator buat ke basement tempat wudhu nya. Btw, iya, jadi setelah dari Museum Tsunami gw langsung jalan kaki ke Masjid Baiturrahman, lokasinya kebetulan dekat cuma 10 menit kira-kira.
Alhamdulillah juga gw sempat salat zuhur berjamaah disini. Bagian dalam masjidnya enggak terlalu luas, terus interiornya banyak tiang gitu. Nah pas selesai salat, gw keluar, terus duduk-duduk di tangga ini lah momen gw bengong lagi hahaha. Tapi suasanya emang enak sih, adem, banyak orang juga lalu lalang warga lokal ataupun turis kayak gw.
3. Mie Razali
Ok, the next one is a must try kalo ke Aceh, apalagi kalo bukan: Mie Aceh.
Waktu sampe Aceh baru di bandara aja kebetulan gw udah lapar banget, cari-cari di pinggir jalan, cek gofo*d juga, kok enggak ada yang jual Mie Aceh ya. Ternyata pas gw tanya-tanya, kata teman gw Mie Aceh kalo di Aceh ya namanya Mie aja ...ya iya juga sih ya hahaha. Nah si teman gw ini juga nyaranin buat cobain mie nya spesifik di Mie Razali.
Long story short, suatu siang menjelang sore selepas kerja, ada tuh waktu kosong, yaudah gw sempetin buat cobain Mie Razali. Gw pesen yang seafood, dan rasanya masya Allah... enak banget guys. Terus ini juga enggak terlalu pedas gitu lho. Mie Aceh terenak yang pernah gw coba. Pokoknya worth to try (disclaimer: semua ini menurut gw lho ya hehe). Waktu itu kalo enggak ingat celana udah mulai pada ketat, kayaknya gw akan beli 2 porsi sih.
---
Sisanya, ya kerja seperti biasa, gw berkunjung ke banyak dokter di RS sana, terus salah satu pertanyaan pertama yang ditanya ke gw adalah apakah produk yang gw bawa ada kandungan babinya atau enggak (of course kan).
Terus juga selama disana gw cuma liat dua kali perempuan enggak pakai jilbab, satu di bandara + satu lagi turis pas di museum, dan satu kali laki-laki yang pakai celana pendek, itupun kayak anak remaja gitu. Gw sampe enggak berani buat jogging pagi karena celana olahraga yang gw bawa kan celana pendek semua hahaha.
Bener-bener what an experience, I'll never forget. Semoga someday bisa berkunjung lagi, mau ke Sabang juga katanya bagus banget alamnya.
Pandemi please go away sooner than ever, we're all tired already.
Again, pas pulang pun bandaranya sepi banget, gw sampe berani tiduran di kursi tuh hahaha.
See you, Aceh.
Next post: Sumatera Utara.
Cold evening in Downtown Chicago on W Monroe Street (2020)
Soldiers Park, Bordertown, South Australia.
Work Trip Mission: To Find Nashville Hot Chicken
During a quick trip to Nashville for work, we decided to make it a mission to try one of Nashville’s most famous dishes: hot chicken. There were two places that all the tourists ended up visiting: Hattie B’s and Prince’s. Of course, with us staying at Nashville over the weekend, we were definitely planning to hit up both.
It was cold for us Californians, but we took those damn scooters from Lower Broadway all the way to Hattie B’s. It might’ve only been a couple of miles (if even), but in the cold it honestly felt like forever. Was it worth it? We thought so! For our Hattie B’s order, we ordered a side of beans and southern greens, both of which were good and hearty but they weren’t the star of the night. The star was indeed the delectable and juicy fried chicken that was seasoned with spice seasonings that burned your tongue and kick-started your metabolism. The skin was nice and crunchy and we definitely took our time eating our hot chicken in order to savor every bite. And with the weather being so cold, hot chicken tasted so damn good.
The next day, we ended up getting lunch at Prince’s Hot Chicken which is located a bit outside of the downtown area. According to our Lyft drivers, Prince’s is more visited by the locals since the original storefront is located in a suburban area. Yes, we decided to take a Lyft all the way out to the suburbs in order to try this famous hot chicken place and yes the ride was totally worth it.
Now for Prince’s, one of the things I really enjoyed is just the story and family feel behind it. It felt less like a chain and more mom-and-pop which is something that the hubby and I prefer. Honestly, the story behind how Prince’s Hot Chicken was born was something that is both hilarious and endearing, and it made me want to buy a merchandise.
The portion sizes at Prince’s are larger than Hattie B’s. I thought I ordered a single chicken thigh, but it ended up being much larger than expected - not that I’m complaining! The spice level on my chicken was just perfect for mild. Yes, I’m a wuss and didn’t want to go much hotter than that with the main reason being that I still want to be able to taste everything else.
Overall? Both places are delicious and if you’re in Nashville, I highly recommend visiting them! Now I understand why people are crazy about some hot chicken... now I certainly am!
📷: @gartonym - Guys... as you should all know I’m a GIANT Harry Potter fan. Who walked into the #londonpub i was in tonight?? DRACO MALFOY or in real life Tom Felton. He was gracious enough to take a photo and made my entire week! @t22felton #harrypotter #dracomalfoy #nerd #londonpub #santamonica #yeoldkingshead #lovinglife #amazon #bepeculiar #worktrip https://www.instagram.com/p/Bz-FkS2AikC/?igshid=143vjxmcgv2ot
Disneyland for Lunch #disneyland #waltdisney #worktrip #anaheim #muppetbabies #lunchbags #lunchbag #lunchbagart #lunchdoodles #lunchbagcustom #kidslunches #instart #artistsoninstagram (at Disneyland, Los Angeles, California) https://www.instagram.com/p/Bx0075tlx1K/?igshid=cnow12qw8q0k
Work Trip🧳