The world of mirrors.

seen from United States
seen from Russia

seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from United States
seen from Japan
seen from China
seen from China
seen from Bangladesh
seen from Germany
seen from China

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Sweden

seen from Bulgaria

seen from United States
seen from Singapore
seen from Germany
The world of mirrors.
#3: You in Verse
Pontianak, 1 Februari 2015 Menjumpai seseorang di pojok Tumblr…
Hai,
Aku tau kamu tau tentang aku, atau mungkin bisa jadi kamu tidak tau. Tapi aku tidak peduli, terbaca atau tidak, surat ini tetap kutujukan padamu. Aku perempuan berhati samudra. Kamu lelaki peretas luka. Kamu tidak bisa berenang, namun entah bagaimana sudah menyentuh dasar samudraku. Tapi tetap kurahasiakan kau dalam sajakku.
Aksaramu terlalu melambungkan angan. Aku tergila-gila. Tapi tak benar-benar ingin terperosok, cukup di rentang itu aku membacanya. Sesekali angin menyergapku, sesekali aroma kopi mengendap di penciuman. Kau adalah perpaduan keduanya, dingin yang menghangatkan, panas yang menyejukkan. Masih tetap kurahasiakan kau dalam sajakku.
Pada suatu pagi yang pucat, kau pernah menyapaku. Apa saja yang ada di dinding ini adalah saksinya. Termasuk dia. Lalu kau bilang kau pernah mencintai, tapi pada tawa yang diseduhnya, bukan aku. Kebahagiaanmu mengoyak udara. Aku tenggelam lagi. Ingin tetap kurahasiakan kau dalam sajakku.
Dindingku diam-diam mencatat kepergianmu, tanda kubiarkan kau pergi sesuka hati sampai kau bosan—lalu menghampiri. Namun kau tak kembali. Padahal sudah kutuliskan penantian, tapi sajakku itu tidak berubah; masih tanpa pembaca. Sampai nanti, tetap kurahasiakan kau dalam sajakku.
p.s: di pojok ini, Tuhan melukiskan sketsa dua hati, tapi tidak sempat Ia satukan. Seperti aku, dan kamu yang segalanya kurahasiakan dalam sajak.
Yang merahasiakanmu, Cindy.