Rasa yang paling menyakitkan ialah saat kita menjadi trauma bagi orang lain.
Dulu, memupuk harapan dan ekspektasi yang jauh.
Kini, mengingatnya saja sudah membuat air mata jatuh.

pixel skylines
Cosimo Galluzzi
d e v o n
will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
DEAR READER
Keni

Andulka
Alisa U Zemlji Chuda
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available
Sade Olutola
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
$LAYYYTER

tannertan36
Misplaced Lens Cap

seen from Russia

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States
seen from India

seen from United States
seen from Egypt

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@tambarmalemm
Rasa yang paling menyakitkan ialah saat kita menjadi trauma bagi orang lain.
Dulu, memupuk harapan dan ekspektasi yang jauh.
Kini, mengingatnya saja sudah membuat air mata jatuh.
Ada hari-hari dimana saat kita sangat lelah, terpontang-panting dengan keadaan. Remuk rasanya badan, letih rasanya jiwa, dan bingung ke arah mana hidup akan membawa. Jika dulu kita berani bermimpi setinggi langit, saat ini impian itu tak lebih dari setinggi pohon cabai. Ternyata mengejar impian itu tidak semudah yang dibayangkan dulu. Dan kini secara perlahan, satu per satu dari impian masa lalu itu kita kuburkan sedalam-dalamnya.
Ada saatnya perpisahan lebih baik daripada bersama, namun tersiksa batinnya.
Selamat datang 2021.
Untuk setiap harapan yang belum terwujud ditahun sebelumnya, mari berusaha lebih keras, cerdas, ikhlas dan tuntas.
Semoga 2021 menjadi tahun yg penuh kejutan, kebahagian, keberkahan.
Sering kali kita bimbang dalam pilihan hidup. Hingga terkadang rasa berani menentukan arah dikalahkan oleh kekhawatiran yang terus bergelut dalam pikiran diri kita sendiri.
Aku mencintai diriku seutuhnya.
Kalau lah kita dapat memahami bahwa waktu adalah hal paling berharga. Niscaya kita enggan memberikannya ada kesia-siaan. Namun bagi kita, waktu hanyalah barang biasa.
Hidup lah dengan sebenar-benarnya hidup.
Menuju puncak, pasti kan kau lalui jalanan terjal. Penuh tantangan dan hambatan yang tak harus di tempuh. Jika kebanyakan menggunakan akal, terlalu banyak menganalisis apa yang tidak harus dianalisis. Akan membuat jalanmu lebih pelan dan kau akan lama sampai di tujuan.
1/2 dasawarsa
5 tahun yang lalu, disaat hari yang paling mendebarkan dan ditunggu itu. Hari di mana menjadi akhir dari kisah panjang selama 6 tahun belajar dan mukim dipondok. Rasa yang berkecamuk campur aduk, antara bahagia sekaligus sedih. Hari itu menjadi hari penting.
Kini 5 tahun setelahnya, tepat 7 Mei 2020. 1/2 dasawarsa sudah melewati hari yang tak terlupakan itu. Jelas 5 tahun bukanlah waktu yang pendek, juga belum terlalu panjang. Namun kiranya, 5 tahun cukup untuk menggali lebih banyak cerita dan menemukan lebih banyak hal baru.
Namun, sebuah pertanyaan besar yang dulu sering di gaungkan, apa kontribusi yang sudah di berikan? Sejauh mana manfaat yang ditebarkan di masyarakat? Ilmu apa saja yang sudah diamalkan?
Rasanya lisan berat untuk menjawab, sebab belum terlalu banyak langkah untuk mengabdi yang dilakukan. Masih terlalu kecil dampak dan manfaat yang di taburkan. Sungguh diri ini masih mudah terlenakan.
Hari ini, diri ini seperti kembali diingatkan. Perihal pentingnya untuk berdampak dan berbuat kebajikan. Kembali di tampar dengan rasa penyesalan menyia-nyiakan waktu 1/2 dasawarsa ini.
Rumah, 07 Mei 2020
Tentu kita pernah melewati masa-masa sulit. Saat tidak ada satu orang pun percaya dengan apa yang kita lakukan. Hanya diri kita lah yang setia menemani setiap langkah dan perjuangan pahit itu.
Percayalah, kamu enggak sendirian melewati fase itu.
Suatu hari nanti, disaat Tuhan memanggilmu kembali, tidak ada agi yang tersisa, selain legacy yang kau tinggalkan.
Tidak selalu tentang siapa yang paling cepat berlari. Namun, tentang siapa yang mampu mengatur strategi dan memahami kapan ia harus berlari, berjalan maupun beristirahat. Itulah proses menjalani hidup.
Yang namanya memulai untuk berkarya itu ya harus komitmen. Harus tahan menjaga komitmen untuk terus setia pada prosesnya. Biasanya banyak orang yang kalah pada level menjaga komitmen. Menyerah, lalu berbalik arah, meninggalkan apa yang baru saja di mulai. LEMAHH.
Malam selalu menjadi waktu terbaik sebagai tempat perenungan diri. Waktu di mana kita dapat mengoreksi khilaf yang dilakukan selama sehari. Teman sunyi yang menjadi tempat diskusi paling mengerti. Menghabiskan waktu sembari beristirahat penuh ditemani mimpi-mimpi yang selalu hadir tanpa permisi.
Malam selalu punya cerita, pada setiap detik putaran waktunya.
Malam terlalu panjang untuk dihabiskan pada tangisan keputusasaan. Tak kan henti masalah itu bila hanya di tangisi tanpa aksi untuk mengatasi.
Disitu lah akal berperan dalam hidup manusia, sebagai media untuk berpikir, mencari solusi dari setiap aspek masalah yang dihadapi.
Mei 2020
Ketakutan yang sering muncul di pikiran kita, bersumber dari keyakinan-keyakinan yang menakutkan tentang apa yang belum tentu terjadi di hari esok.
Dan ketakutan yang kita biarkan berkembang dalam pikiran kita akan lebih buruk daripada kenyataan sebenarnya.