Haloo
Bagaimana minggu ini berakhir? Tidak ada yang menarik bahkan hanya membuatku semakin tidak bersemangat untuk hidup. Bukan ingin mengakhiri hidupku. Tetapi dunia seakan tidak berputar di aku. Aku bosan, aku seperti hanya menunggu sebuah kehampaan. Dalam hal lain aku menginginkan banyak hal. Aku ingin seperti mereka, senyum yang hidup. Semangat untuk memperbaiki diri. Tapi, aku hanya disini, mematung seperti zombie. Hidup tanpa arah.
Ada disaat-saat aku membutuhkan seseorang untuk hanya mendengarkan semua ketidakmampuanku. Tapi yang ada hanyalah orang-orang yang mencemooh ketidak kesempurnaanku. Melihat diri mereka yang katanya lebih memprihatinkan.
Namun, ada disaat aku juga tidak ingin bertemu dengan orang lain, hanya aku saja. Aku tak ingin membuang tenagaku dengan orang-orang yang tak sepaham dengan isi otakku. Aku hanya menginginkan diriku tidak ditemukan oleh orang lain disaat-saat terpurukku.
Sepi tapi ramai. Aku berusaha menepis semua kebisingan yang hadir hanya merusak semua ketidakmampuanku yang semakin terlihat. Ya Allah, aku tahu aku berdosa. Aku jauh darimu. Aku ingin sekali memperbaikinya. Demi orang tuaku, demi orang-orang yang menyayangiku. Tapi cintaku belum cukup besar. Aku Takut mengecewakan mereka berulang kali. Aku hanya ingin hidup dilingkup kecil dengan hanya orang-orang yang memahami ku.
Aku berusaha, namun tak ada semangat atau keinginan kuat untuk itu. ditengah jalan aku berhenti, terkadang aku malah melompat kebelakang. Merasa itu bukan untukku. Lihatlah pandangan mereka, aku bisa merasakan ketidaksempurnaan ku di manik-manik mata mereka. Aku terpaku, aku membenci merasakan bagaimana mata itu selalu berbicara padaku. Aku kira aku sakit. Sejak kecil aku selalu merasa tidak mampu memandang mata-mata itu. Mereka berbicara di otakku. Aku mungkin mempunyai penyakit hati atau terlalu overthinking terhadap mata-mata yang memandangku.
Hatiku terlalu sakit jika mengingat masa kecilku. Merasa semua tidak pantas kumiliki. terlalu banyak sakit hati, terlalu banyak tangis. Aku ingin hidup seperti yang kubayangkan. Betapa manisnya hal-hal itu. Apa aku pantas memiliki kehidupan yang semanis gulali? Aku ingin, Ya Allah. Melihat semua terasa begitu indah jika ada seseorang yang dicintai. Yang membuat semua terasa berjalan dengan baik tiap hari.
Cinta
Hal yang menertawakan ku setiap saat. Apa dia pantas dicintai? Dia saja tidak mencintai dirinya sendiri, bagimana dia menerima cinta dari orang lain. Itu la yang 'CINTA' katakan padaku. Menggelikan.
Ya ALLAH aku tidak ingin terburu-buru, cepat atau lambat aku pasti akan mendapatkannya bukan? Ini hanya masalah waktu yang tepat. Di tempat yang baik dan disaat hatiku sudah membuang semua rasa sakit ini. Aku terlalu takut melangkah, aku terlalu jauh dibelakang. Aku menyadari semua dosa dan kelemahanku. Aku ingin lepas dari semua ini. Tolong bantu aku, semuanya lepaskan dariku. Aku akan memberikan tempat yang luas dan tak terhingga untuk cinta-Mu. jadi, bantu aku.
Pacitan, 27 Juli 2025















