"everyone has their own way, everyone has their own path, and everyone has their own fate"
kalimat yang sering aku dengar dan juga aku ucapkan saat melihat teman temanku (terlihat) memiliki jalan hidup yang mulus.
ngga, aku ngga iri dengan semua capaian yang mereka raih. aku ngga iri dengan semua takdir baik yang menghampiri mereka. aku turut senang dan bahagia. i really mean it.
aku bahagia berada diantara teman temanku yang berhasil meraih impiannya, aku bahagia berada diantara teman temanku yang punya karir baik, dan aku bahagia berada diantara teman temanku yang sukses dengan definisinya masing masing. aku turut senang dan bahagia.
"mungkin karena usahaku belum maksimal, mungkin karena doaku belum optimal, atau mungkin karena ini bukan takdir terbaik menurut Allah untukku".
kalimat kalimat yang selalu aku ucapkan saat aku gagal. terlalu sering gagal membuatku tidak takut untuk merasa gagal lagi. karena sungguh, aku tidak punya apa apa untuk merasa takut kehilangan dan gagal karena aku tidak memiliki apa apa.
terlalu sering gagal membuatku menjadi orang yang semakin berlapang dada, membuatku belajar makna keikhlasan melepas mimpi, cita, dan harapan.
dan terlalu sering gagal membuatku mengerti dan selalu berhusnudzon kepada takdir Allah.
lelah? pasti.
seringkali kata "menyerah" datang saat aku mengalami kegagalan yang entah keberapa kali. tapi semakin sering gagal, aku tidak mengerti lagi arti kata menyerah. dan pada akhirnya aku tidak tahu aku sudah menyerah keberapa kalinya.
tapi Allah, bolehkah aku merasakan hal yang sama seperti teman temanku? bolehkah Ya Allah aku meraih impian dan cita citaku? bolehkan Ya Allah aku meminta takdir baik menghampiriku? bolehkah?












