Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewaaaaa…

tannertan36
Today's Document

Origami Around
tumblr dot com
𓃗
KIROKAZE
🩵 avery cochrane 🩵
d e v o n
sheepfilms

Discoholic 🪩

izzy's playlists!

Game Changer & Make Some Noise
almost home

Jar Jar Binks Fan Club

Kiana Khansmith
Noah Kahan

Andulka
Interview Vampire Daily
Cosmic Funnies
No title available
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Spain
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Australia
seen from Japan
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United Kingdom
seen from United States
@temanyangsukamaen
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewaaaaa…
Nanti kita jalan2nya langsung ke turki
#MS2022
Ujian dunia diketawain aja, tapi malamnya nangis ya Allah ya Allah
Marhaban Ya Ramadhan, Semoga kali ini kita bisa jauuh lebih baik.
Sedikit wallpaper buatmu untuk memulai hari yang baru. Semangat ya, kita berjuang sama-sama!
Seorang guru pernah bilang, "kita tidak akan tahu nikmatnya bangkit kalau belum merasakan pahitnya jatuh."
Kalau kamu sedang ada di bawah sekarang, berprasangka baiklah: Allah sedang menyiapkan momentum manis nikmatnya bangkitmu suatu hari nanti.
Iringi dengan produktivitas, yang awalnya bersambut basmalah, dan akhirnya dengan romantisnya hamdalah...
—Ahad, 6 Februari 2022
Wanita berwajah paling teduh
Jika wajah adalah pancaran jiwa. Mungkin saja cantik tak selalu jadi yang utama. Karna definisi cantik adalah indah dan setiap orang boleh menerjemahkannya masing-masing. Wajah memang bisa dipoles agar terus indah. Namun pancarannya akan selalu berbeda dari setiap orangnya.
Cantik itu mudah memolesnya. Apalagi standarnya fisik saja. Buat wajah mulus sempurna, bulu mata lentik, hidung mancung atau bibir yang di polesi lipstik warna merah. Kalau perlu operasi plastik untuk membuat semua mata menjadi terpana. Karna dengan cantik siapa yang tidak suka.
Lalu bagaimana dengan teduh? Tak ada definisi yang benar-benar sempurna. Teduh ialah pancaran wajah dari hati yang memiliki kecintaan kepada Tuhan melebihi kecintaan kepada mahluk. Teduh ialah wajah yang bercahaya karena betapa ikhlas dan syukurnya hati dalam menjalani hidup. Teduh ialah rona dari jiwa-jiwa yang bijaksana.
Jika cantik mempesona mata. Maka teduh mempesona hati. Jika cantik menyenangkan. Maka teduh menentramkan. Jika cantik adalah taman bunga. Maka teduh adalah semerbaknya. Maka merasakan keteduhan bukan dengan mata tetapi dengan hati.
Lalu siapakah itu? Itulah kamu.
Meraih Hati Sebelum Bicara Hal-hal Besar
@edgarhamas
"It is an art of the most exquisite kind to touch someone’s soul before touching their skin."
Seorang guru di Mesir pernah menasihati, "kasb al qulûb muqaddam ala kasb al mawâqif", meraih hati seseorang diutamakan lebih dulu sebelum bicara tentang hal-hal yang berat. Kira-kira begitu deh arti sederhananya. Itu juga yang dikatakan Bung Hatta pada Bung Karno ketika beliau sedang maju mundur memikirkan, apakah ia bisa memimpin rakyat Indonesia. Hatta meyakinkan, "anda bisa menyentuh hari rakyat, Bung."
Kalau memang kita ingin memberi pengaruh baik, jangan buru-buru bicara nasihat padat yang pening dan detail. Jangan tergesa-gesa langsung bicara prinsip berat yang mengernyitkan dahi.
Ta'aruf lah dulu, bincang-bincang santailah dulu. Sebelum kita duduk di bangku yang sama membahas negara, agama dan peradaban; kita perlu menemukan dulu kesesuaian hati. Menemukan frekuensi. Bisa dengan jalan-jalan, makan jajanan atau sekadar nongkrong bersama di teras depan.
Hati orang adalah kunci. Ia bisa ke baik dan buruk tergantung siapa yang cocok di kata hatinya. Barangkali ia tahu yang benar ada di mana, tapi ketika bertemu dengan orang-orang itu dia seperti asing dan sendirian. Pandangan mata yang ia dapatkan membuat ia merasa terhakimi. Sementara itu, lingkaran pertemanannya yang buruk malah lebih loyal padanya, sering menanyakan kabar dan nyaman ketika diajak bicara.
Ini nyata terjadi, ironisnya.
Orang baik harus bisa menciptakan suasana yang baik bagi orang lain. Itu sebenarnya efek nyata dari keshalihan. Kalau kita mengira diri kita sudah baik, tapi belum mampu memberi ruang nyaman bagi orang lain: tandanya kita belum genap mengilmui agama kita sendiri. Sebab Islam jua berasal dari kata "salâm", selayaknya kita mesti jadi "salâm" buat orang lain; jadi tempat nyaman untuk dicurhati; tempat nyaman untuk dimintai pendapat; tempat nyaman untuk dimintai tolong.
Saya menulis ini sebagai reminder buat saya sendiri. Bahwa sebesar apapun kata-kata kita, sebersayap apapun kalimat yang kita tulis; pada akhirnya tidak ada gunanya jika hati manusia tak dapat direngkuh. Besarnya narasi hanya akan jadi ilusi. Berkilaunya nasihat tidak akan mencemerlangkan. Mari sama-sama membenahi, untuk saya dan kita semua: apakah kita sudah jadi kenyamanan di hati orang sebelum mengajak pada kebaikan?
Saat kau pusing dilanda begitu banyak masalah, bersyukurlah karena berarti kau masih hidup mbar. MasyaAllah alhamdulillah..
Kata Ibnu qoyim: betapa banyak orang tua mengira menyayangi anaknya, padahal ia sedang menyengsarakan anaknya. Sehingga hilanglah bagian orangtua terhadap kebaikan anak itu di dunia dan akhirat.
Betapa banyak dari kita yg membahagiakan anaknya dg mengajak pergi berpelancong tapi lalai mengajaknya ke masjid, merapatkan kelingking anak-anak dg bapaknya.
Kita kerap membahagiakan anak-anak dg mendatangi pusat perbelanjaan namun tidak pernah mendekatkannya dg keluarga org-org salih yg dekat dg Qur'an.
🎥source: Ust Oemar Mita
Ibu berdoa nak, semoga kita senantiasa diberi petunjuk dlm mendidikmu. Termasuk memandang "sesuatu itu baik, padahal menurut Allah tidak"
Mengagumi manusia itu mudah kecewanya dan cepat pula hilangnya, sewajarnya dan secukupnya saja. Sama halnya mengagumi seseorang karena wajah dan fisiknya, menjadikan cepat bosan dan mudah pula hati mengkhianati. Sekilas dan sedikit saja.
Banyak yang harus dikorbankan jika yang kamu cari adalah fisik dan bentuk luar, sebab mata akan selalu lapar dan nafsu akan selalu ingin mencari meski sudah menemukan.
Yang menjadikan dirimu istimewa dan lebih terhormat adalah apa yang kamu kerjakan, perangai yang baik dan turu kata yang sopan. Sedangkan dirimu akan menjadi terangkat karena harga diri yang kamu jaga, tidak mudah tergiur dan terlena karena iming dunia atau sebatas kata cinta.
Jikalau sampai hari ini tidak kunjung datang sesiapa yang akan menjemput dan berbagi kisah denganmu, pertanda bahwa Allah masih menginginkan kebaikan darimu dari masa sendiri. Sebab ada banyak kebaikan yang bisa kamu lakukan saat masih sendiri.
Ada yang kecewa karena termakan oleh ekspektasi dari casing yang terlihat sangat baik, namun saat menjalani ternyata tidak seindah taman bunga. Ada yang akhirnya jatuh cinta yang begitu syahdu, karena perilaku dan perangai yang baik lagi sopan, meski di awal ia tidak melihat ada yang istimewa dari rupa dan dunianya. Tersebab kejujuran dalam menjemput dan memelihara rasa.
Ini hanya sebuah tulisan dariku yang sampai saat ini mengagumimu, bukan paras dan rupa. Juga bagian dari petuah kala tua sudah datang menghampiri, fisik akan selalu berubah dan menua tidak sesegar dulu kala kita jumpa. Tapi apa yang muncul dari hati, ia yang abadi dalam ingatan dan rasa.
Memupuk rasa.
@jndmmsyhd
Hendaknya Kita Mengukur Diri
@edgarhamas
Abu Darda, sahabat besar itu pernah berkata, "tiga alamat orang bodoh; suka takjub dengan diri sendiri dan banyak hal, suka berpikir apa-apa yang sebenarnya tidak untuk dipikirkan, dan memerintah manusia tapi ia sendiri melanggarnya."
Ada lagi satu kata mutiara berujar, "siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya." Itu memang bukan hadits, tapi dikatakan oleh banyak ahli hikmah, di antaranya Yahya bin Muadz Ar Razi. Singkat, tapi begitulah Ulama di zaman dulu, selalu bisa meringkas makna dalam sebaris kalimat.
Dari keduanya, kita belajar untuk pandai mengukur siapa diri kita, tapi bukan dengan kalimat ini : "tau diri lah lu!" Karena itu bukan kalimat untuk mengukur diri, tapi merendahkan diri. Kalimat yang tepat adalah,
"apa yang telah aku lakukan untuk hidup, dan apa yang akan aku lakukan."
Tahun baru Hijriah 1441 ini cocok untuk membuat resolusi. Namun kali ini, hendaknya kita mengukur diri, bukan dengan memaki-maki keadaanmu yang sekarang, karena itu namanya menyalahkan takdir. Mengukur diri adalah: tahu, dimana lebihnya aku dan kurangnya aku. Yang lebih dilesatkan, yang kurang dibenahi.
Entah darimana kaidah ini, tapi saya setuju bahwa kita perlu menyediakan 3 porsi untuk mengukur diri kita. Kaidah itu, 70, 20, 10. 70 persen fokus kita hendaknya digunakan untuk melesatkan potensi kelebihan kita, 20 persen untuk membenahi kekurangan kita, dan 10 persen untuk mengeksplorasi potensi baru.
Hendaknya kita mengukur diri, sebagaimana Umar menasihati, "ukurlah dirimu sebelum kamu mengukur orang lain, dan dan hendaklah kamu menimbang dirimu sebelum kamu ditimbang", sebab "orang beriman lebih sering memuhasabah dirinya dibandingkan rekan kerja tamak yang selalu mengukur kinerjanya demi gajinya" kata Maimun bin Mahran.
Dengan kita tahu dimana posisi kita, kita akan lebih mudah menempatkan diri dalam manusia, dalam kerja-kerja besar untuk semesta.
Setidaknya kita tahu apa yang bisa kita perbuat untuk kebaikan umat ini, sebagai bentuk naik kelasnya kita dari memikirkan diri sendiri.
Hendaknya kita mengukur diri, sebagaimana memang Allah perintahkan kita. Dengan kamu tahu dirimu, kamu bisa memprediksi bagaimana masa depan berpihak padamu, atau berpaling, "Wahai orang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat apa yang sudah dia kerjakan di masa lalu untuk masa depan." (Al Hasyr 18)
Madinah, 1 September 2019
Meyakinkan Diri
Apa yang lebih menenangkan daripada hati yang lapang dan kepasrahan pada keputusan Allah? Bahkan pada waktu yang terhimpit dan sangat mustahil untuk terjadi pun akan mudah untuk mengikhlaskan, jika menempatkan "Bismillah, insyaalloh apapun yang terjadi nanti itu yang terbaik dari Allah" pada urutan kalimat pertama yang keluar dari hati dan lisan.
Yang kurang darimu bukanlah orang dalam, tapi keyakinan bahwa Allah yang memberikan rezeki. Yang lemah darimu bukanlah kekuatan atau uang, tapi tawakkal yang maksimal. Kamu tidaklah sedang berlomba untuk mengumpulkan dunia ini, tapi kamu sedang berlomba untuk berbuat kebaikan. Mencari penghidupan agar bisa beribadah dengan baik dan agar bisa berbagi juga bagian dari kebaikan. Perbaiki lagi niatmu jika hanya untuk mengumpulkan dunia.
Kelak, kamu akan menyadari bahwa yang benar-benar akan menolongmu itu bukanlah harta dunia, tapi amal kebaikan yang selalu kamu utamakan. Sebab dunia akan selalu menipumu.
Atur kembali niat, jangan sampai menuhankan atau menjadikan dunia sebagai tujuan. Ia hanya perantara dan kendaraan saja yang kamu pun bisa memilihnya atau tidak.
Selamat berjuang dan memperbaiki hati.
@jndmmsyhd
Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata:
"Bisa jadi ajal itu sudah dekat sementara engkau masih lalai, banyak orang yang di waktu pagi tidak mendapati waktu sore, masih di waktu sore namun tidak mendapati waktu pagi, ada yang tidur tidak bangun-bangun. Orang yang cerdas dan brilian akan selalu bersiap-siap dan berhati-hati dalam persiapan menuju akhirat..."
[Syarh Riyadushsholihin 1/245]
Beribadahlah dengan hati yang riang, merindulah dengan hati yang ridha ❤️
Allaah, Tuhan yang kita sembah setiap saat itu Mahatahu sekaligus Mahabaik :)
-mumul
Bertumbuh dari hal-hal kecil.
Tidaklah cukup tahun 2020 banyak memberi pelajaran. Bukan tentang hal-hal besar saja yang gagal dikejar. Tetapi juga mensyukuri hal-hal kecil yang telah dimiliki.
Sedikit banyak catatan tersebut sejurus dengan buku Anatomic Habit karya James Clear. Walaupun bisa dibilang telat sekali karna baru membacanya tahun lalu.
“Success is the product of daily habits not once in a lifetime transformations”. Jadi sebenarnya kesuksesan itu berasal dari kebiasan-kebiasan yang dibangun dalam jangka panjang. Jarang sekali dari hal sangat kita cintai tapi hanya dilakukan sesekali.
Sebenarnya inspirasi utama yang saya dapatkan bukan tentang cara untuk sukses menggapai sesuatu. Tetapi untuk menjadi orang keren, tak perlu merengkuh semua hal keren. Cukup menjadi berbeda dari yang lainnya.
Dengan begitu, rasanya tahun 2021 alih-alih pengen mengejar mimpi yang luas dan tinggi, tetapi lebih ingin belajar untuk bertumbuh 1% setiap hari. Dimulai dari hal-hal kecil yang seringkali tak dianggap sama sekali.
Terima kasih juga untuk tahun 2020. Gakpapa banyak hal gak sesuai ekspetasi. Karna aku juga begitu percaya “Andai semua yang kita inginkan terkabul hari ini. Mungkin kita akan seperti bunga layu setelah ranum bermekaran. Tak ada lagi alasan untuk berjuang dalam hidup”. #resolusi2021 #terimakasih2020 #illustration https://www.instagram.com/p/CJgbfbCArF_/?igshid=bk8uoavc4fut
Jika Anda menggunakan media sosial untuk menyebarkan kesalahan, Anda akan berhasil. Jika Anda ingin menyebarkan hal yang benar, Anda juga akan berhasil. Pikirkan tentang bagaimana Anda menggunakannya, itu tergantung pada Anda. Bagaimanapun, Yang Mahakuasa mengawasi.
(via nakindonesia)
Titip Doa
Ya Allah engkau mengetahui hati-hati ini Telah berkumpul kerana kasihkan mu Bertemu dan patuh padamu Bersatu memikul dakwahmu Hati-hati ini telah berjanji setia Mendaulat dan menyokong syariatmu Maka eratkanlah akan ikatannya Kekalkan kemesraan hati ini Tunjukkan ia jalan yang sebenar Limpahkan dengan cahaya Rabbani Mu Yang tak pernah padam Dan lapangkan dengan iman
(3/8, semoga yang membaca ikut meng-’Amiinkan’)