Kembali kepada tali yang kokoh
Mungkin kamu pernah dipatahkan berulang kali
Pernah juga menangis tergugu hingga tiap degup jantung beriiringan dengan sengaunya nafasmu
Lalu kamu mencoba mencari pembenaran dari makhluk lain
Lantas pasang kuda-kuda berlari untuk berpura-pura baik – baik saja di depan sebagian yang lain
Atau kamu merasa ingin menarik orang lain untuk ikut merasakannya bersamamu
Dari sekian banyak cara melerai luka melepaskan yang patah, apakah kamu mendapatkan apa yang kamu butuhkan saat itu?
Coba tengok sebentar ke dalam dirimu, tanyakan adakah jalan keluar yang kamu temui?
Atau hanya jadi bias pelebaran dari rasa menjadi subjek yang terlukai dan terpatahkan?
Sebab orang – orang di luar sana sejatinya tidak punya kendali penuh atas dirimu
Kamu yang pegang kendalinya, setir fikiranmu, kondisikan hatimu, lapangkan dadamu
Kerikil – kerikil kecil atau pun besar sekalipun tidak akan bisa menembus kerapatanmu jika kamu mau kembali
Dengarkan sebentar dirimu sendiri, tanyakan apa maunya?
Kemudian lekas pegang erat kembali tali yang kokoh itu
Luka, patahan, kesakitan sebenarnya salah satu cara Tuhan untuk kembali memurnikanmu
Semua yang diluar dirimu meski berupaya dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan kerapatanmu itu
Jika kamu tetap berpegang teguh pada tali yang kokoh itu, pasti akan tetap kuat, dan selamat dengan seizinNya
Banjarmasin, 6 Maret 2021_00:53












