Kepergianku kali ini sedang menapaki babak baru
Babak kehidupan yang masih saja penuh dengan liku
Engkau boleh berpendapat saat ini aku tidak cukup tahu
Padahal dari ketidakcukuptahuan itu yang mengantakanku
Pada sebuah keadaan dimana bagi sebagian orang mungkin nampak keliru
Namun bagi sebagian yang lain menganggapnya tidak seperti itu
Tak butuh sudah ucapmu ataupun buah dari pemikiranmu yang ambigu
Sebab aku sendiri yang pegang setir kemana ini akan melaju
Selama masih ada keyakinan yang menghujam di dadaku (bahwa Tuhan Maha Tahu Segala Sesuatu)
Serta ada doa dari mereka yang telah mengenalku dan memahamiku lebih dahulu
Mungkin kiranya itu sudah cukup mampu membuang raguku
Bahwa hidup adalah tentang menyusuri lorong waktu
HIngga kini terasa bahwa setiap detik adalah berhaga untukku
Lidahku kelu untuk hanya sekedar membalas sesuatu yang ambigu
Karena aku tidak punya cukup waktu untuk itu
Lebih baik diam, tersenyum dan kembalikan pada niat awalku
Sudah sejauh manakah kaki ini melangkah untuk mencipta suatu energi baru?
Energi yang bilamana dicipta akan menghasilkan suatu amalan baru
Karena energi itu yang mengantarkanku pada peluang baru, harapan baru, doa baru
Mau dibawa kemana energi ini sebab pada akhirnya bermuara kepada lukisan masa depanku
Dan belum berhenti disitu masih ada tanggungjawab yg harus diemban olehku
Perlahan namun pasti aku pun sedang menuju hari kemudian setelah berupaya dengan segenap hati dan seutuhnya diriku
Banjarmasin, 28 Februari 2021_15:00