Jangan biasakan memberi syarat untuk berbuat baik kepada pasangan, karena pasanganmu memiliki hak atas dirimu. Salinglah berbalas kebaikan, karena begitulah caranya untuk saling membahagiakan.
@taufikaulia
sheepfilms
Keni
No title available
official daine visual archive
ojovivo

shark vs the universe
𓃗
Not today Justin
🩵 avery cochrane 🩵
KIROKAZE
Cosimo Galluzzi
TVSTRANGERTHINGS
Claire Keane

No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily
EXPECTATIONS
Three Goblin Art
taylor price
$LAYYYTER
seen from Malaysia
seen from Australia

seen from Taiwan
seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Italy

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Spain

seen from Canada
seen from Singapore

seen from United States
@tenisrirahayu
Jangan biasakan memberi syarat untuk berbuat baik kepada pasangan, karena pasanganmu memiliki hak atas dirimu. Salinglah berbalas kebaikan, karena begitulah caranya untuk saling membahagiakan.
@taufikaulia
Kalau dirasa perkaramu begitu berat akhir-akhir ini, dadamu rasanya sesak karenanya, maka tengoklah langit di atasmu. Lihat tetumbuhan di sekitarmu. Mereka tumbuh tidak dengan sendirinya. Awan tegak tanpa tiang bukan dengan sendirinya. Semuanya terjadi atas izin Allah.
Maka percayalah hari-hari yang katamu begitu berat itu sudah ada dalam rencana Allah yang sedemikian indahnya. Masalah yang datang silih berganti sudah ada jalan keluarnya.
Percayalah masalahmu yang katamu begitu beratnya untuk dipikul sendirian adalah hal yang amat kecil bagi Allah.
Sadarlah! Kedekatanmu dengan Allah-lah yang mesti terus diperbaiki. Barangkali doa-doamu sudah mulai tak terdengar usai salat atau hatimu sudah lebih terpikat oleh hal duniawi.
Begitulah cara Allah menyayangimu. Dengan ujian ini Allah ingin engkau sadar bahwa hanya Allah-lah yang seharusnya jadi prioritas penting di hidupmu, bahwa hanya kepada-Nya-lah kelak kamu akan kembali dan mempertanggung jawabkan semuanya.
Bahkan di tengah ujian ini, barangkali Allah hendak menghapus dosa-dosamu. Jadi, bersabarlah. Meski terasa berat, tapi pertolongan Allah selalu dekat :)
@terusberanjak
“Doa itu seperti jembatan. Ia menghubungkan sesuatu yang jauh bahkan melintasi ruang dan waktu. Kita bisa berdoa untuk masa lalu, hari ini, dan masa depan. Kita juga bisa mengirim doa untuk orang yang jauh bahkan yang tidak kita kenal. Sebab doa itu saling mengenal dengan iman, dimana orang-orang yang percaya kepada Tuhan saling bercengkerama di langit sana. Dan Tuhan mempertemukan doa-doa yang saling mencintai satu sama lain.”
— Kurniawan Gunadi
Untuk kamu, yang pernah singgah
Beberapa orang singgah hanya untuk kembali pergi. Setelah sempat memberikan kenyamanan pada diri, mereka hilang tanpa kabar yang tak pasti.
Sudahlah. Memang apa yang salah dari hanya menjadi sekedar persinggahan? Pada raga, juga nyawa sendiri pada akhirnya akan menemui perpisahan. Tidak perlulah berlebihan.
Menjadi kenangan adalah kepastian. Dan menjadi seperti apa untuk dikenang adalah pilihan. Pun mengenang, adalah tentang memelihara ingatan-ingatan yang melenggakan tenang.
Untuk setiap patah yang pernah singgah, terima kasih sudah memberikan pelajaran bahwa yang terbaik tak pernah datang dengan terburu-buru. Untuk setiap jatuh yang berulang kali singgah, terima kasih sudah membuktikan bahwa segala hal akan berganti dan terganti.
Untukmu yang Sedang Mempersiapkan Diri (bag. 1)
Kata Erich Fromm, kebutuhan manusia yang paling dalam adalah hasrat untuk mengatasi keterpisahannya. Atau, dengan kata lain, keluar dari penjara kesendirian.
Kecenderungan laki-laki terhadap perempuan, kecenderungan perempuan terhadap laki-laki—sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ar-Ruum ayat 21—adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Keinginan untuk berpasang-pasangan dan membina rumah tangga adalah fitrah. Sebab itu, merasakan jatuh cinta adalah hal yang patut disyukuri.
Tetapi, hal ini memang tak sesederhana kedengarannya. Perasaan jatuh cinta menuntut terlalu besar. Jika kita mengikuti maunya begitu saja, sama artinya menyerahkan diri kita kepada hawa nafsu.
Itu sebabnya, mereka yang telah saling jatuh cinta dianjurkan untuk segera menikah. Bagi yang belum memungkinkan menikah, menahan diri dengan mengalihkan tenaga dan pikiran untuk berbagai aktivitas produktif adalah salah satu penolong. Masa-masa itu bisa digunakan untuk mempersiapkan diri, sebab ketika menikah, kita bertransformasi dari ‘orang yang jatuh cinta’ menjadi ‘orang yang mencintai’.
Dalam menghadapi transformasi ini pun kita perlu berhati-hati, sebab ada jebakan berbahaya di sana: orang yang membuatmu jatuh cinta belum tentu orang yang layak kamu cintai dengan seluruh jiwa dan ragamu. Bisa jadi, perasaan cinta itu hanya sebatas—apa yang disebut Erich Fromm sebagai—cinta idola (idolatrous love). Gejalanya adalah perasaan berdebar-debar saat melihat seseorang, selalu ingin berada di dekat orang yang dikagumi. Yang seperti ini, menurut Fromm, adalah cinta semu dan karenanya akan pudar seiring waktu. Terutama, ketika kita sadar bahwa untuk membangun hubungan jangka panjang, yang dibutuhkan adalah sepasang kekasih yang siap melakukan pekerjaan-pekerjaan mencintai, bukan sekadar saling mengagumi.
Sebab itu, proses memilih pasangan menjadi begitu krusial. Ia tak boleh sekadar mengandalkan rasa, sebab boleh jadi itu hanya tipu daya hormon yang efeknya hanya sementara. Sementara pernikahan adalah keputusan yang dampaknya jangka panjang. Sangat panjang bahkan hingga ke akhirat kelak.
***
Buku Belajar Mencintai (2019)
Yang tidak pernah meninggalkanmu selain Tuhan, adalah doa-doa ibumu.
. . .
#tiasetiawati https://www.instagram.com/tiasetiawati2709/p/Byt5MNrlxXy/?igshid=1udrrl3fk8lps
Bulanku kini, tak lagi sama
Hai, apa kabar? Boleh aku minta sesuatu? Coba kamu lihat keluar sebentar. Apa kamu melihat sesuatu yg berbeda? Bulan. Bulan malam ini hanya separuh. Langitpun terlihat sedikit mendung. Bintang - bintang tertutup awan. Ah, aku jadi rindu. Pada hari dimana kita mencari bulan penuh yang sama, lalu mengabadikan dalam bentuk gambar. Sudahlah, kuakui hasilmu memang lebih baik daripadaku. Aku memang sedikit bodoh dalam hal ini. Haha
Tapi kini, bulanku berbeda. Seolah separuh darinya telah menghilang. Tak lagi indah seperti kala itu. Kamu tau kenapa? Karena bulanku, bukan lagi kamu.
Dear the seven year old me,
There's no (real) friends will hurt you so much. And that's them. Terimakasih untuk selalu ada walau jauh dan tidak pernah menyakiti ❤️❤️❤️
Lagi.
kenapa kamu bisa hidup sedangkan malam sudah berwujud?
Karena aku hidup bukan hanya untuk malam. Ada pagi yg menjemputku, ada siang yg menemaniku dan ada senja yg menungguku. Kurang lebihnya seperti itu :)
Ia Tidak Merindukanmu, Apalagi Menginginkanmu Kembali.
Ada yang suka menghubungimu di tengah malam. Berbasa-basi menanyakan kabarmu. Seorang yang pernah ia tinggalkan dulu.
Ada yang sengaja meninggalkan jejak di media sosialmu. Sekadar memastikan, kau akan menghubunginya lagi. Meski hanya berkata ‘Hai’.
Ada yang demikian bersusah payah, melakukan segala upaya untuk membuatmu dekat kembali dengannya.
Kau tahu mengapa?
Ia bukan sedang merindukanmu. Tentu saja, ia ingin kau berpikir demikian. Namun tidak. Nyatanya ia tidak merindukanmu. Mungkin ia hanya kesepian. Mungkin orang yang menjadi alasannya meninggalkanmu, sedang menabuh genderang perang dalam hubungan mereka. Mungkin saja. Yang pasti, itu semua bukan perihal kau.
Ia pun bukan menginginkanmu kembali lagi padanya. Berhenti berpikir terlampau jauh ke arah sana. Ia hanya ingin memiliki teman bicara. Mungkin juga, ia ingin bermain dengan rasamu. Membuatnya merasakan diinginkan kembali olehmu.
Jangan tertipu. Jangan jatuh lagi ke sakit yang sama. Kau harus belajar untuk tidak peduli pada yang sejak lama sudah pergi.
-
© Tia Setiawati | Palembang, 14 Agustus 2017
I wish i could lay off the time for a few hours before.
Just you. And me. With a happiness.
Ah rindu sekian lama yg terobati. Terima kasih untuk waktunya!❤️
Mungkin nanti.
Karna malam ini hujan, jadi pengen cerita disini kan jadinya.
So, setelah beribu ribu tahun lamanya (gakdeng cuma setahunan ajasih wkwk) akhirnya aku tau semuanyaaaaaa. Sebenernya itu udh basi banget sih cuma ya taulah ya wanita emg juaranya memendam perasaan dan ujung2nya kesel juga sm apa yg dipendemnya itu. Dan untung setelah tau hasilnya itu ga nyesek2 amat wqwq. Kadang suka mikir kenapasih harus ky gitu? Kenapa ga gini aja (?) tapi setelah difikir2 lagi namanya juga manusia tinggal jalanin apa yg harusnya dijalanin toh mungkin itu juga sebenernya skenario terbaik buat hidup kita asal kita bisa jalananinnya aja. *** Aku bersyukur bgt pernah ketemu dan pernah jadi orang yg suka ada di doa kamu. Karna dulu udah kelewat dan sekarang juga begini adanya jadi mungkin nanti.
Ciee yang sering di doain
Jika aku tidak bertemu dia, aku tidak akan merindukannya. Jika aku tidak mengenal dia, aku takkan memikirkannya. Jika kita tidak pernah bersama, aku tidak harus menghilang. Jika aku tidak begitu menyayanginya, aku takkan memiliki banyak kenangan. Jika aku tidak mencintainya, kita tidak perlu menjauh dari satu sama lain. Jika kita tidak saling berhadapan, kita takkan pernah bersama. Mungkin, jika aku tidak bertemu denganmu sama sekali
Scarlet heart (via nidafff)
Emang kita pernah bertemu?