“Fotografi bagi saya merupakan suatu pencitraan maupun perwujudan. Berbagai macam pencitraan. Pencitraan perasaan, pendapat, kritik, mood yang mungkin tidak dapat digambarkan dengan media lain. Fotografi merupakan suatu pencitraan dan perwujudan berbagai pikiran,pendapat, serta kritik saya, dan juga keindahan visual yang saya rasakan, kemudian saya visualisasikan melalui fotografi, dan kemudian saya bagikan kepada orang lain. Saya ingin mejadi fotografer karena saya nyaman terjun di dunia fotografi. Sejak awal, bahkan saya yang buta dengan fotografi, yang lalu mengenal fotografi, saya merasa telah terjun ke dalam dunia dimana sesungguhnya saya berada. Dan dengan fotografi saya mampu melihat berbagai hal di dunia dengan sudut pandang yang berbeda, dengan lensa kamera saya. Tone warna foto saya gelap, selain karena saya menyukainnya, dengan tone warna yang dark dan gloomy, saya lebih mampu memvisualisasikan apa yang ingin saya bagikan, kemudian mampu memberikan berbagai sisi dari cerita yang disampaikan. Dalam foto saya, saya ingin mengangkat power atau kekuatan, khususnya kekuatan untuk kaum wanita sendiri, yang seringkali terkurung dalam berbagai persepsi masyarakat. Sebagai figur wanita idealis dan mandiri, saya memvisualisasikan berbagai cerita yang sebagian besar merupakan pendapat dan pemikiran saya tentang kaum wanita, dan saya ingin sekali memberikan kekuatan kepada banyak orang, terutama kaum wanita sendiri, agar mampu untuk ‘lebih berdiri tegak’ diatas kakinya sendiri, diatas segala macam hal yang menerjang.”