Legacy. Lanjutan post Homefish di Kilo 5 Luwuk bbrp hari lalu. Untuk menurunkan puluhan rumah ikan buatan ini tidak cukup satu hari. Diperlukan bbrp hari, di sela2 waktu kerja kami yang padat setiap harinya (klo weekend kyknya udah pada ngacir sendiri2 😝). Korupsi jam kerja di sore hari menjelang Maghrib, lebih baik drpd korupsi #&$!?@, toh banyak jg jam kerja kalian yg lebih banyak dihabiskan untuk scroll medsos/ngopangopi/mabar/cari proyekan dll, drpd kerja beneran. Korupsi saya lebih berfaedah. Satu lempeng beton cukup berat, ibiih ngana kira enteng?! Sekitar 10kg an. Gimana cara nuruninnya? Dinaikkan ke ban pelampung sampe tengah laut, kemudian saya dan teman2 diver Luwuk yang yahud2 ini freedive turun mengantar lempengan itu, tdk memungkinkan menggunakan scubatank karena kami harus bolakbalik antar lempengan ini satu persatu ke kedalaman -/+10M. Bukan asal dilempar, karena bisa pecah dan nyusunnya makin susah nanti. Setelah semua lempengan beton ini turun, barulah kami gunakan perlengkapan scuba untuk turun dan menyusun 'rumah' ini satu persatu. Kebayang kan repotnya, buka fin, pasang fin, angkat beton dalem laut dan kebawa arus. Ah pamer, biasa aja itu..Ndasmu! Klo kalian yang ngaku cinta laut dan sering bikin caption2 kelautan, belum bisa berkontribusi terhadap alam seperti ini, MINIMAL JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN dan JANGAN INJAK CORAL walaupun dengan alasan newbie. Cari coral yg mati buat diinjak/beristirahat, bukan coral hidup sehingga patah dan hancur kena kaki serabutan kalian. Tembok rumahmu retak/atap kosanmu bocor aja udah panik, apalagi ikan2 yang habitatnya hancur/terkontaminasi plastik. Ini legacy kami terhadap anak cucu kita nanti. Terimakasih seluruh teman2 diver Luwuk, sampai jumpa di rimbunnya coral Kilo 5! 🤙🏽 #beachlife #luwuk #banggai #sulawesitengah #homefish #transplatasiterumbukarang (at Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B9LS8DGp-6K/?igshid=lse5jdspbm02