cerita sendal jepit dan Teluk Kiluan
Sendal jepit biru bergambar zodiak aquarius seharga 5SGD terendam bersama kakiku di bibir pantai teluk kiluan...berharap sendal ini akan lepas selamanya.. Semakin d rendam semakin berat si sendal karet ini lepas...
Lebih dari setahun yang lalu di little india Singapura sendal ini berpindah ke kaki saya..the most expensive flip-flop I ever bought...sejarah sendal jepit ini dimulai dengan spontaneous weekend gateway ke Singapura saya,nurul,shinta dan dendi..tanpa persiapan booking hotel,tiket d beli H-1,dan itinerary dibuat 6jam sebelum keberangkatan...kegilaaan pertama adalah tanpa booking hotel dan yang kedua tidak menemukan hotel sampai jam 11 malam..kami sudah jalan-jalan seharian dan saya berjalan menapaki jalanan Singapura dengan wedges cantik..wedges kesayangan...saya adalah type pake sendal satu aja (setia pada satu sendal)sampai jebol..sama dalam percintrongan satu dipertahankan sampai ga bs dipakai lagi..
Karena kaki sudah tak mampu bertumpu pd wedges cantik ini yang ada jam 11 hanya ada toko yang menjual sendal jepit(dan mampuny cuma beli sendal jepit). Saya membungkus wedges dengan kantong plastik..dan dendi merebut kantong plastik berisi wedges dan membuang ke tempat sampah "dendi apa2an lo!??","ya udhlah dit buang aja ngapain barang busuk disimpen". "Cuma bikin susah lo aja..skalian buang kenangan lo sama Rio d tempat sampah" kemudian dendi melenggang pergi mengejar Nurul dan Shinta disebrang jalan,nampaknya mereka menemukan hostel. Saya masih terperanjat ucapan dendi..sepanjang perjalanan saya selalu jalan d belakang shinta dan nurul..Saya berjalan d belakang mereka bersama dendi yang ketiban membawa blanjaan kami dan ketiban curhatan saya ttg galaunya dengan rio mantan pacar saya..
Okeeh saya ga mungkin ngambil wedges dari tong sampah di Singapura..Hidup sudah cukup pelik apalagi kalau pakai ditangkep di Singapura cuma gara-gara mengais wedges dari tempat sampah..
Sejak dari Singapura sendal jepit ini menjadi kebanggaan karena kemahalan dan sejarahnya bersama abang Dendi....
Dendi adalah teman SMA Nurul,saya baru kenal di trip spontaneous ke Singapura kmrn.. Karena saya baru beli kamera dslr, dan dendi sudah menekuni fotografi sejak 3 tahun yang lalu..saya pun sering bertanya-tanya mengenai cara memotret hingga hunting bareng..dengan sabar dan tawakal Dendi rela mengajari saya yang beli kamera demi kegaulan tanpa bakat alam Fotografi..Sampai pada satu saat saya menyadari bahwa saya merasa-teramat-sayang pada Dendi..Keberadaan Dendi seperti kulit kering-dan-body lotion..butuh pagi-siang-malam..menenangkan dan menutrisi hati..Rasa membutuhkan,rindu,apapun itu saya generalisasikan kalo saya cinta dengan Dendi.. kami bahagia bersama rasa sayang-rindu-cinta entah apa namanya..Mungkin Dendi benar-benar cara efektif melupakan Rio..semuanya serasa pas bersamanya..hanya 1 hal yang harus disadari adalah dendi adalah pendapatan dan saya biaya meski sama-sama bermuara ke laporan rugi laba komprehensif namun tidak bisa di satukan karena akan tetap saling mengurangi (singkat kata kami berbeda account keyakinan, pake istilah akuntansi karena penulisnya anak akuntansi). Kepada realita juga kita berkaca..ada hal-hal yang tak boleh kita langgar karena sifatnya prinsip..Hal yang kami sama-sama sadari.
Pada satu titik itu kami sadar smua ini seperti naik perahu kora-kora di dufan cuma bs naik turun, tidak bs mengarungi samudra bersama dengan perahu kora-kora.. Kami pun memutuskan menjauh..Dendi semakin sering beribadah dan sibuk dalam pekerjaanny..Saya pun semakin tenggelam di kesibukan..Pada suatu hari Dendi membelikan ice cream hagen dash kesukaan saya..d tengah beli ice cream ia menceritakan ia akan memulai kehidupan baru dengan seorang wanita yang se account dengannya..rasanya lemas kaki ini tidak bs menopang badan..Dendi menggengam tangan saya "she is the perfect I've been looking for.."Gw ga mungkin meneruskan dengan lo..tau kan alasanny" Saya cuma tersenyum paksa.."Yes dendi I'm happy for you" saya gengam tangannya..dia balas mengengam balik tangan saya dengan keras..*electric shock*
Sejak itu lebih baik saya pergi lebih baik menjaga jarak dari pada kembali jatuh cinta...
Beberapa hari kemudian kakak saya mengajak ke pantai kiluan lampung..kalo patah hati lebih baik dibawa traveling, nanti bisa lupa..
Dengan traveling ala backpacker..naik travel ke kiluan, melewati selat sunda berharap "meninggalkan ke galauan di pulau jawa sekaligus menghilangkan pelet dendi (ya kali aja dipelet padahal enggak). Sampai di kabupaten Tenggamus masuk desa kiluan..saya terbangun dibus travel..melihat sebuah desa bergaya Bali banged, pura-pura khas orang bali…Saya ga sedang ada di Bali kan Beneran…ini bukan Bali. Akhirnya untuk memastikan patah hati saya tidak menimbulkan delusi, saya bertanya kepada Kakak saya Lisa, “Kak ini Bali atau Kiluan? “. “Kiluan dodol….”. “Kok banyak Pura??”. “ yang tinggal didesa ini sebagian orang-orang transmigran dari Bali ndes..”. “Dendi kan lagi di bali kak”. “lah terus mau masuk ke Pura itu, sapa tau disitu ada Dendi gituh”. Kak Lissa menunjuk sebuah Pura yang cukup besar. “Kagak” Jawabku kalah.. it called semesta menelikung!! Bsk kalo mao traveling melupakan patah hati pastikan ga ada yg related sama yg mao di move on in..
Rasanya pantai kiluan terlalu cantik untuk dilewatkan bersama kesedihan..pasir putih teluk yang indah bisa menghilangkan kepenatan..pantai yang putih..bs dibuat snorkeling..atao cuma menikmati pasir di pinggir pantai.. Air Kelapa yang segar… ayunan dari ban..Juga Beach Boy yang six pack….Pantai ini sukses membuat efek saya gosong senang, mencoba snorkeling atau sekedar mengelilingi pantai. Intinya segenap kegalauan hilang tak bersisa ketika menghabiskan waktu di Teluk Kiluan ini. “Besok pagi kita liat lumba-lumba dit, bangun pagi lohh”, ucap kak Lisa sembari membenamkan diri di Sleeping bad nya. “iyohh kak, bawel amat sich”.
“ndes bangun…dit bangun ayook kita liat lumba-lumba, abang-abang six pack udah siap tuch…”. “ ntar dulu sich kak”. Kata gw setengah sadar. Akhirnya Kak Lisa berhasil membangunkanku…. Kami naik perahu kecil diisi lima orang abang-abang six pack, saya, kak Lisa, Apid pacar kak Lisa, Dian adeknya Apid. Yeaayy Lumba-lumba I’m Coming..... “Lapo koen pake sendal segala Dit, tinggalan aee sendalmu, kita lo nyeker “. “Sayang sendal gw pid, sendal jepit gw belinya pake SGD ”. Jujur saya super excited sampai-sampai teringat film taiwan ”love at The dolpin bay (yahh ga penting ) Setengah jam berlayar dari bibir pantai Kiluan… Takjub sekali lautnya lumayan tenang pemandangan yang gilakkkk keren benged, ubur-ubur seliweran di deket perahu, karang yang indah, laut hijau toska….. Hampir empat puluh lima menit kami berlayar... dan si Abang Six pack mematikan mesin motor (yang mana mesinnya sekecil mesin pemotong rumput) perahu kecilnya, “biasanya disini banyak lumba-lumbanya, kita tunggu sebentar ya...”. “akkkk itu lumba-lumba” Dian Histeris menjerit. “Lumba-lumba…lumba” Pekik saya…Tanpa sadar saya girang dan melompat alhasil….Byur ternyata saya terpeleset dan tercebur ke laut…arrgghhhh thanks God saya masih berpelampung sehingga menggapung…. Abang-abang six pack dengan sigap menolong saya yang tercebur… “neng kok pake lompat sich” . Dengan susah payah mengangkat pantat akhirnya saya pun bisa naik diperahu…semua rombongan kaget kok bisa sich dita jatuh….segitu excited nya…dulu waktu kecil ga pernah liat lumba-lumba kali. Cuma sepuluh menit kami bertahan melihat lumba-lumba yang menari diatas laut….saya sudah terlanjur masuk angin. Sampai di Pantai “lohh sandal gw…yah sandal gw ilang dilaut waktu gw ke jebur..”, teriak gw panic kehilangan 5SGD.
Sewaktu Packing untuk pulang,di losmen kak Lisa berkata, “Dit, sandal lo ilang ya? ”, ”iyoh”. ”that called God sign u should go from Dendi, sendal dan hati lo ke dia harus ilang...sendal yang memorable ama dia sengaja dihilangkan Tuhan, tandanya lo juga harus menghilangkan hati lo untuk dia . “ hmmm” Saya meringgis. “knapa mau sembahyang di Pura? Biar sendalnya ketemu “. “Enggak mau sembahyang Dzuhur biar ketemu sandal yang baru, yang lalu emank udah ilang”. Kemudian kepala gw di jitak Kak Lisa…
Kabupaten Tenggamus Juli 2012
Jangan mengobati borok dengan hansaplast karena akan nambah sakit….obatilah dengan obat merah
If we were friends again, I might fall back down same path. So being stranger is the best for us...@ihateqoutes