Danke, Jürgen Klopp

Kiana Khansmith
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her

Origami Around
No title available
YOU ARE THE REASON
RMH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
TVSTRANGERTHINGS
Sweet Seals For You, Always
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
tumblr dot com
Monterey Bay Aquarium
Jules of Nature
icyghini twinkie

pixel skylines
EXPECTATIONS

Jar Jar Binks Fan Club

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
seen from Colombia

seen from Netherlands
seen from Mexico
seen from Egypt
seen from Türkiye

seen from France

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Philippines
seen from Iraq

seen from India
seen from Uzbekistan
seen from Malaysia
seen from Myanmar (Burma)
seen from Nepal

seen from Morocco
seen from Georgia
seen from Saudi Arabia

seen from Ukraine
seen from Netherlands
@theycallmefanie
Danke, Jürgen Klopp
When you walk through a storm Hold your head up high And don't be afraid of the dark At the end of a storm There's a golden sky And the sweet silver song of a lark Walk on through the wind Walk on through the rain Though your dreams be tossed and blown Walk on, walk on With hope in your heart And you'll never walk alone You'll never walk alone Walk on, walk on With hope in your heart And you'll never walk alone You'll never walk alone
WHAT A MAN :*
oh my god oh my god oh my god oh my god oh my god oh my god oh my god oh my god oh my god oh
Be still my beating heart
„Five years ago I asked you to change from doubters to believers. (…) And you did it! You did make us happen. Really! Thank you very much!”
home ❤️
LIVERPOOL FC LIFTING THE TROPHYYYY
Kau masih tetap menjadi orang pertama yang paling ingin kucari ketika aku bahagia, terluka, atau bahkan bosan dan ingin bercerita.
(via mbeeer)
Mungkin kita memang ditakdirkan hanya sebatas itu. Sebatas pernah bersama. Kisah singkat yang tak kerap lengkap. Kisah sementara yang tak berpengaruh apa-apa.
(via mbeeer)
Lonceng Angin di Atas Jendela
Barangkali, perjumpaan kita serupa lonceng angin di atas jendela–yang tertiup udara, sejenak berdenting, kemudian hening.
Sebab kesunyian ini, adalah buah kesetiaan sepasang lengan, menunggu disatukan oleh sebuah dekapan.
…dan semesta, tiada pernah henti mengulang kenangan, mengulang segala tentang aku dan kau yang tak lagi disatukan.
Kepada masasilam; sesekali, lihatlah aku, seseorang yang mampu mengelabui dinginnya kesunyian, mengakali segala luka kenangan. Tapi, tak pernah pandai menyembunyikan kehilangan.
Tulisan : Memikirkan Usia
Satuan waktu ini menggelisahkan. Kita menjadi mengukur diri, sudah ngapain aja, sudah sampe fase mana, dan semua hal yang kita buat sebagai tolok ukur diri.
Kadang, kita tak mampu lagi membendung kekhawatiran kita atas usia yang terus beranjak. Sementara, pikiran kita mengatakan kalau kita belum ke mana-mana, belum sejauh itu langkahnya. Kita mulai membandingkan proses yang kita lalui. Kita mulai membandingkan hal-hal yang sudah kita capai, dan yang kita miliki dengan apa yang orang lain miliki.
Saat seperti itu, sangat rawan untuk mengambil keputusan. Karena dorongan pengambilan keputusannya menjadi tidak rasional. Untuk itu, berhati-hatilah diri. Ingat-ingat lagi, bahwa waktu ke depan yang kita miliki teramat berharga. Terlalu berharga untuk disiakan dengan keputusan yang gegabah. ©kurniawangunadi | Yogyakarta, 25 Juni 2020
Berjuanglah Lagi
Bagaimana? Apakah baik-baik saja? Takapa jika tidak.
Karena kadang, kamu bisa dan harus menerima bahwa kamu 'sakit'. Kamu butuh bantuan. Butuh sekali.
Sekali waktu, kamu mungkin menyangkalnya. Walau hal itu tetap tidak terlalu berhasil membuat keadaan terasa kembali baik-baik saja. Pada akhirnya, iya, entah bagaimana kamu tahu kamu menyimpan bom waktu. Ada semacam tombol yang dengan sentuhan tidak seberapa, bisa meledak sekuat-kuatnya. Yang bagi orang tidak seberapa, tapi bagi dirimu, itu adalah puncaknya.
Selama ini kamu mampu melalui hal-hal yang tidak terduga sebab memang memilih untuk itu. Tidak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri: prinsipmu. Meskipun saat menyelesaikannya harus melukai banyak orang, lebih-lebih harus melukai hati sendiri.
Namun, sesekali, sekali saja, ada kalanya kamu tidak ingin menyelesaikan apa pun sendirian. Kamu hanya ingin bebas memilih yang lain selain melaluinya.
Bagaimana pun, bom itu tidak begitu saja tertanam di dalam sana. Setidaknya kamu ingin mereka ikut, ingin orang itu ikut; merasakan, mengerti, tidak hanya tahu menghakimi, lalu memberi label-label buruk yang menyedihkan kemudian meninggalkan, tidak peduli dan memusuhi.
Di antara semuanya, bagian paling membuat gila adalah tidak ada satu pun yang percaya dan peduli bahwa kamu bisa lelah, kamu bisa meledak dan menjadi pecahan. Sampai sudah hancur pun, kamu tetap harus membereskannya sendirian.
Sudah begitu pun, kamu tahu bahwa mengandalkan orang lain adalah salah. Ingin orang lain percaya dan peduli adalah beban baru bagi dirimu. Ah. Mengapa ada orang yang bisa waras dalam keadaan 'sakit'?
Kamu...saya tahu kamu bukan benci banyak hal. Saya tahu kebencian yang ada di hatimu, bukan datang dari sana. Hatimu penuh sayang. Kamu hanya lelah. Kamu kesulitan. Jika istirahat tidak lagi cukup jadi obat, berjuanglah lagi dengan melepaskan.
Dua Pilihan
Hari telah menembus malam sementara gigil angin, hanya memberikan dua pilihan; mengenang, apa yang seharusnya dikenang atau melupakan, apa yang semestinya dilupakan
Bukankah ada pilihan untuk tidak memilih? sebab pada debar dada, ada sebuah nama yang telah disucikan oleh cinta bahkan semua, takkan pernah bisa untuk membencinya
Namun, jika aku tetap harus memilih; aku hanya ingin melupakan; dengan cara merelakan dengan segala kebaikan doa sebagai penyembuh luka hingga segala yang pahit, menjelma sajak paling wingit
Tiba-tiba, sekelebat ingatan membawaku kepada selarik sajak Soe Hok Gie;
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan letak leher kemejaku
dan aku kian tenggelam dalam ruang kenang mencari takdir sendiri, pada labirin nurani paling sunyi
__________ Purwokerto, 26 juni 2020 Seandainya ada pilihan untuk tidak mencinta aku tetap mencintaimu dalam doa