What you experience as a child becomes your mental "home."
Even if "home" was unsafe or chaotic, it will still feel familiar and you are more likely to return with future partners.

No title available
noise dept.
Misplaced Lens Cap

Love Begins
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
Sweet Seals For You, Always
Peter Solarz

Origami Around
Alisa U Zemlji Chuda
No title available

roma★

祝日 / Permanent Vacation
Show & Tell

Janaina Medeiros

No title available

shark vs the universe
tumblr dot com
DEAR READER
dirt enthusiast

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from Philippines

seen from Brazil

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Peru
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Portugal
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Poland

seen from Malaysia
seen from United States
@thonksky
What you experience as a child becomes your mental "home."
Even if "home" was unsafe or chaotic, it will still feel familiar and you are more likely to return with future partners.
☝
terakhir kita bicarakan semua besok kan bagaimana? lihatlah semua sudut itu, bandung kan selalu memelukmu. dinginnya hangatkanmu selalu. dilengkapi lapisan selimut yang berupa dekapan nadi yang mengalir menjadi seruan di hati bermuarakan kabar baru, tentang mimpi berkecukupan tanpa harus lembur lagi.
Dua kota yang dikelilingi dan disembunyikan oleh gedung-gedung tinggi, seolah-olah itu adalah rasa sakitmu dan milikku. Tapi kuburan, terus terang, terlihat dari atas sini. Melalui udara biru, tenang dan dingin. Sulit untuk memahami hidup, bukan kematian. Kematian tidak pernah menyimpan teka-teki apapun.
Sebuah memori, diresapi dengan kata-kata seperti debu di karpet. Dia menceritakan ke mana dia pergi bersamanya, apa yang mereka bicarakan, betapa bagusnya cuaca malam itu. Apakah kalian sudah tidur?, tanyaku tiba-tiba. Dia tersenyum seolah-olah menurunkannya: Tentu saja, berkali-kali. Percakapan tanpa akhir dan senyumnya hari ini, setelah sekian lama. Sekarang aku melihat sebuah foto di mana kami saling menatap seperti sepasang kekasih. Menurut tanggal, hanya beberapa hari setelah percakapan. Betapa anehnya, setelah bertahun-tahun, cinta, atau memori cinta, atau jejak yang ditinggalkan memori, ketika memudar.
Overthinking
di ujung hari
jalan sepi
jalan sepi
sunyi
pagi
muncul tanya: kenapa hidup sial sekali?
Ini nasib seperti bermain judi
bertemu untung tapi lebih sering rugi
terbayang kepala penuh tanda tanya
aku tenggelam dalam tanya
dilahap duka
itu muka
di ujung hari
jalan sepi
jalan sepi
Memori bukanlah wadah pasif, dia aktif berproses, di mana setiap potongannya dapat dipertahankan, disusun ulang, atau dibuang. Dalam pengertian yang sangat mendasar "masa lalu tidak bisa diucapkan. Sebaliknya kita harus mengatakan masa lalu hadir setiap kali disusun ulang."
Itu adalah acara pesta ulang tahun dan mereka mabuk dengan gembira. Pria itu bertanya kepada wanita itu, "Mengapa kamu memilih aku?"
Dia tertawa. "Karena kamu punya banyak uang."
Pria itu bengong memikirkannya.
Setelah mereka sadar dari mabuk semalam, wanita itu mulai menyadari apa yang dia katakan dan buru-buru bertanya kepada pria itu, "Apakah kamu tidak menanyakan sesuatu padaku tadi malam?"
"Aku bertanya mengapa kamu memilihku."
"Lau bagaimana aku menjawab," lanjut wanita itu.
Pria itu tertawa. "Kau bilang itu karena kau mencintaiku."
Wanita itu bengong memikirkannya….
I love you, and we're together, and it doesn't matter why.
Seorang suami baru pindah ke rumah baru, dan beberapa teman datang untuk berkunjung. Sementara mereka mengagumi hasil dekorasi interior yang elegan, lalu kemudian bertanya.
"Siapa yang memilih vas bunga ini?"
"Istriku."
"Siapa yang memilih satu set sofa ini?"
"Istriku"
"Siapa yang meletakan lukisan ini?"
"Istriku"
Karena seluruh dekorasi rumah dipilih oleh si istri, kemudian salah satu dari teman laki-laki tersebut bertanya, "Apakah ada sesuatu di rumah ini yang kamu pilih?"
"Istriku," kata laki-laki itu dengan puas.
Belum Menikah?
Takut kejadiannya kayak orang tua sendiri nanti
Belom bisa berdamai dengan diri sendiri
Nikah sendirian itu nakutin
I'm still not good enough for him
Iya sih, lagian masa depan nggak ada yang tau, masih muda juga kan?
a cliché-ridden style
Maaf aku nganggep kamu udah kaya ojek langganan sendiri nggak bisa lebih
Belum pengen dilabelin istri orang
Takut ibu jadi merasa sendiri, karna udah sibuk sama keluarga yang baru
Takut nanti dimintain duit sama anak buat fotocopy padahal bohong
Takut gak bisa jadi orang tua yang baik buat anak aku nanti
Takut ngenalin keluarga aku yg amburadul ke keluarga calon
Udah 15 tahun aku sabar hidup dalam penyesalan
Iya sih, tapi kalau aku alhamdulillah banyakan enaknya
Gila hebat banget, mbak
Menggantungkan kebahagiaan ke satu orang buat seumur hidup
Setelah dijalanin tidak seperti yang dibayangin sih
Mungkin sekarang belum mau aja. Bismillah
Beda agama cepet bisa nikah dong di indon
Agak trauma gara-gara ortu cerai
Soalnya kasurku single nggak mau dibagi-bagi
Bukan nggak mau sih, cuma nggak ada yang ngajak
cinta adalah orang yang kamu pikirkan saat bunga mekar pada sebuah senyuman.
Masker Wajah
pertama kali dia melihatnya memakai masker kecantikan adalah satu hari selepas bulan madu.
pikirannya bersemangat saat pulang kerja menuju rumah hari itu. dia mengetuk pintu rumah cukup lama sebelum akhirnya dibuka. ketika pintu terbuka perlahan dengan suara berdecit, dia secara refleks melangkah mundur, tiba-tiba wajah putih istrinya yang mengagetkan muncul, ini sudah cukup untuk menakuti siapa pun. istrinya tertawa saat melihat suaminya berdiri mematung di hadapannya seperti orang tolol, bibir merahnya terbuka lebar.
dia lalu bertanya, "apa yang kamu lihat? aku sedang memakai masker wajah, kamu tahu? kamu belum terlalu sering melihatku seperti ini sehingga terlihat aneh bagimu. ”
dengan wajah putih dan bibir merah, istri barunya, yang begitu cantik, tampak seperti hantu.
“aku belum pernah melihatmu memakai masker kecantikan sebelumnya,” ujar si suami.
“sebelumnya kamu hanya melihat seperti apa penampilanku setelah aku merias wajah. mulai sekarang kamu harus melihat kekejaman di balik keindahan,” balas istrinya.
setelah kejadian itu, dia sesekali akan berhadapan dengan wajah mengerikan itu. itu tidak tampak buruk pada siang hari tetapi pada malam hari, di bawah lampu, cara dia memandang dengan masker seperti hantu wanita di film horror. itu membuatnya menggigil, bukan karena kedinginan.
beberapa kali dia ingin berbicara, mengatakan padanya untuk tidak memakai masker kecantikan ketika berada di dekatnya, bahwa dia benar-benar tidak bisa melihat istrinya dalam keadaan seperti itu. namun terkadang kata-kata yang terlalu mendekati kebenaran bisa menyakitkan, sehingga ia urung untuk berani mengatakannya. dia pikir akan menunggu kesempatan yang tepat.
suatu malam istrinya meringkuk di lekuk lengannya seperti anak kucing. dia mengulurkan tangan untuk menariknya lebih dekat, tetapi tampaknya masker wajah yang baru saja dilepasnya terjepit di antara mereka. selembut anak kucing yang mendengkur dia berkata, "hari ini hari valentine. apakah kamu tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepadaku? sesuatu yang benar-benar ingin kamu katakan sekarang?”
dia membuka mulutnya, bermaksud untuk mengatakan, "coba jangan sekali-kali memakai masker kecantikan di dekatku."
tapi dia tidak mengucapkannya. kata-kata yang meluncur dari mulutnya bahkan mengejutkannya: “kau cantik hari ini dan aku suka..."
itu adalah lirik sebuah lagu terakhir yang dia dengarkan di playlist spotifynya.
the earth is a “fragile habitat” that our big brains have failed to take care of. we must hope for flippers and beaks or nothing at all. we are all, finally, being too mean to one another.
Cinta begitu singkat tapi lupa begitu lama. Seadainya kenangan bisa dimasukan ke dalam botol kaleng yang ada expired date-nya.
aku suka pada mereka yang mabuk menemu malam dan ribut menantang nasib!
Apa yang akan kukatakan kala matahari meleleh seperti ice cream cone 2000an,
Kala bioskop dipenuhi kisah cinta kelas menengah langgeng happily ever after,
Kala mamak menggerutu pada air pam yang mengucur kecil di keran cucian piring,
Apa yang akan kukatakan kepada hidupku saat menyusuri kesedihan trotoar jalan?
Betapa gelapnya masa depan!
Di jalan
Ukulele asal nyetem
Gelas plastik kosong di tangan
Debu aspal
Asap knalpot
Asap rokok
Berdustaan
Di bawah sinar lampu trotoar
Ojek online dan pol pp
Bermain petak umpet
Lampu mengedip merah;
"Kak, tissuenya beli satu saja"
"Ayo satu lagi berangkat"
Seorang bapak meninabobokan anaknya
Di rumah roda dua
Bisakah nasib diulek untuk makan
Malam ini?